Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
60. Butuh Kejelasan


__ADS_3

Jangan lupa memberi dukunganmu dengan cara memberi Like, Komen dan Vote ya πŸ™


Happy Reading Gaes... 😘


******************


Riko dan Nisa yang bergandengan tangan melangkah berjalan menghampiri Fani dan Dila, Yang sedang asyik duduk di teras depan.


"Lah kok balik lagi ? Ada yang tinggal ?" Ucap Fani kaget.


Dila yang melihat Nisa dan Riko yang bergandengan tangan langsung protes.


"Wah, Gue tau nih Fan. Mereka lagi mau pamer kemesraan nih. Mau bikin iri kita kayaknya" Ledek Dila.


"Sableng Elo Dil !" Ucap Nisa.


"Kamu ga' ke bandara Fan ?" Tanya Riko belaga polos.


"Ke bandara ? Ngapain ?" Tanya Fani heran.


"Nganterin Rendi berangkat ke Singapore" Ucap Riko.


"Ke Singapore ? Rendi ? Memang dia ngapain ke sana ? Perjalanan bisnis ?" Tanya Fani bertubi-tubi.


"Hmm... Untuk kali ini sepertinya sih bukan sekedar perjalanan bisnis. Anak perusahaan yang disana lagi ada sedikit masalah" Ucap Riko.


"Hmm.. Jadi berapa lama Dia disana Rik ?" Tanya Fani.


"Mungkin Dia bakal setahun berada disana" Ucap Riko.


Fani terdiam. Hatinya berkecamuk sekarang.


"Udah deh Fan ga' usah gengsi-gengsian lagi ! Ayo susul Rendi ke bandara. Katanya Elu cinta sama Rendi" Ucap Nisa sedih.


"Tapi Aku perempuan, Masa aku yang mengejarnya. Kalau nyatanya dia ga suka sama Aku gimana ?" Ucap Fani pelan.


"Kan ga ada salahnya mencoba Fan. Kalau ga gitu kamu ga bakal pernah tahu perasaannya padamu. Lagian semua orang yang dekat dengan kalian berdua juga melihatnya ada cinta di antara kalian berdua. Benar-benar bukan seperti sedang berakting kok" Ucap Dila.


Fani masih diam tak bergeming. Masih ada sedikit keraguan dihatinya.


"Hmmm... Aku.." Ucap Fani terbata.


"Sudah susul sana ! Pesawatnya setengah jam lagi berangkat ! Rendi itu bilang sendiri ke gue kalo Dia itu cinta sama kamu Fan. Tapi Dia pikir kamu lebih memilih Vino !" Ucap Riko to the point.


Fani terperanga mendengarnya. Cepat-cepat Dia mengambil sweeter lengan panjangnya dan segera mengenakan sepatu ketsnya.


"Udah Fani biar gue yang anter. Kalian kan ada janji sama wedding organizer kalian" Ucap Dila.


"Hati-hati ya Dil, Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya. Tapi jangan telat juga nganterin Fani ke bandaranya. Entar pesawatnya keburu berangkat lagi" Ucap Nisa.


"Jadi gue mesti gimana Nisa ? Ga boleh ngebut tapi ga boleh telat ?" Ucap Dila bingung.


Riko tersenyum mendengar obrolan kedua sahabat itu.


"Udah Gue pergi dulu ya sama Fani, Dia udah selesai tu mengikat sepatunya" Ucap Dila.


Nisa dan Riko mengangguk.


Sesampai di dalam mobil, Nisa tidak berhenti menangis. Riko menjadi bingung dibuatnya.

__ADS_1


"Sayang, Kenapa Kamu menangis ?" Tanya Riko heran.


"Kasihan Fani kalau sampai pesawatnya sudah berangkat" Ucap Nisa.


Riko tertawa.


"Kamu kok tertawa sih ? Bukannya prihatin teman sendiri bakal ga ketemu cinta sejatinya !" Ucap Nisa kesal.


"Pesawatnya ga bakal berangkat kok. Aku sudah mengirimi pesan pada Rendi untuk menunda keberangkatannya ke Singapore barusan" Ucap Riko.


"Jadi Kamu dari tadi bohongi Fani ?" Ucap Nisa.


Sekarang Riko yang kebingungan.


"Jadi, Kamu ga tahu Aku dari tadi cuma pura-pura berakting ?" Tanya Riko.


Nisa menggeleng.


"Astaga, Nisaku ini.. Aku kira kamu tahu tadi. Bahkan Aku mau memuji aktingmu yang sangat memukau tadi" Ucap Riko sambil menepuk keningnya sendiri.


Nisa bengong menatap Riko tak berkedip. Bibirnya manyun seketika.


"Aish, Jangan pasang muka menggemaskan seperti itu sayang. Takutnya, Aku bakal makan kamu sebelum kita menikah" Ucap Riko yang tertawa sambil mencubit pipi Nisa dengan lembut.


Nisa yang mendengarnya kaget bukan main. Nisa langsung terdiam tak bergeming. Tangannya langsung dingin, Dan wajahnya penuh kecemasan.


Makan ? Makan Aku ? Apa itu artinya...


Kenapa Aku malah jadi takut ya mendengar kata-kata "makan" dari mulut Riko.


Riko menahan tawa melihat raut wajah Nisa yang cemas dan gugup. Dia merasa sangat senang dapat mengusili kekasihnya itu.


***************


Fani yang melihat dari luar kaca, mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan di dalam ruang tunggu keberangkatan. Tapi Dia tidak melihat Rendi sama sekali. Dia mencoba menghubungi nomor ponsel Rendi, Tetapi ponselnya tidak aktif.


Fani yang sudah berjalan kesana kemari mencari Rendi akhirnya tumbang. Dia duduk bersandar pada kaca ruangan pembatas antara ruang tunggu keberangkatan dan ruang batas bagi yang mengantar.


Tiba-tiba Dia mendengar suara pengumuman suara kebberangkatan pesawat atau Announcement singkat dari dalam ruang tunggu yang menyatakan pesawat yang akan berangkat ke Singapore telah berangkat.


Mendengar pengumuman itu hati Fani sakit bukan main, Tidak terasa air matanya menetes membasahi pipinya. Dia menangis tersedu-sedu sambil menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya biar tidak begiti malu. Dari kecil Dia memang punya kebiasaan menangis seperti ini.


Tiba-tiba terdengar langkah kaki menghampirinya.


"Hei, Gadis ceroboh ! Kenapa menangis ? Bukannya Kau jagoan ?" Ucap Suara seorang Pria yang sangat dikenal Fani


Fani menghentikan tangisnya dan membuka kedua telapak tangannya perlahan. Dia mau meyakinkan kalau suara tadi adalah suara seseorang yang dikenalnya. Dia takut dirinya hanya berhalusinasi.


Matanya terbelalak seakan tak percaya memandang Pria dihadapannya.


"Rendi ? Bukannya pesawatmu sudah berangkat ?" Ucapnya kaget.


***************


Flashback On


Rendi yang sedang duduk diruang tunggu pesawat, Sibuk mengotak-atik ponselnya. Dia sedang membuka galeri foto di ponselnya dan melihat-lihat foto Fani dan dirinya saat mereka berada di wahana permainan. Sesekali Dia tersenyum memandangi foto-foto saat mereka bersama.


Aish, Kalau saja tidak ada masalah penting di anak perusahaan sekarang, Aku pasti sudah berdiri di depan pintu rumahnya dan terus berusaha mengejarnya.

__ADS_1


Drttt.. Drttt...


Tiba-tiba ponsel Rendi berdering.Sebuah pesan whatsapp masuk ke ponselnya.


"Dimana Elo Sekarang ?"


(Riko)


"Di bandara. Ada sedikit masalah di anak cabang perusahaan di Singapore"


(Rendi)


"Jangan berangkat dulu. Tunda penerbangannya. Fani bakal menyusulmu ke bandara sebentar lagi"


(Riko)


Rendi tersenyum membaca pesan wahtsapp dari Riko. Senyumnya mengembang.


"Roy, Batalkan penerbanganku sekarang. Pesan lagi tiket keberangkatanku ke Singapore untuk malam ini" Ucap Rendi pada Roy.


Rendi memang tetap harus pergi ke Singapore menyelesaikan masalah di perusahaan. Anak cabang perusahaannya di sana memang sedang membutuhkannya. Tetapi hanya tiga hari saja Dia melakukan perjalanan bisnisnya. Bukan setahun seperti yang diucapkan Riko pada Fani.


************************


"Rendi ? Bukannya pesawatmu sudah berangkat ?" Ucap Fani kaget.


Rendi mengulurkan tangan membantunya berdiri.


Fani segera menyambutnya. Tetapi, Rendi segera menarik lengan Fani dan menghempaskan tubuh Fani perlahan ke dalam pelukannya, Lalu mendekapnya.


"Dasar Bodoh !" Ucap Rendi.


"Kau selalu bilang pada siapapun kalau Aku tidak mencintaimu ya ? Bagaimana bisa setiap orang mengetahui Kalau Aku mencintaimu, Tetapi Kau sendiri tidak menyadarinya !"Ucap Rendi.


"Yah, Aku juga salah. Aku kira dengan semua tingkah lakuku yang memperlakukanmu berbeda, Bisa membuatmu mengerti apa maksudku. Nyatanya aku salah.. Perempuan memang butuh kejelasan" Ucap Rendi yang masih memeluk Fani.


Rendi lalu melepaskan pelukannya. Dia memandangi wajah Fani, Dan meletakkan kedua tangannya di kedua bahu Fani.


"Hei, Fania Rafiqah ! Maukah Kau menjadi kekasihku ? Aku akan berjanji tidak akan pernah membuatmu menangis lagi dan akan melindungimu" Ucap Rendi.


"Aku akan mengikutimu kemanapun Kau pergi seperti seorang penguntit. Aku juga berjanji tidak akan menduakanmu. Akan kubelikan semua yang Kau inginkan. Aku ingin Kau menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini" Ucap Rendi.


Mendengar ucapan Rendi barusan, Membuat Fani kembali meneteskan air mata. Dia merasa sangat tersentuh mendengar ucapan Rendi.


"Menikahlah denganku Fani.. Sekarang ini aku secara resmi melamarmu" Ucap Rendi mengeluarkan cincin yang memang sudah lama Ia ingin berikan kepada Fani.


Fani merasa hatinya berdebar kencang. Seakan semua akan berlompatan ke luar dari tempatnya.


"Jadi apa jawabanmu ?" Tanya Rendi.


Fani menatap wajah Rendi intens. Dia melihat keseriusan di wajah Rendi. Tidak ada keraguan lagi dihatinya sekarang.


Fani mengangguk.


Rendi tersenyum bahagia. Dia kembali memeluk Fani dan mengecup puncak kepalanya lembut.


#Nah ini belum ending ya.. Endingnya ntar, sampai Rendi dan Fani menikah. Mungkin ada dua atau tiga bab lagi baru ending. Dan Bab selanjutnya bakal bahas pernikahan Nisa dan malam pertamanya ya 🀭 Pokoknya tetap tunggu updatean selanjutnya ya.. Dan mohon terus memberikan dukungannya untuk novel ini ya gaes... dengan cara memberi like, komen dan vote.. Maafkan Author yang suka update sesuka hati πŸ™ Saranghaeyo 😘😘


Jangan lupa mampir juga ya ke novel sahabatku yang tak kalah keren judulnya "Ta'aruf Cinta" karya kk yuli novelis😊

__ADS_1



__ADS_2