Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
44. Melihat diriku


__ADS_3

# Jangan Lupa Like, Komen, dan Vote ya gaes.. 🙏 Saranghaeyo 😘


******************************


Jam menunjukkan Pukul 09.00 tepat, Fani sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Dia asyik mengetik laporan bulanan. Dia berfikir, setidaknya dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan bisa melupakan semua masalah yang terjadi.


"Fani, jadi gimana nih yang ulang tahun. Mau traktir apa ?" Tanya Zia.


"Aku dua porsi ya pokoknya !" Ucap Deka.


"Tapi pesan delivery aja ga apa - apa kan ?" Tanya Fani.


Aku sedang tidak ada mood buat keluar sekarang, apalagi buat makan !


"Yah, gak seru dong Fani !" Ucap Deka.


"Ya udah ga apa - apa Fan. Ini juga sih Deka namanya ditraktir kok kamu yang ngatur. Yang ulang tahun siapa coba ?" Tanya Zia.


"Iya mbak, saya lagi kurang enak badan soalnya. Kita pesan delivery aja ya buat ruangan kita" Fani berkilah.


Mereka lalu memilih makanan yang akan di delivery di komputer Fani.


"Ah, Deka. Aku ga suka makanan Jepang ! Yang lain aja deh !" Ucap Zia.


Fani tersenyum mendengarnya. Sedangkan Zia dan Deka masih sibuk mencari menu makanan yang akan di delivery nanti siang.


"Ada apa sih kalian ribut - ribut ?" Tanya mbak Tina yang baru keluar dari ruangan presdir.


"Nah, ini mbak Tinanya !" Seru Deka.


"Mbak Tina dari tadi kemana aja sih ? Dicariin dari tadi juga. Ini si Fani yang lagi ulang tahun mau traktir kita makan. Rencananya mau delivery aja. Mbak Tina mau pesan yang mana ?" Tanya Zia.


"Mbak ngikut aja deh. Samain aja menunya dengan yang kalian pilih" Ucap mbak Tina.


"Oh, ya.. Kalian tahu ga ? Tadi saat mbak masuk ke ruangan pak Vino buat minta tanda tangan mbak terkejut banget lihat mukanya pak Vino. Pak Vino yang biasanya rapi dan bersih. Hari ini tampilannya semerawut. Ada luka lebam di dahi dan pipinya. Bibirnya juga sedikit berdarah. Bajunya juga agak kotor" Ucap Mbak Tina.


"Ya Ampun.. Siapa yang berani merusak pipi mulus bos kesayanganku ! Apa Pak Vino habis ikut tawuran ?" Tanya Deka.


"Itu ga masuk akal Deka ! Memangnya Pak Vino kurang Kerjaan ikut tawuran segala. Mungkin Pak Vino habis kena begal kayaknya " Ucap Zia yang kelihatan serius berfikir.


"Sudah, Kalian berdua ini pikirannya benar - benar terlalu halu kayaknya. Sudah jangan dibahas lagi nanti kedengaran Pak Bos kan ga enak" Ucap Mbak Tina.


Fani yang mendengar cerita Mbak Tina jadi merasa tidak enak pada Vino.


"Teman - teman aku ke bawah sebentar ya !" Ucap Fani yang sudah bergegas mengambil dompetnya dan bersiap melangkah keluar.


"Fani mau kemana ? Ntar delivery ini siapa yang bayar kalau kamu pergi ?" Teriak Zia yang sempat - sempatnya.


"Sebentar aja kok, ke minimarket seberang jalan. Ada yang mau dibeli. Ntar aku naik lagi kok !" jawab Fani.


Fani membeli beberapa hansaplast, betadine, dan kapas. Dengan ragu dia mengetuk pintu ruangan Vino.


"Masuk !" Ucap Vino.


Fani masuk kedalam ruangan tersebut. Hanya ada Vino yang sibuk memeriksa laporan didalam ruangan itu. Melihat Fani datang, Dia menghentikan kegiatannya dan meletakkan pena itu diatas berkas.


"Ada apa kemari ?" Tanya Vino sambil melangkah menuju sofa.


"Ayo duduklah !" Ucap vino.


Fani duduk bersebrangan dengan Vino.


"Hmm.. Apa kau baik - baik saja ?" Tanya Fani.


"Seperti yang kau lihat. Keadaanku sedang tidak baik sekarang" Ucap Vino.


"Aku membeli betadine dan hansaplast untuk lukamu tadi. Sini aku pakaikan !" Ucap Fani.


Fani mengambil kapas yang sudah diberinya betadine. Dia menempelkan kapas tersebut di pelipis Vino. Setelah selesai memberi betadine pada lukanya Fani menempelkan hansaplast pada lukanya tetapi tangan Vino menahannya.


"Tolong.. Jangan seperti ini lagi. Ini membuatku semakin menyukaimu. Apa aku pernah bilang padamu, kalau aku menyukaimu ?" Tanya Vino pada Fani.


Fani terdiam. Badannya kaku. Tubuhnya seakan - akan tidak bisa bergerak, membatu. Perlahan Vino melepaskan tangannya yang telah memegang tangan Fani tadi.


"Sudah lama aku ingin mengatakan padamu kalau aku menyukaimu. Walaupun kau sudah punya pacar, setidaknya aku berfikir kau juga harus tau perasaanku yang sebenarnya. Tapi aku menahannya. Aku takut ini hanya akan membuat suasana menjadi canggung" Ucap Vino.


"Aku rasa sekarang aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Setiap kali Rendi membuatmu menangis aku merasa kesal. Aku merasa aku bisa lebih baik daripada Rendi yang terus membuatmu menangis" Ucap Vino.


Fani masih terdiam, perasaannya gugup bukan main.


"Fani tidak bisakah kau melihat diriku sedikit saja ?" Ucap Vino.


Fani menghela nafas panjang. Mencoba membuka suaranya.


"Maaf.. Tapi aku menyukai Rendi.." Ucap Fani terbata.

__ADS_1


"Aku tahu.. Maka itu, aku akan menunggu.. Menunggu sampai kau membuka hatimu untukku" Ucap Vino.


Fani menatap wajah Vino yang penuh keseriusan. Hatinya terenyuh mendengar pengakuan Vino. Tiba - tiba mbak Vira bagian resepsionis datang mengetuk ruangan Vino.


"Ya, ada apa Vir ?" Tanya Vino.


"Hmm.. Maaf Pak Vino saya mencari Nona Fani. Ada yang ingin bertemu dengan Nona Fani di lobby bawah" Ucap Mbak Vira.


"Siapa Mbak ?" Tanya Fani.


"Ibu Elvi namanya. Jadi gimana Fan, mau ditemuin di lobby bawah atau di suruh ke atas ?" Tanya Mbak Vira.


Ibu Elvi ? Siapa ya ?


"Suruh naik ke atas aja mbak. Ntar aku temuin di lobby ruangan kita" Ucap Fani.


*************


Sementara di Perusahaan Mandala Group. Rendi yang sudah mandi dan berpakaian kantor rapi baru tiba dikantor pukul sebelas siang. Dia langsung menuju ruangan dan mengecek setiap laporan yang sudah ada diatas mejanya.


Dia berhenti sejenak menandatangani berkas, dan meraih gagang telpon dimejanya.


"Nisa, tolong ke ruangan saya sekarang" Ucapnya.


Nisa mengetuk pintu ruangan Rendi. Terdengar teriakan dari dalam.


"Masuk !" Ucap Rendi.


"Duduk Nis !" Ucap Rendi menunjuk sofa.


Rendi berdiri dari kursinya menghampiri Nisa. Mereka duduk bersebrangan.


"Apa kau bisa menceritakan apa yang terjadi semalam kepadaku ?" Tanya Rendi.


"Menceritakan apa ? Kau yang tidak jadi datang dan mengirim foto berduaan dengan mantan kekasihmu di rumah sakit ?" Tanya Nisa.


"Aku punya alasan untuk itu. Dan itu tidak seperti yang kalian bayangkan. Ceritakan padaku mengapa Vino bisa tahu aku bersama Keyla semalam ? Apa dia ada disana semalam?" Tanya Rendi.


"Iya, Dia datang membawa kado untuk Fani. Kami sempat mengira yang datang itu Kau. Mengapa Kau melewatkan ulang tahun Fani ? Dan kenapa membuat temanku menangis ? Kasihan Fani.. Aku dan Dila sempat kewalahan menyuruhnya berhenti menangis !" Ucap Nisa kesal.


"Dan lagi kenapa repot - repot menyuruhku menyiapkan segalanya kalau nyatanya kau sendiri tidak datang semalam !" Sambung Nisa yang masih kesal.


"Aku benar - benar mau datang semalam Nis. Tapi Keyla mengancam akan bunuh diri. Mamanya memohon padaku untuk segera datang. Keyla adalah anak tunggal sedangkan papanya juga lagi sakit - sakitan sekarang. Hanya Keyla harapan mereka satu - satunya" Ucap Rendi.


"Aku memenuhi permintaan ibunya tidak lebih hanya rasa kemanusiaanku saja" Ucap Rendi.


Aduh rumit sekali hubungan mereka berdua ini. Benar - benar seperti benang kusut !


Tiba - tiba Nisa teringat sesuatu.


"Oh, iya. Aku mau mengembalikan kembali kartu black card ini padamu Ren. Fani tetap tidak mau menerimanya. Ditambah lagi masalah semalam" Ucap Nisa.


Rendi menghela nafas. Dia sudah bisa membayangkan betapa kecewanya Fani padanya.


Tiba - tiba ponsel Rendi berdering. Rendi menatap nama di layar ponselnya. Fahri menelponnya.


Aish.. !


"Hmm.." Ucap Rendi.


"Kenapa suara elo lesu banget Ren kayak orang kena penyakit tipes aja ?" Ucap Fahri.


"Hmm.. Ada apa ?" Tanya Rendi.


"Ngumpul yok, ditempat biasa !" Ucap Fahri.


"Aku lagi banyak urusan, ajak yang lain saja !" Ucap Rendi tidak bersemangat.


"Siapa ? Azzam ? Dia lagi bulan madu.. kagak pulang - pulang betah kayaknya disana, gak sekalian pindahan aja disana !" Ucap Fahri sambil tertawa.


"Sudah kalau begitu kamu ajak Riko sana !" Ucap Rendi.


"Dia juga ga bisa. Katanya kurang enak badan" Ucap Fahri.


"Anak itu bisa sakit juga rupanya" Rendi melirik Nisa yang ekspresinya sangat terkejut mendengar Riko sakit.


Sebuah ide muncul di kepalanya.


"Jadi si Riko sakit cacar ? Dirawat dimana ?" Tanya Rendi sambil kembali melirik Nisa.


Nisa mendengarkan dengan seksama.


"Apaan sakit cacar ? Dia cuma ga enak badan dan ga dirawat dimana - mana. Dia masih dikantornya dan masih menyempatkan kerja" Ucap Fahri yang tak paham maksud Rendi.


"Oh jadi walaupun sakitnya sudah parah tapi dia tetap ga mau dirawat dan masih sibuk kerja di kantornya ?" Ucap Rendi yang tak menghiraukan ucapan Fahri dan tetap berbicara semaunya.

__ADS_1


"Astaga, apa otakmu terbentur tembok barusan ? Males Aku ngomong sama orang yang ga nyambung ! Lain kali aku telpon lagi !" Ucap Fahri geram.


Rendi mematikan telponnya.


"Ehhh.. Apa Riko sakit ?" Tanya Nisa penasaran.


"Hmm.." Jawab Rendi


"Hmmm itu iya atau tidak ya ?" Tanya Nisa lemot.


"Iya !" Jawab Rendi kesal.


"Sakit apa ?" Tanya Nisa lagi.


"Sakit cacar tingkat akut !" Ucap Rendi asal.


"Astaga ! Sekarang dia di Rumah Sakit mana Ren ?" Tanya Nisa panik.


"Dia ga mau dirawat di rumah sakit. Dia masih kerja dikantornya. Katanya ada kerjaan yang ga bisa ditinggalin !" Ucap Rendi.


"Aduh anak itu gimana kalau tiba - tiba dia pingsan dikantor !" Ucap nisa cemas.


"Ren, aku permisi dulu ya. Ini sudah mau jam makan siang. Kalau gitu boleh ga aku izin keluar lebih dulu mau melihat keadaan Riko ?" Tanya Nisa.


"Hmm.." ucap Rendi.


Yeah.. berarti boleh kan !


"Makasih Ren, Aku izin keluar sekarang !" Ucap Nisa beranjak pergi meninggalkan ruangan Rendi.


Sementara Rendi tersenyum tipis, melihat Nisa pergi dengah wajah yang panik.


Riko.. Riko.. Kau berhutang besar kepadaku !


************


Sementara di Perusahaan Mandala Group.


Seorang ibu - ibu paruh baya. Menatap gadis yang duduk dihadapannya. Dia melihat dari atas sampai bawah penampilan gadis yang ada di depannya.


Jadi ini kekasih Rendi sekarang. Penampilannya berbeda sekali dengan Keyla. Hampir bertolak belakang 180 derajat.


"Perkenalkan saya mamanya Keyla" Ucap Mama Keyla.


Deg !


Jantung Fani berdetak mendengar nama Keyla. Kemarin anaknya membuat dia menangis, di ruangan ini. Apakah sekarang mamanya juga akan menyerangnya fikir Fani.


"Ibu minta maaf sebelumnya. Mungkin kamu kaget kenapa Ibu kemari. Ibu kesini atas permintaan Rendi" Ucap Mama Keyla.


Rendi ? Mau apalagi dia ?


Batin Fani.


"Dia minta tolong pada Ibu untuk menjelaskan alasannya tidak datang saat kamu berulang tahun semalam" Ucap Mama Keyla.


"Jadi dia meminta tolong pada Ibu ? Kenapa tidak dia sendiri saja yang datang menjelaskan !" Ucap Fani yang kesal pada Rendi.


Fani melirik Mama Keyla yang terkejut karena suara Fani yang mulai meninggi.


"Eehh.. Maaf Bu. Saya tidak bermaksud membentak Ibu. Maaf.. Saya hanya sedang kesal dengan Rendi" Ucap Fani.


Mama Keyla lalu tersenyum.


"Tidak apa - apa. Ibu mengerti perasaanmu. Siapa sih yang tidak marah saat orang yang kita paling harapkan kehadirannya di pesta ulang tahun kita malah tidak datang. Terlebih lagi dia datang karena menemui mantan kekasihnya dulu. Rendi bilang dia sudah coba menjelaskan padamu tapi kamu tidak mau mendengarkannya" Ucap Mama Keyla.


Oh, ya.. apa yang dikatakan mama Keyla memang benar aku memang marah - marah padanya tadi


"Tapi Rendi datang ke rumah sakit bukan karena ada tujuan lain. Dia kesitu atas permintaan Ibu. Anak Ibu, Keyla mengancam akan bunuh diri bila Rendi tidak segera datang saat itu. Dia tidak mau kemotrapi dan makan obat kalau Rendi tidak menemaninya malam itu. Semula Rendi menolak, tetapi karena Ibu terus memohon akhirnya Dia mau menolong Ibu" Ucap Mama Keyla.


Fani sedkit terkejut mendengar penjelasan Mama Keyla.


"Keyla anak Ibu satu - satunya. Tadinya sifat dia tidak seperti itu. Dia terlalu terobsesi pada Rendi. Dia tidak bisa menerima kalau Rendi sudah punya kekasih yang baru. Tapi Ibu akan memberikan pengertian padanya nanti" Ucap Mama Keyla.


"Rendi pasti sangat mencintaimu. Aku tidak pernah melihatnya seperti itu waktu Dia berpacaran dengan Keyla. Ketika Keyla ngambek atau mereka putus, Rendi tidak pernah meminta tolong pada ibu untuk membujuk Keyla. Dan kali ini dia memohon pada Ibu untuk menjelaskan semua ini padamu !" Ucap Mama Keyla.


Deg !


Fani merasa dadanya berdebar mendengar ucapan Mama Keyla barusan.


Apa iya yang dikatakan Mama Keyla ? Apa benar Rendi mencintaiku ?


Selama ini dia sudah mendengar dari banyak orang kalau Rendi mencintainya, Tetapi mengapa dia tidak pernah mendengarnya langsung dari mulut Rendi.


# Tidak henti - hentinya Author meminta Jempol kalian untuk meng- like, komen dan vote ya gaes.. Terima kasih buat apresiasi kalian.. kalau kata boboiboy, kalian "Terbaekkkk !" ✌😘

__ADS_1


__ADS_2