Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
34. Sejak kapan ?


__ADS_3

Fani sibuk membuka kotak bekal makanannya yang sudah disiapkan nenek. Gara - gara rendi menjemput terlalu pagi, fani tidak sempat sarapan lagi dirumah.


Dia bilang ada meeting pagi - pagi dikantornya. Haduh.. lagian kalau ada meeting dikantornya kenapa masih sempat menjemputku sih.. oh jangan - jangan dia sengaja ya mau mengerjaiku, biar aku kelabakan datang ke kantor ! haiss.. dia memang kurang kerjaan !


Fani yang asyik menyuap bekal nasi goreng bikinan nenek tiba - tiba terkejut oleh suara deka yang nyaring.


"Gila loh fan ! punya pacar presdir ga bilang - bilang" ucap deka heboh.


"Pacar siapa ? siapa yang bilang ?" ucap fani pura - pura ga ngeh.


"Halah.. jangan disembunyiin lagi deh fan.. semalam kita lihat kok dari jauh tangan presdir mandala group itu memegang bahumu di depan pak vino" ucap deka.


"Belum lagi tadi pagi mbak lihat didepan lobby, kamu diantar presdir mandala group itu" tambah mbak zia.


"Kalau aku jadi kamu fan, ngapain masih capek - capek kerja kalau sudah ada jaminan hidup yang hakiki !" ucap deka.


Fani bingung mau menjawab apa. Dia hanya tersenyum menanggapinya.


Hadeh.. andai kalian tahu itu hanya akting dan tak seindah yang kalian bayangkan !


Waktu menunjukkan pukul 2 siang, fani sibuk mengetik jadwal meeting untuk besok.


"Beres ! tinggal minta tanda tangan deh !" ucap fani.


"Mau kemana fan ?" tanya mbak zia.


"Mau ke dalam mbak minta tanda tangan sama pak vino" ucap fani.


"Mbak nitip ini ya, laporan dari bagian keuangan. Tadi mbak lupa masukinnya" ucap mbak zia.


"Oke mbak" ucap fani yang bergegas pergi.


Fani mengetuk ruangan presdir. Terdengar suara balasan dari dalam.


"Masuk !" ucap vino.


Fani masuk ke dalam ruangan.


"Siang, pak vino. ini ada jadwal meeting untuk besok yang harus bapak tanda tangani dan juga ada titipan dari laporan bagian keuangan" ucap fani.


Vino mengambil berkas - berkas tersebut dan menanda tanganinya dan meyerahkannya kembali kepada fani.


"Terima kasih, pak !" ucap fani yang beranjak pergi.


Tiba - tiba langkah kakinya terhenti gara - gara, vino memanggilnya.


"Fani, kamu dan rendi sudah kenal berapa lama ?" tanya vino.


"Hmm.. kenapa memangnya pak ?" tanya fani heran.


"Aku hanya terkejut rendi sudah bisa move on dari keyla sekarang !" ucap vino.


Lagi ? Kenapa setiap orang yang mengenal rendi selalu mengatakan hal yang sama seperti ini ?


"Kau juga mengenal keyla ?" tanya fani.


"Tentu saja. dia teman satu kelasku !" ucap vino.


"Dia juga kuliah di tempat yang sama dengan kalian ?" tanya fani.


"Iya. Tapi bedanya dia tinggal bersama orang tuanya disana. Karena papanya bekerja di kedutaan " ucap vino.


"Keyla Veronika, dia bisa dibilang bunga kampus di fakultas bisnis dan manajemen. Waktu itu dia berpacaran dengan rendi. Selama pacaran mereka memang sempat putus nyambung. Tetapi semua orang di kampus itu tau, mau berapa kalipun mereka putus mereka akan tetap balik lagi menjalin kasih. Tidak ada kesempatan untuk orang lain menyela. Entah kenapa sewaktu lulus kuliah, keyla memutuskan rendi. Kali ini ternyata berbeda, mereka tidak pernah balikan lagi. Rendi sempat memohon kepada keyla untuk balikan lagi. Tapi ditolak mentah - mentah oleh keyla" ucap vino.


huft.. orang seperti rendi bisa juga memohon ? kenapa aku sekarang merasa sangat iri dengan sosok keyla itu..


"Makanya aku heran melihat rendi bilang kau itu kekasihnya. Karena setahuku 3 tahun dia putus dari keyla dia tidak pernah terdengar pacaran dengan siapapun " ucap vino.


"Tapi sepertinya...." vino tidak meneruskan ucapannya.


"Sepertinya apa ?" ucap fani terbata.


"Rendi benar - benar menyayangimu ya " ucap vino tersenyum tipis.


Apa ini lelucon..! entah dari sudut pandang mana vino melihatnya. Tetapi yang kalian lihat itu hanya akting !


Fani hanya tersenyum rancuh menanggapi ucapan vino.


"Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi, saya mohon keluar ya pak" ucap fani.


"Iya silahkan" ucap vino.


Keluar dari ruangan itu fani merasa sangat lega. Entah kenapa dadanya terasa sesak ketika vino menceritakan tentang keyla.

__ADS_1


Fani kembali duduk di meja kerjanya.


Keyla.. siapa gadis itu.. bisa membuat orang seperti rendi memohon. Pasti rendi sangat mencintainya. Pasti gadis itu yang dimaksud rendi sewaktu kami membuat perjanjian. Keyla.. kalau tidak salah tadi, vino bilang namanya keyla veronika kan ?


Fani mengetik nama keyla veronika di layar komputernya. Keluar informasi biodata mengenai keyla.


Ternyata Keyla adalah supermodel terkenal baik di Indonesia maupun di inggris. Dan sudah merintis karirnya sejak Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Karena pekerjaan orangtuanya dia terpaksa ikut pindah ke Inggris. Dia juga pintar bermain alat musik piano. Kemampuan akademiknya juga tak kalah cemerlang.


Dan, astaga.. !! apa dia malaikat ?? fotonya cantik sekali.. Sempurna sekali, wajar kalau rendi tergila - gila padanya. Huft ..


Eh, kenapa aku jadi sedih sih.. ingat fani kamu hanya pacaran settingan dengannya !! jangan terbawa suasana !


Tiba - tiba handphone fani berdering. Rendi mengiriminya pesan whatsapp.


Pulang jam berapa nanti ?


Fani membalas pesan rendi.


Seperti biasa


Rendi kembali membalas pesan.


Oke, nanti aku jemput !


************


Sementara, di mandala group jam sudah menunjukkan waktu pulang. Nisa mulai memesan taksi online agar sewaktu turun kebawah, dia tidak terlalu lama menunggu di lobby.


"Aduh ini kenapa sih ! kok aku ga bisa - bisa pesan taksi online" tanya nisa pada wina.


"Gimana mau pesan nisa, orang drivernya pada kompak demo. Baik mobil maupun ojek onlinenya juga ga bisa di order hari ini !" ucap wina.


"Yah, jadi aku naik apaan dong ?" teriak nisa.


"Ga tau deh.!" ucap wina.


kalau saja mama sama papa ga lagi keluar kota ada sepupu yang nikah, aku pasti sudah minta jemput papa, huft..


Nisa keluar dari gerbang perusahaan mandala group mencari ojek yang biasa mangkal di ujung jalan. Jarak yang lumayan dari kantornya.


Dia berjalan menyusuri jalan dengan sepatu haknya. Tiba - tiba segerombolan preman menghalangi jalannya.


"Wuiss, cewek cantik bos !" ucap salah satu preman itu.


Nisa ketakutan setengah mati. Apalagi salah satu preman itu mau mencoba memegang bahunya, tapi tiba - tiba sebuah tangan yang kekar menepisnya.


"Hentikan, jangan berani menyentuhnya !" ucap riko.


"Hahaha, memang kamu siapanya berani memerintah kami menjauhinya !" ucap salah satu preman.


"Aku pacarnya ! memang kalian mau apa hah ?"


Mendengar riko menyebutkan dirinya pacar nisa. Para preman itu berlari meninggalkan riko dan nisa.


"Pacar ?" nisa mengulangi kata - kata riko.


"Oh ya ? Sejak kapan ?" tanya nisa lagi.


"Sejak hari ini, kalau boleh" ucap riko seraya tersenyum.


Deg !


Hati nisa berdebar - debar.


"Ayo kita bicara sebentar, aku sudah seperti orang gila menunggu kau mengangkat telponku" ucap riko.


Mereka akhirnya memutuskan untuk bicara di warung sate langganan nisa.


"Aku tahu, aku salah tidak memberi tahumu lebih awal. Tetapi kau benar - benar tidak memberikanku kesempatan saat itu. Kau terus berbicara tanpa henti. Aku tidak bisa menyela sama sekali. Aku benar - benar minta maaf " ucap riko.


Nisa menghentikan suapannya. Dia menelan slavinanya seolah - olah akan mengatakan hal yang berat.


"Aku sudah kapok dibohongi. Aku trauma akan masa laluku yang dibohongi oleh seorang laki - laki yang mendekatiku hanya untuk memperoroti materiku saja. Jadi aku trauma akan bentuk kebohongan, baik apapun itu. Tetapi setelah mendengar penjelasanmu tadi aku bisa memaklumi keadaanmu waktu itu. Aku memaafkanmu" ucap nisa tersenyum.


Riko ikut tersenyum mendengarnya.


Nisa melanjutkan makannya kembali.


"Tapi mengenai kata - kataku tadi, aku mohon kau mempertimbangkannya" ucap riko.


"Kata - kata yang mana ?" tanya nisa.


"Memintamu menjadi pacarku" ucap riko tanpa basa - basi.

__ADS_1


Nisa yang sedang meminum es jeruk jadi keselek mendengarnya.


"Kenapa kau ingin aku menjadi pacarmu ? Ooh.. kau ingin mengambil alih perusahaan papaku ya ? atau kau juga ingin memperoroti uangku saja ?" tanya nisa polos.


Riko tertawa terbahak - bahak.


"Kau sendirikan yang bilang kalau papamu hanya punya perusahaan kecil. Apakah itu berpengaruh untuk raksasa companyku ?"


"Oh ya, jadi karena apa ?" tanya nisa kesal karena riko bilang perusahaan ayahnya tak berpengaruh.


"Karena aku menyukaimu !" ucap riko.


Deg ! ah, lagi - lagi hatiku berdebar !


Batin nisa.


"Aku menyukai tingkah polosmu, sifatmu, semua yang ada padamu" ucap riko.


"Huft.." nisa mengambil nafas panjang.


"Tapi aku...." ucap nisa.


"Kau tak perlu menjawabnya sekarang. Kau bisa memikirkannya dahulu. Tapi yang kau perlu tahu aku serius dengan kata - kataku" ucap riko.


"Aku akan menunggu" ucap riko.


Hati nisa tersentuh. Dia merasa riko sangat tulus mengatakannya. Mata nisa berkaca - kaca mendengar kata - kata riko barusan.


Tiba - tiba suara yang sangat mereka kenal terdengar menyapa mereka.


"Nisa ? Riko ?" ucap fani yang sangat terkejut melihat keduanya.


Fani yang baru datang berdua dengan rendi yang mencari makan malam dikejutkan dengan kehadiran dua sahabat mereka yang satu meja.


Fani dan rendi mengambil kursi duduk tepat di sebelah mereka. Mereka duduk saling berhadap - hadapan.


"Kalian pacaran ?" tembak fani langsung.


"Tidak" jawab nisa.


"Iya" ucap riko.


Fani bingung mengerenyitkan dahinya.


"Jadi yang mana yang benar nih ?" ulangi fani lagi.


"Kalau sekarang belum. Tapi aku sudah menyatakan cintaku pada nisa tadi. Aku sedang meminta nisa mempertimbangkannya sekarang" ucap riko tidak mau menutupinya lagi.


Nisa tertunduk.


Fani shock mendengarnya. Rasa tak percaya pada riko terus berkutat dipikirannya. Selama makan dia terus mengawasi riko dan nisa. Mereka berempat makan dalam keheningan.


Ingin rasanya aku bertanya panjang lebar pada nisa. Kok dia bisa kenal sih sama riko ? bukannya teman - teman rendi menyebut dia playboy ! arghh.. pokoknya aku harus cari tahu tentang mereka berdua. Jangan sampai riko hanya mempermainkannya saja. Weekend nanti aku bakal ajak dila dan nisa kumpul buat interogasi nisa !


*********


Seusai makan, mereka berpisah. Riko mengantar nisa pulang kerumahnya. Sedangkan fani seperti biasa diantar oleh rendi.


Didalam mobil, fani sudah tidak sabar bertanya pada rendi yang lagi menyetir.


"Ren, jangan bilang kamu ga tahu kalau temanmu mendekati nisa ?" tanya fani.


"Hmm.." jawab rendi.


"Dan kau tidak memberitahuku ?" tanya fani lagi.


"Aku juga baru tahu kemarin, sewaktu perusahaan riko bekerjasama dengan perusahaanku. Sewaktu meeting mereka memang menunjukkan gelagat aneh. Seperti sudah saling kenal sebelumnya" ucap rendi.


"Apa riko playboy sama seperti fahri ?" tanya fani.


"Tentu saja beda. Fahri walau sudah punya pacar tetap mencari yang lain lagi tetapi kalau riko setahuku kalau sudah punya pacar tidak pernah mencari yang lain lagi" ucap rendi.


"Ah, tentu saja kau temannya. Kau pasti membelanya. Aku takut sekali riko hanya mempermainkan nisa. Diakan presdir pasti bisa mendapatkan cewek yang lebih dari nisa. Dia pasti hanya bermain - main dengan nisa" ucap fani berapi - api.


"Lagian kenapa kau mengurusi masalah nisa dan riko sih ! mereka bukan anak kecil lagi. Lagipula mereka juga tidak usil mengurusi masalah kita kan ?" ucap riko.


"Wajar aku khawatir pada nisa dia sahabatku. Aku takut dia memakai perasaannya pada riko. Kalau kita kan beda. Memang tidak ada perasaan satu sama lain !" ucap fani.


Tiba - tiba raut wajah rendi terlihat sangat kesal. Dia menekan gas mobil sekuat tenaga. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Fani ketakutan setengah mati. Sekilas dia melirik rendi yang wajahnya penuh dengan amarah. Fani berpegangan pada safety belt.


Astaga !! dia ini kenapa lagi sih ? marah ? karena apa? karena aku menjelekkan temannya ? atau karena apa ? Oh, Tuhan.. dimana kata - kataku yang salah !!!


# jangan lupa like, komen dan vote ya gaes.. 😁 dan untuk teman - teman yang minta visualnya mohon maaf ya 🙏 Setelah membaca beberapa komentar readers , author sepertinya tidak bisa memberikan visual tokoh - tokohnya. Karena takut tidak sesuai dengan bayangan readers dan takutnya mempengaruhi readers dalam membaca novel ini. Tolong dibayangkan saja visualnya sesuai tingkat hayalan readers masing - masing ya... 🙏😊✌ Dukungan kalian, semangatku.. 😘*

__ADS_1


__ADS_2