Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
29. Makan malam part 2


__ADS_3

Fani pulang kerumahnya menggunakan ojek. Dengan membawa kantong asoy ketoprak di tangan sebelah kanannya. Dia turun melangkahkan kakinya menuju rumah. Langkahnya terhenti dihalaman depan rumahnya.


Ini mobil siapa sih warna hijau ? apa mobil rendi ? dia kan hobi gonta ganti mobil sampai aku tidak hafal yang mana mobilnya. Tapi rendi kan lagi di Australia ?


Tiba - tiba sesosok yang dikenalnya berdiri didepan pintu rumahnya.


"Hei ! sampai kapan kamu mau bengong disitu !" ucap rendi kesal.


"Rendi ????" ucap fani tak percaya.


Fani berlari berhamburan ke arah rendi. Dia memegang kedua tangan rendi sambil melompat - lompat kegirangan.


Rendi tercengang.


"Kapan kau kembali ?" tanya fani yang membuyarkan lamunan rendi.


"Tadi siang" jawab rendi.


"kenapa tidak masuk ?" tanya fani yang melangkah duduk dikursi teras depan.


Mereka duduk bersebrangan.


"Aku juga belum lama sampai dirumahmu. Tadi sempat mengobrol dengan nenekmu" ucap rendi.


"Nenek dimana sekarang ?" tanya fani.


"Di dalam" ucap rendi.


Rendi melirik pakaian yang dikenakan fani.


"Nenek bilang kau sudah diterima kerja. Dimana ?" ucap rendi.


"Iya, hari ini hari pertamaku bekerja. Aku diterima bekerja di Samudra group" ucap fani.


"Samudra group ? divisi apa ?"tanya rendi.


"Aku sebagai sekretaris disana" ucap fani.


"Hei apa itu ?" tanya fani menunjuk kantong diatas meja.


Rendi hanya diam.


"Jadi kau sengaja kesini mau mengantar oleh - oleh ini untukku ?" tanya fani girang ketika membuka kantong yang berisi banyak oleh - oleh dari negeri kangguru itu.


"Itu mamaku yang punya inisiatif ! mamaku menelponku sudah sama seperti minum obat saja. 3X sehari menelpon hanya untuk mengingatkanku membeli oleh - oleh untukmu dan nenekmu !" ucap rendi.


Astaga !! mulutnya masih saja berbisa seperti ular ! bisakan kamu berbohong sedikit untuk membuat orang senang !


"Oh, iya karena kamu sudah membeli oleh - oleh untukku maka..." belum selesai fani menyelesaikan ucapannya, rendi memotong.


"Bukan aku tapi mamaku !" ucap rendi memotong.


"Iya.. iya.. mau kamu kek, mau mamamu kek! ini aku ada ketoprak dua bungkus untuk kita makan ! kebetulan nenekku tidak bisa makan kacang - kacangan " ucap fani kesal.


ilmu apa sih yang dia punya, kok setiap omongan dari mulutnya selalu membuatku kesal !


Fani mengambil sendok dan piring. Dia membuka bungkus ketoprak untuknya dan untuk rendi.

__ADS_1


Rendi hanya melihat ketoprak itu dengan aneh.


"Makanlah !" ucap fani yang sudah bersiap menyantap ketoprak miliknya. Fani melahap ketoprak dengan lahap. Seketika suapannya berhenti karena melihat rendi tidak menyenggol ketoprak miliknya sama sekali.


"Kenapa tidak dimakan ? astaga, apa kau takut diracuni ?" tanya fani.


Rendi menatap wajah fani, ekspresinya datar.


"Apa nama makanan ini tadi ?" tanya rendi.


"Ketoprak" jawab fani.


"Bukankah ini gado - gado ?" tanya rendi lagi.


"Iya mirip sih tetapi bedanya kalau gado - gado dominan sayuran. Kalau ini cuma pakai bihun, tauge, ketupat dan tahu" ucap fani.


Rendi hanya diam dan masih tidak menyenggol ketopraknya.


"Eh, kenapa orang itu ada didekat mobilmu ? jangan - jangan mau mencuri spionmu !"ucap fani tiba - tiba sambil menunjuk keluar jendela.


Rendi refleks menoleh ke arah jendela. Dia bingung karena tidak ada orang disekitar mobilnya seperti yang dikatakan fani. Seketika dia berbalik menoleh.


"Tidak ada..."belum selesai rendi menyelesaikan ucapannya tiba - tiba fani menyodorkan sendok berisi suapan ketoprak ke mulut rendi yang sedang terbuka.


Fani tertawa terbahak - bahak. Tidak begitu dengan rendi yang lagi - lagi tercengang dengan tingkah yang dibuat fani.


Rendi mengunyah ketoprak dimulutnya. Setelah melihat rendi selesai mengunyah suapan yang pertama, lagi - lagi fani menyuapkan suapan ketoprsk yang kedua.


"Ak... pinter ! hahahaha " ucap fani yang memeperagakan mulutnya mengangap untuk menyuap rendi dan suapan itu berhasil masuk ke mulut rendi kembali.


Fani mengulanginya sampai 5 suapan dan dihentikan oleh rendi tiba - tiba.


Rendi memakan ketoprak itu dengan lahap sampai tidak menyisahkan sisa sedikitpun dipiringnya.


Hmm.. Lumayan juga


Batin Rendi.


"Hei, kau tidak diberi makan yah saat di Australia. Sepertinya kau sangat kelaparan !" ucap fani.


Rendi tidak menjawab.


"Sudah mau malam, aku mau pulang. Mana nenekmu ?" tanya rendi.


"Nenek mungkin lagi sibuk didapur membuat kue. Nanti aku sampaikan saja salammu" ucap fani yang mengantar rendi ke depan mobilnya.


Rendi mengangguk.


Mobilpun melaju pergi.


********


Nisa yang baru tiba di cafe neon, sibuk mencari meja yang sudah dibooking oleh riko.


"Apa sudah booking mbak?" tanya pelayan cafe itu.


"Hmm.. sudah" jawab nisa.

__ADS_1


"Atas nama siapa mbak?" tanya pelayan lagi.


"Atas nama riko" ucap nisa.


"Ooh.. Tuan riko. Mari kesini meja nomor 4" ucap pelayan itu.


Nisa duduk di meja itu sambil menunggu riko.


Tak lama rikopun datang.


"Hai, sudah lama ?" tanya riko.


"Barusan kok" ucap nisa.


"Kenapa kau mengajak aku makan disini ? harganya mahal - mahal tau!" sambung nisa.


"Kan aku sudah janji mau mentraktirmu" ucap riko.


Merekapun mulai memilih menu makanan. Pelayan dengan sigap menghidangkan makanan andalan cafe tersebut dan juga makanan pencuci mulutnya.


"Kamu bilang lokasimu tidak jauh dari sini memangnya kamu habis dari mana ?" tanya riko.


"Ayo tebak ??" ucap nisa.


"Tebak apa ??" ucap riko bingung sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Aku sudah mulai bekerja sekarang" ucap nisa.


"Oh iya ? selamat ya" ucap riko.


"Iya sudah 3 hari ini aku mulai bekerja" ucap nisa.


"Kerja dimana ?" tanya riko.


"Hmm.. ada deh rahasia. Akan aku beritahu kalau aku sudah menerima gaji pertamaku" ucap nisa.


"Aku akan mentraktirmu nanti" sambung nisa.


Riko menghentikan suapannya, dia tersenyum memandang nisa.


"Mengapa kau selalu membuatku penasaran ?" ucap riko.


Nisa bengong menatap riko, tidak mengerti arti ucapan riko.


Merekapun telah selesai menghabiskan makan malam.


"Bye riko ! aku pulang ya.. makasih buat traktirannya hari ini !" ucap nisa yang mau beranjak pergi dari kursinya meninggalkan riko.


Riko menahan tangan nisa. Riko memegang tangan kanan nisa, Nisa refleks berbalik menghadapnya.


"Mari aku antar pulang, bukankah kita sudah cukup dekat sekarang" ucap riko.


Deg !


Jantung nisa berdegup kencang. Nisa merasa dadanya berdebar. Matanya terus menatap riko.


Perasaan macam apa ini !

__ADS_1


# jangan lupa beri jempolmu ya readers untuk like episode ini ! kalau bisa vote juga ya ✌️ Makasih ya buat kalian yang selalu setia nungguin update cerita ini ! senang sekali membaca komentar - komentar kalian 😘


__ADS_2