
Hari ini, masuk hari ke-3 Fani dan teman-temannya magang di perusahaan Mandala. Jam menunjukkan Pukul 16:00 Sore. Fani Masih dengan tugas rutinnya memfotocopy berkas-berkas laporan keuangan. Tiba-tiba Bu Lia datang ke ruanganya.
"Sore Fani, Sudah selesai tugas memfotocopynya ?" tanya Bu Lia.
"Sudah Bu, ini baru aja Fani mau anter keruangan ibu" jawab Fani.
"Bu, fani sudah boleh pulang kan ? " sambung fani.
Memang jam pulang untuk karyawan dan anak magang berbeda. Untuk karyawan tetap PT. mandala jam pulangnya pukul 5 tepat. Sedangkan untuk anak magang jam 4 tepat.
"Boleh, tapi fani ada pesan dari pak presdir kamu harus menemuinya dulu sebelum pulang " ucap Bu lia.
"Ada apa ya Bu ? apa Fani buat salah lagi ?" ucap Fani dengan wajah cemasnya.
"Ibu juga tidak tahu. Yang jelas Pak Presdir bilang ada yang mau dibicarakan" ucap Bu Lia.
"Ok, makasih Bu infonya " ucap Fani.
Fani lalu bergegas menuju lift untuk menemui Rendi.
*****
Fani sudah berdiri didepan ruangan yang bertuliskan "Presiden Direktur" itu. Dengan Ragu dia mengetuk pintu ruangan itu. Lalu, terdengar perintah masuk dari dalam. Fani lalu melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
Pak presdir lagi-lagi duduk dimejanya. Dan berdiri disampingnya sang sekretaris laki-laki pribadinya, yang setia menemaninya kemana-mana.
lagi-lagi acuh tak acuh. Seolah-olah tidak ada orang dihadapannya. Kenapa juga kamu memanggilku Pak Presdir yang terhormat.
Setelah menyelesaikan tanda tangan di kertas laporan yang terakhir. Rendi memberikan laporan itu kepada pak Roy, Sekretaris pribadinya.
"Aku dengar dari manager keuangan, kamu tidak pernah datang terlambat lagi kekantor. Dan pekerjaanmu selalu kamu kerjakan dengan cepat" ucap Rendi.
"Sepertinya kamu mulai menyukai pekerjaanmu sekarang" Sambung Rendi dengan senyum mengejeknya.
__ADS_1
Suka kepalamu !
Batin Fani.
"Sayangnya, besok kamu sudah harus mulai mencoba mengerjakan laporan keuangan, mengentri data keuangan, dan tuga-tugas umum pegawai magang pada umumnya" ucap Rendi.
sebenarnya dia bisa kan memilih kosakata yang lebih baik dalam menyampaikan hal ini, Yah, tapi kalau tidak begitu kan, bukan dia namanya. Tetapi masa bodohlah, yang penting besok aku tidak jadi mbak-mbak penjaga mesin fotocopy lagi kan ? Aku bebas.. Yes !
"Terima kasih banyak pak, karena sudah meringankan hukuman saya" ucap Fani.
Ternyata dia tidak sekejam yang kukira
"Ambil dan kerjakan laporan ini untuk besok. Dan minta bantuan Bu Lia apabila ada yang ingin ditanyakan" ucap Rendi sambil menyerahkan map yang berisi laporan tersebut.
Fani maju kedepan, dengan bersemangatnya mengambil laporan tersebut.
"Terima kasih Pak !" ucap Fani sambil berbalik membawa map.
Suasana hening seketika. Bahkan Pak Roy, sang sekretaris melotot tak percaya.
Sepertinya nona ini benar-benar mencari perkara.
"Maafkan saya pak !" ucap Fani gemetar.
Aduh mati aku !
Rendi memandangi pecahan gelas yang berserakan dan air yang membasahi karpet, dengan Sorot mata penuh amarah.
"Kamu benar-benar ceroboh ya ! Bersihkan ruangan ini sekarang juga! Dan mulai besok, setiap paginya datanglah lebih awal. Sebelum memulai pekerjaanmu, Kamu harus mengepel ruangan keuangan selama seminggu!" ucap Rendi kesal.
"Ini hukumanmu !" sambung Rendi sambil meninggalkan ruangan diikuti oleh pak Roy.
Astaga !!! apalagi ini..!! Aku pasti pernah berbuat salah padanya di masa lampau, jadinya di reinkarnasi sekarang aku terus dianiaya olehnya. Oh, Tuhan.... hiks.
__ADS_1
******
Keesokan harinya, Fani datang pagi - pagi sekali. Belum ada satu orangpun yang datang diruangan bagian keuangan itu. Dia sudah bersiap - siap mau mengepel ruangan. Mengambil kain pel diruangan pantry.
Fani mengepel lantai diruangan itu dengan cekatan. lantai ruangan tersebut jadi kinclong, bersih mengkilat dan putih bersih. (sudah kayak iklan pembersih lantai aja ya guys kata - katanya, hahaha. )
Sepertinya aku multitalenta sekali, Kemarin memfotocopy sekarang mengepel, sebenarnya aku mahasiswa magang bukan sih dikantor ini.
Tiba - tiba, mbak fitri datang dengan membawa kantong kresek ditangannya.
"Astaga neng, mbak kirain siapa tadi. Ngejutin mbak aja " ucap mbak fitri office girl di ruangan ini.
"Selamat pagi mbak. Mbak fitri baru datang ya ? " tanya fani.
"pagi juga fani, mbak sudah datang dari tadi, tapi mbak lagi beli nasi uduk ke seberang, buat sarapan " ucap mbak fitri.
"Oh, pantes kok pintu ruangan sudah terbuka. Rupanyan mbak fit sudah dateng dari tadi hehehe " ucap fani.
"Neng ngapain ? ga usah repot - repot bantuin mbak. Neng kan cuma anak kuliah magang disini " ucap mbak fitri.
"Ini hukuman dari pak Rendi mbak. Karena saya ga sengaja memecahkan gelas diruangannya. Jadi selama seminggu saya disuruh bantu mbak fitri ngepel ruangan ini setiap pagi " ucap fani.
"Oh.. Pak rendi memang begitu, dia sangat disiplin orangnya. Siapapun yang melakukan kesalahan pasti dihukumnya. Memang terlihat sangat dingin diluar tetapi sebenarnya hatinya sangat baik kok " ucap mbak fitri.
"Mbak fit bisa kerja disini juga atas kemurahan hati pak Rendi. Waktu itu, Karena suami mbak sudah meninggal terpaksa mbak yang jadi tulang punggung keluarga. Mbak fitri waktu itu lagi butuh biaya buat makan dan iuran sekolah anak mbak fitri yang SMP. Mbak fitri terpaksa ke sana kemari cari kerjaan. Tetapi ga ada yang mau nerima. Waktu itu mbak fitri coba ngelamar di perusahaan Mandala ini tapi diusir sama security karena posisi office girl sudah penuh. Tetapi pak rendi yang kebetulan baru datang dan melihat kejadian itu langsung menerima mbak jadi office girl disini " ucap mbak fitri.
Apa benar dia seperti itu, apalagi kesambet aja. Kalau lihat dari sifatnya, dia bukan orang yang peduli dengan urusan orang lain
"Ya udah, sekarang neng sudah ngepelnya kan. Letakkin aja kain pelnya di kamar mandi. Nanti mbak yang cuci. Sekarang neng fani sarapan yok dengan mbak di pantry " ucap mbak fitri.
"Fani sudah sarapan kok mbak dari rumah, biar mbak fitri aja sekarang sarapan. Fani mau siap - siap ngerjain laporan yang sudah diberikan pak rendi kemarin " ucap fani.
#jangan lupa like, komen dan vote ya guys 😊
__ADS_1