
Jangan lupa memberi like, komen dan vote ya gaes... Makasih 🙏
Happy Reading 😘😘
********************************
"Aku rasa dia menganggapmu tidak begitu penting !" Lanjut Keyla.
Rendi yang sudah kembali dari toilet melihat Fani yang berdiri berhadapan dengan Keyla. Alergi pada wajah dan lengannya sudah mulai berkurang, hanya meninggalkan kulit yang kemerahan.
Rendi melihat mata Fani yang mulai berkaca-kaca. Fani menyeka sedikit buliran air mata yang mengalir disudut matanya.
Kenapa kamu jadi cengeng begini sih Fani !
Batin Fani.
"Ada apa denganmu ? Apa kau sakit ?" Tanya Rendi pada Fani.
Fani hanya diam.
"Siapa yang membuatmu menangis ?" Tanya Rendi yang mulai terdengar marah.
"Apa dia yang membuatmu menangis ?" Tanya Rendi mengarahkan pandangannya pada Keyla dengan nada suaranya yang sarat akan amarah.
Fani masih diam tak bergeming.
"Siapa yang membuatnya menangis !" Teriak Rendi pada dua sahabatnya.
Alhasil teriakan Rendi mampu membuat tamu-tamu undangan yang ada didekat meja mereka menoleh padanya.
Fahri dan Azzam yang mau membuka suara, tiba-tiba dikejutkan dengan pernyataan Mimi.
"Keyla yang membuatnya menangis !" Ucap Mimi istrinya Azzam.
Sontak Keyla terkejut. Mimi yang dikenalnya sebagai teman satu kelasnya sewaktu kuliah malah memihak Fani. Belum lagi dia harus bersiap-siap menerima amarah dari Rendi sekarang.
"Jadi benar kau yang melakukannya ? Apa yang kau perbuat ? Sudah aku bilang jangan membuatnya menangis !" Ucap Rendi dengan nada suara yang tinggi dan sorot mata penuh amarah.
"Aku.. Aku hanya..." Belum sempat Keyla meyelesaikan ucapannya, Fani memotongnya.
"Rendi aku mau pulang sekarang !" Ucap Fani sambil memegang pergelangan tangan Rendi. Mendengar nada suara Rendi yang tinggi dan sorot mata yang penuh amarah membuat Fani takut Rendi akan berbuat lebih jauh lagi.
Rendi terdiam sejenak. Matanya tak lepas memandangi Keyla. Sorot matanya masih sama, penuh dengan amarah. Rendi mencoba mengendalikan emosinya. Dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya.
"Ayo, Ren.. Kita pulang saja ya !" Ajak Fani.
Sekarang Rendi mengarahkan pandangannya kepada Fani.
"Iya, Ayo kita pulang !" Ucap Rendi.
__ADS_1
Akhirnya Fani dan Rendi meninggalkan Pesta.
Keyla berjalan menghampiri Mimi.
"Aku sungguh tidak menyangka.. Ternyata kau lebih memihaknya. Kenapa ? Kita memang tidak akrab sewaktu kuliah, Tapi bukankah kau mengenalku lebih dahulu dari dia ?" Ucap Keyla.
"Aku rasa kau telah berubah menjadi orang lain sekarang. Aku memang baru bertemu dengannya beberapa kali. Tapi itu membuatku cukup tahu dipihak mana aku harus berdiri. Mungkin itu juga yang dirasakan Rendi sekarang. Menyerahlah Keyla ! Jangan menganggu hubungan mereka lagi" Ucap Mimi.
"Siapa kau berani memerintahku !" Ucap Keyla kesal.
"Cukup !" Ucap Fahri dan Azzam berbarengan.
"Silahkan keluar sendiri atau aku panggil security ?" Ucap Fahri yang sudah mulai kesal.
Keyla menatap Fahri dengan penuh dendam. Dia tidak berbicara sepatah katapun dan pergi meninggalkan pesta.
Riko dan Nisa yang baru datang dari mengambil kue dan ice cream heran melihat Keyla yang baru pergi melewati mereka.
"Kenapa dia datang ? Kau yang mengundangnya ?" Tanya Riko pada Fahri.
"Kau mau aku dicincang oleh Rendi ? Tentu saja dia datang sendiri ke sini !" Ucap Fahri.
"Pokoknya dia sudah persis seperti jaelangkung sekarang ! Datang ga dijemput, Pulang ga diantar !" Ucap Azzam.
"Oh, ya.. Dimana Fani dan Rendi sekarang ?" Tanya Nisa.
"Fani dan Rendi sudah pulang. Gara-gara Keyla bikin keributan tadi !" Ucap Azzam.
"Keyla membully Fani tadi. Gara-gara Fani memberi sup udang pada Rendi. Sehingga alergi Rendi kambuh !"Ucap Fahri.
Nisa merasa kasihan pada Fani. Pasti dia merasa bersalah karena telah memberi sup udang pada Rendi. Dia akan menghubungi Fani nanti ketika pulang dari pesta.
*****************
Sedangkan di dalam mobil yang dikendarai Rendi suasana menjadi hening. Sepanjang jalan Rendi dan Fani hanya terdiam satu sama lain.
"Apa yang diperbuat Keyla padamu ?" Tanya Rendi.
Fani terdiam lama. Dia membuang pandangan ke sisi kiri jendelanya.
"Tidak ada" Jawab Fani dengan suara yang datar.
Rendi hanya bisa diam mendengarkan jawaban Fani. Dia memberikan Fani waktu menenangkan diri.
Aku harus cari tahu nanti pada Fahri dan Azzam !
Batin Rendi.
Mobil yang mereka kendarai pun telah sampai dirumah Fani. Fani masih belum turun, dan masih duduk di kursinya. Dia membuka suara.
__ADS_1
"Bagaimana dengan alergimu ? Apakah sudah baikan ?" Tanya Fani.
Rendi menoleh padanya.
"Jangan mengkhawatirkanku. Sebaiknya khawatirkan keadaanmu sekarang. Bagaimana ? Apa suasana hatimu sudah agak baikan ?" Tanya Rendi.
"Iya" Jawab Fani.
"Maaf... Maaf karenaku alergimu jadi kambuh. Maafkan aku yang sudah mencelakaimu. Aku tidak tahu kalau kau punya alergi terhadap udang. Aku minta maaf karena aku tidak mengetahui apa-apa tentang dirimu !" Ucap Fani.
"Sudah lupakan itu !" Ucap Rendi.
Suasana kembali hening.
"Apa benar kau menyukai warna silver ?" Tanya Fani.
"Ya, darimana kau tahu ?" Tanya Rendi.
"Kau juga menyukai musik klasik ?" Tanya Fani lagi.
"Hmm.." Jawab Rendi.
"Tapi kenapa kau menanyakan ini semua ? Dan bagaimana kau tahu ?" Tanya Rendi.
Apa ini yang dibicarakan Keyla tadi padanya ?
Sepertinya Rendi sudah mulai mengetahui arah pembicaraan mereka tadi.
"Aku merasa tidak tahu apa-apa soal dirimu. Aku tidak tahu kau punya alergi pada udang, yang aku tahu kau hanya tidak menyukai ikan bandeng karena bau lumpurnya" Ucap Fani terbata.
"Aku malah mengira kau menyukai warna merah karena semua orang dikantormu dulu bilang mobil bewarna merah yang sering kau bawa adalah mobil favoritmu. Aku juga tidak tahu kalau kau menyukai musik klasik, kau menyukai ketenangan, bahkan kau punya kebiasaan meminum air perasan lemon hangat sebelum tidur !" Ucap Fani.
"Apa itu penting ?" Tanya Rendi.
"Iya itu penting bagiku. Atau kau yang menganggapku tidak penting sehingga kau tidak mau memberitahuku tentang semua itu !" Ucap Fani terisak.
Rendi terkejut mendengarnya.
"Sudah, jangan memikirkan hal itu lagi !" Ucap Rendi.
"Kalau begitu aku akan memberitahumu. Aku akan merubah kebiasaanku mulai sekarang. Kalau kau bilang aku menyukai warna merah, aku akan menyukai warna merah mulai sekarang. Kalau dulu aku suka ketenangan, maka sekarang aku menyukai keramaian, Dan kalau aku punya kebiasaan meminum air perasaan lemon hangat sebelum tidur, Maka aku akan mengubahnya sekarang" Ucap Rendi.
"Mengubah apa ?" Tanya Fani tak mengerti.
"Mengubah kebiasaanku sebelum tidur dengan menelponmu dan mengucapkan selamat tidur kepadamu setiap malam" Ucap Rendi sambil mengelus rambut Fani.
Deg !
Pipi Fani merona malu.
__ADS_1
# Maaf ya readers baru sempat upload sekarang... Dan karena ini sudah mau mendekati ending episode, nanti keyla akan lebih melancarkan serangannya lagi yang lebih menguras emosi. Mohon beri like, komen dan vote ya sebagai dukunganmu untuk novel ini. Terima kasih 🙏