Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
53. Kamu Hanya Settingan


__ADS_3

# Jangan lupa beri dukungannya dengan cara memberi like, vote dan komen ya gaes 🙏


Happy Reading 😘


***************************


Giliran Rendi yang menarik tangan Fani dan segera memerintahkannya naik ke mobil.


Rendi mengendarai mobilnya untuk mengantar Fani pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan Rendi dan Fani hanya saling terdiam.


Mobil yang dikendarai Rendipun telah tiba di rumah Fani. Fani turun dari mobilnya diikuti oleh Rendi di belakangnya.


"Aku minta maaf selama dua hari ini tidak menghubungimu. Ada suatu masalah yang harus kubereskan" Ucap Rendi.


"Apa kau sedang bermain-main sekarang ?" Ucap Fani.


"Bermain ? Bermain apa ?" Tanya Rendi tidak mengerti.


"Bermain dengan perasaanku dan juga perasaan Keyla !" Ucap Fani.


"Mana mungkin Aku seperti itu. Dihatiku sudah ada..." Belum sempat Rendi meneruskan kata-katanya ponsel Rendi berdering.


Rendi menatap nama dilayar ponselnya.


Mama ? Tumben.. Kenapa ya mama menelepon..


Rendi mengangkat teleponnya.


"Ren, Cepat datang kesini. Rumah Sakit Harapan Kasih. Sakit Jantung Papa kumat tadi" Ucap Mama Rendi.


"Iya Ma. Rendi berangkat sekarang !" Ucap Rendi, Lalu mematikan telepon.


"Ada apa Ren ?" Tanya Fani.


"Papa masuk Rumah Sakit. Sakit jantungnya kumat. Aku pergi dulu ya lihat papa" Ucap Rendi sambil mengelus-elus rambut Fani.


Fani mengangguk.


Rendi lalu mengecup kening Fani sekilas. Fani membulatkan matanya terkejut. Walaupun ini bukan pertama kalinya Rendi mengecup keningnya tetapi hatinya masih saja berdebar seolah akan melompat dari tempatnya.


Rendi masuk ke dalam mobilnya dengan santainya, dan menyalakan mesin mobilnya. Sebelum pergi dia membuka kaca mobilnya.


"Ingat ! hanya aku yang boleh mengusap rambutmu" Ucap Rendi dari dalam mobil.


Fani terpaku mendengarnya. Dia masih berdiri bengong disana, Sampai Rendi telah pergi melajukan mobilnya.


Apa ini artinya aku bisa menyimpulkan kalau dia menyukaiku ?


Fani tersenyum sendiri. Dia tidak sadar, dari jauh ada sepasang mata yang menatapnya didalam mobil sedari tadi.


Sebuah mobil sport mewah bewarna pink metalik mendekat tepat di hadapan Fani. Seorang perempuan yang sangat dikenal Fani turun dari mobil tersebut.


Keyla ? Kenapa dia kemari..


"Ada perlu apa Kau kemari ?" Tanya Fani.


"Aku kemari ingin menegaskan sesuatu padamu. Apa tadi Rendi mengatakan sesuatu padamu ? Semacam pernyataan cinta untukmu ?" Tanya Keyla.


"Kenapa Aku harus menjawab pertanyaanmu ? Aku rasa itu bukan urusanmu" Jawab Fani.


"Jelas itu menjadi urusanku juga. Rendi juga bilang padaku masih sangat menyayangiku" Ucap Keyla berbohong.


"Apa ?" Ucap Fani tak percaya.


"Kau berbohong kan ?" Sambung Fani.


"Kenapa Aku harus berbohong ? Rendi hanya kasihan padamu. Mungkin Dia lagi bingung memikirkan cara memutuskanmu dengan baik. Aku harap Kau mundur teratur, Daripada Kau melangkah terlalu jauh. Akan semakin membuatmu terluka" Ucap Keyla.


Fani tersenyum sinis.

__ADS_1


"Atas dasar apa Aku harus percaya pada ucapanmu ?" Tanya Fani menantang.


Keyla maju selangkah mendekat ke Fani. Dia membisikan sesuatu di telinga Fani.


"Atas dasar Kau hanya sebagai Pacar Settingan semata !" Ucap Keyla menyeringai.


Deg !


Ucapan Keyla bagaikan anak panah yang melesat tepat menuju sasarannya. Seolah menghujam tepat di jantung Fani. Ucapan Keyla barusan benar-benar membuat Fani merasa terguncang.


"Dari.. Dari mana Kau mengetahui hal ini ?" Ucap Fani terbata.


Kenapa Keyla bisa tahu hal ini, Bukankah hanya Aku dan Rendi yang mengetahui hal ini. Bukankah Rendi berjanji tidak akan membocorkan hal ini pada siapapun. Bahkan sahabatku sendiri tidak aku beritahu..


Batin Fani.


"Tentu saja Rendi sendiri yang mengatakannya padaku. Menurutmu mengapa dia memberitahuku semua ini ? Itu karena dia masih mencintaiku dan ingin kembali kepadaku" Ucap Keyla.


Tiba-tiba terbayang sekilas hari dimana dia menandatangani surat perjanjiannya dengan Rendi. Dia sempat bertanya apakah Rendi tidak mengajukan persyaratan seperti dirinya. Rendi hanya mengatakan untuk jangan jatuh cinta padanya karena dihatinya masih ada orang lain.


Tiba-tiba hati Fani merasa sakit mengingat kejadian itu. Ditambah lagi kenyataan bahwa Keyla mengetahui statusnya yang hanya sebagai pacar settingan Rendi. Membuatnya semakin terpuruk.


"Dari awal Aku sudah merasa, Mana mungkin orang sepertimu menjadi kekasih Rendi. Kau bukan levelnya ! Aku tahu, Orang sepertimu ini pasti berharap penuh pada Rendi. Kau berharap seperti Cinderella yang menjadi kaya karena menikahi Pangeran. Tapi Kau harus tahu.. Cinderella itu hanya dongeng. Tidak ada di dunia nyata. Bangun dari mimpimu !" Ucap Keyla yang terus mengintimidasi.


"Aku sudah tidak tahan lagi ! Apa kau sudah selesai bicaranya ? Kalau sudah, Aku harap Kau pergi dari sini ! Ini rumahku ! Aku berhak mengusir orang yang tidak aku sukai dan aku rasa menganggu" Ucap Fani.


"Oke, Aku akan pergi. Tapi.. Kalau Kau memang ingin menjadi Cinderella dadakan. Kau bisa menikahi Vino. Sepertinya dia sangat menyukaimu. Daripada menganggu hubunganku dengan Rendi !" Ucap Keyla menusuk.


Fani terperanga mendengarnya. Giliran Dia maju selangkah mendekati Keyla. Dia berbisik di dekat telinga Keyla.


"Aku bisa mengurus urusanku sendiri. Daripada Kau sibuk mengatur jodohku. Lebih baik Kau fokus menyembuhkan penyakitmu !" Ucap Fani berbisik halus tapi menusuk.


Deg !


Giliran Keyla yang merasa sakit mendengar ucapan Fani sekarang. Kata-kata Fani seperti petir yang menyambar di siang bolong.


Fani menyeringai.


Tiba-tiba Nenek Fani keluar dari dalam.


"Fani kenapa dari tadi belum masuk ? Ini siapa ? Temanmu ya ? kenapa tidak disuruh masuk ?" Tanya Nenek.


Fani bingung menjawabnya.


"Ini.. Ini.." Belum selesai Fani menjawab, Keyla memotong ucapannya.


"Hai, Nek. Kenalkan Aku Keyla, Kekasih Rendi" Ucap Keyla tak tahu malu.


Fani dan Nenek terkejut mendengarnya.


"Kau pasti sedang bercanda kan. Setahu Nenek Fani lah kekasihnya Rendi" Ucap Nenek.


Keyla tersenyum.


"Mereka berdua hanya membohongi Nenek. Ini Surat Perjanjian yang mereka buat berdua. Sepertinya cucu Nenek mendapatkan banyak imbalan dari perjanjian ini" Ucap Keyla tersenyum sinis sambil menyerahkan Surat Perjanjian Rendi dan Keyla yang telah di fotocopynya.


Nenek terkejut begitu melihat surat perjanjian itu. Tiba-tiba Nenek merasa badannya lemas dan pandangannya menjadi gelap.


"Nek, Ada apa ?" Tanya Fani yang langsung memegangi lengan Neneknya dan merangkulnya ke pundaknya.


"Ayo kita masuk saja Nek. Jangan dengarkan perkataan orang gila ini !" Ucap Fani sambil memapah Neneknya masuk ke rumah.


Dari dalam rumah terdengar suara mesin mobil yang menyala dan melaju pergi.


Tampaknya dia sudah pergi setelah membuat keonaran


Batun Fani.


Fani menidurkan neneknya di kasur kamarnya. Neneknya memejamkan matanya beristirahat.

__ADS_1


"Nek, Maafin Fani ya telah membohongi Nenek" Ucap Fani terisak.


"Jadi isi surat perjanjian itu benar ?" Tanya Nenek.


Fani mengangguk sambil berurai air mata.


"Nenek pikir tadinya Rendi benar-benar mencintaimu. Padahal Nenek sudah terlanjur suka padanya. Pada sifatnya yang sopan dan benar-benar menjagamu" Ucap Nenek. Nada suaranya sarat akan kesedihan.


"Dia tidak mencintai Fani, Nek" Ucap Fani terisak.


"Darimana Kau tahu ?" Tanya Nenek tidak yakin.


"Dari Keyla. Dia masih mencintai perempuan tadi. Mantan kekasihnya" Ucap Fani menagis sambil memeluk Neneknya.


"Aku telah mekakukan kesalahan Nek. Seharusnya Aku sadar, Aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Aku terlalu banyak berharap" Ucap Fani.


Fani terus menangis segugukan. Dari tadi Dia menahan tangisnya di depan Keyla. Dia tidak ingin terlihat lemah lagi di mata Keyla.


Tapi sekarang Dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia sangat sakit mendengar kenyataan yang ada.


Nenek mencoba menenangkan Fani. Dia terus mendekap cucu kesayangannya itu.


"Sudah jangan bersedih lagi cucu Nenek. Kalau memang Rendi jodohmu, Dia akan tetap jadi milikmu meski tak kau jemput, Dan yang bukan untukmu akan pergi meski tak kau minta" Ucap Nenek bijak.


************


Sedangkan di rumah Nisa, Riko telah duduk manis di ruang tamu. Dia tengah mengobrol dengan mama Nisa.


"Apa kabar Rik ?" Tanya Mama Nisa.


"Aku sedang dalam keadaan yang tidak baik Bu. Mungkin Ibu sudah mendengar gosip tentangku di televisi" Ucap Riko.


"Huft.." Mama Nisa menghela nafas.


"Jujur Ibu sempat terkejut mendengar berita tentangmu. Apalagi Kau dan Mika memang sempat berpacaran kan ? Jadi Apa gosip itu benar ?" Tanya Mama Nisa.


"Tentu saja tidak Bu. Mungkin tidak ada gunanya Aku bicara sekarang. Karena semua berita menyudutkanku. Tapi Aku sudah mengumpulkan banyak bukti untuk membersihkan nama baikku Bu. Sebentar lagi Aku akan membuktikan pada Ibu bahwa tuduhan itu tidak benar" Ucap Riko.


"Semoga saja apa yang kau katakan itu benar. Karena Ibu sudah sangat menyukaimu. Apalagi Nisa. Dia sangat menyukaimu. Dia belum pernah berpacaran sebelumnya. Ibu lihat Dia sangat bahagia saat bersamamu. Tetapi begitu masalah ini menimpa kalian Dia merasa sangat terpuruk. Nisa orangnya tidak bisa berbohong. Dia akan bilang suka saat dia suka, dan bilang tidak saat tidak suka. Ekspresinya tidak dapat disembunyikan" Ucap Mama Nisa.


"Ya karena itulah Aku menyukai Nisa" Ucap Riko.


"Dimana Nisa sekarang Bu ? Aku dengar dia demam tinggi dan tidak masuk kantor hari ini ?" Sambung Riko.


"Dia baru saja tidur dikamarnya. Pulang kerja kemarin, Dia menangis semalaman. Badannya mulai panas dari semalam dan beberapa kali menginggau memanggil namamu. Sepertinya berita tentangmu sangat mempengaruhinya" Ucap Mama Nisa.


Riko terdiam mendengarnya.


"Bisa Ibu menemani saya melihat Nisa dikamarnya ? Aku ingin melihat keadaanya Bu. Aku mengkhawatirkannya" Ucap Riko.


Akhirnya Riko dan Mama Nisa beranjak pergi menuju kamar Nisa.


"Masuklah, Ibu akan menunggu di luar pintu" Ucap Mama Nisa.


"Terima kasih Bu" Ucap Riko.


Riko masuk ke dalam kamar Nisa yang bernuansakan pink. Dia melihat Nisa yang terbaring lemah berbaring di atas kasur. Matanya terpejam seolah tertidur lelap.


Riko meraba kening Nisa yang masih panas meski sudah di kompres dengan kain basah.


Tapi Mama Nisa bilang panas ini sudah agak mendingan dari yang semalam.


Riko mengambil jemari tangan Nisa yang masih tertidur lelap itu. Digenggamnya jemari Nisa dengan lembut. Terdengar suara yang lirih terlontar dari mulut Nisa.


"Kamu jahat Rik.. Kamu jahat..hiks" Nisa menginggau.


Riko mengelus rambut nisa berulang kali. Dia sedih melihat keadaan Nisa yang terbaring sakit karena masalah yang disebabkan Mika.


"Maafkan Aku Nis telah membuatmu sakit. Aku akan secepatnya membereskan masalah ini" Ucap Riko.

__ADS_1


"huhuhhuhu..." Nisa kembali menginggau. Suaranya terdengar sedikit terisak.


# Tetap beri dukungannya ya dengan cara memberi like, vote dan komen 🙏 Makasih ya readers untuk komen kalian.. Aku terus membaca komen dari kalian walaupun kadang ga sempat membalasnya satu-persatu #Kalau Kata Bang Boril.. "Kalian Luar Biasa...!" 😍


__ADS_2