Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
13. Dia Kekasihku


__ADS_3

Hiruk pikuk pesta masih berlangsung. Fani dan Dila sedang mencari - cari keberadaan Nisa. Mereka berdua berdiri ditempat awal mereka janjian bertemu. Tiba - tiba yang dicari akhirnya datang juga.


"Dari mana kamu nis ? dari tadi dicariin juga !" tanya fani.


Aduh cerita ga ya tadi aku ketemu sama orang yang ngeselin. Ga ah, aku malu ceritain ke mereka kalau aku pernah bocor kelihatan orang. Apalagi laki - laki !


"Eh, bengong lagi ! " ucap dila geram.


"Sorry - sorry sudah lama yah kalian disini. Aku tadi habis makan ice cream, terus perutku agak mules jadinya ke toilet dulu deh " jawab nisa.


"Yaelah, memang kamu kan selalu gitu, habis makan ke toilet, habis makan ke toilet. Kan yang dimakan juga banyak. Hukum timbal balik lah" ledek dila.


"Apaan sih dila ! " balas nisa sedikit kesal.


Fani tersenyum melihat kelakuan dua temannya ini. Walaupun sering saling ledek tetapi kalau soal kesetiaan dalam berteman, mereka berdua tidak diragukan lagi.


"Eh, lihat deh itu kan pak rendi. Wow, aura presdir memang beda yah. Lihat banyak sekali orang - orang berkelas mengelilinginya. Baik wanita maupun laki - laki. Sepertinya mereka cari muka biar bisa menjalin kerjasama dengan Mandala Group " ucap dila.


Fani memandang dari kejauhan. Sorot matanya tajam.


"Kalian tunggu disini yah " ucap fani.


"Hei, Kamu mau ngapain fan ? " tanya nisa.


"Balas dendam ! " ucap fani menoleh ke belakang, ke arah nisa dan dila sambil mengedipkan mata sebelah kirinya.


"Sebenarnya dia mau ngapain sih dil ? " tanya nisa lagi.


Dila hanya menaikkan kedua bahunya tanda tak tahu.

__ADS_1


*******


Fani berjalan mendekat agar bisa mendengar apa yang diobrolkan oleh pak presdir dan para kolega perusahaan lainnya. Fani berpura pura mengambil minum dimeja yang tak jauh dari mereka agar tidak mencurigakan.


"Wah, Pak rendi ini bukan main. Masih muda tetapi bakat kepemimpinannya sudah matang sekali " ucap salah satu kolega rendi yang berasal dari perusahaan lain.


Cih ! Matang apaan yang ada dia semena - mena !


Fani sebal walaupun hanya mendengar perkataan seperti itu.


"Sudah Tampan, pekerja keras lagi. Dengar - dengar pak rendi belum punya pacar kan ? gimana saya jodohin dengan anak saya. Dia dokter di rumah sakit ternama, orangnya juga cantik " ucap koleganya yang lain.


"Wow, apa - apaan ini pak rudi sudah curi start duluan. Pak rendi ini saya mau jodohin dengan anak saya. Dia artis yang lagi naik daun sekarang. Banyak film yang dibintanginya. Yah, namanya artis pasti cantik dong " ucap bapak itu tak mau kalah.


Tiba - tiba semua wartawan datang mengerumuni gerombolan ini. Blitz - blitz kamera menyinari wajah pak rendi yang memang dari tadi jadi incaran wartawan untuk diwawancarai. Wajah tampannya dan postur tubuhnya semakin memancarkan cahaya.


"Bukankah kalian sudah mengambil gambar barusan. Mau bilang "tidak" juga percuma " ucap rendi


Suasana menjadi hening.


wow mulutnya masih pedas seperti biasanya !


Fani geram mendengarnya.


"Tapi karena ini ulang tahun mandala group, saya izinkan kalian mewawancarai saya dan mengambil gambar " sambung rendi diikuti senyuman dan tawa dari wartawan dan kolega lainnya.


"Sebelumnya selamat kepada mandala group yang lagi berulang tahun pada hari ini. Dibawah kepemimpinan pak rendi sebagai presdir perusahaan ini berkembang sangat pesat. Apa rencana kedepannya yang akan dilakukan oleh Mandala group? " tanya wartawan itu.


"Terima kasih atas ucapannya sebelumnya. Kedepannya Mandala group akan menambah cabang dan proyek lagi di beberapa propinsi di Indonesia" jawab pak rendi dengan penuh wibawa.

__ADS_1


"Maaf yang ini agak pribadi ya pak rendi. Dengar - dengar anda belum mempunyai kekasih saat ini dikarenakan sedang fokus mengurusi Perusahaan. Apakah itu benar ?" tanya wartawan itu.


"Tentu saja benar, pak rendi kan orang yang sangat konsisten dan tanggung jawab dengan pekerjaan. Karena itu dia mengesampingkan dahulu urusan asmara " ucap Pak rudi salah satu kolega perusahaan yang sedang cari muka.


"Wah benar - benar bertanggung jawab" bisik - bisik orang - orang disekelilingnya.


"Jadi pak Rendi apa benar anda belum memiliki kekasih saat ini dikarenakan ingin fokus pada perusahaan ? kami ingin mendengarnya langsung dari mulut anda " tanya wartawan itu.


"Iya ben..." Belum sempat rendi menjawab, tiba - tiba ucapannya terpotong oleh suara seorang perempuan.


"Sayangggg.. Maaf baru datang. Kenapa kamu ga jujur, bilang dong yang sebenarnya ke mereka kalau aku ini kekasihmu. Jangan ditutup - tutupi lagi" ucap fani sambil memegang tangan rendi.


Semua wartawan dan tamu - tamu undangan terkejut bukan main. Kilatan blitz kamera langsung fokus mengambil gambar Fani. Suasana hening seketika. Semua kelihatan tegang menunggu pernyataan rendi.


Yess!! Kamu mati gaya kan sekarang pak presdir yang terhormat ! Aku ingin lihat bagaimana kamu mengelak ? semua akan meragukan kata - kata "konsisten" dari dirimu mulai sekarang ! hahhaaha.


Tiba - tiba rendi membuka suaranya.


"Iya benar ini kekasihku ! " ucap rendi sambil memberikan kecupan di kening fani.


Semua orang terkejut. Ibu rendi yang melihat dari kejauhan juga tak kalah terkejutnya.


Fani terbelalak. Dia memandang rendi tanpa berkedip. Dia tak pernah berfikir akan mendapat umpan balik seperti ini. Badannya tiba - tiba lemas. Kakinya melangkah mundur. Kilatan blitz kamera tambah gencar mengambil gambarnya. Fani berlari meninggalkan kerumunan. Ada sedikit buliran air mata disudut matanya.


Mau bermain denganku ? Oke aku ladeni ! Batin Rendi.


"Nona Fani... Nona Fani.. " wartawan memanggil namanya ingin mengorek penjelasan lebih lanjut. Tapi nisa dan dila tak kalah sigap. Mereka cepat - cepat meraih tangan fani untuk memasuki lift turun ke bawah, menaiki mobil dan meninggalkan pesta tersebut.


# Makasih ya buat dukungan kalian. Jempol kalian memberiku semangat buat menulis lagi 😊

__ADS_1


__ADS_2