
Jangan lupa memberi dukungannya buat novel ini ya, dengan cara Like, Vote dan Komen.. Makasih 🙏
Happy Reading Gaes..... 😘
*****************************
Weekend, Hari surgawi bagi para pegawai, pelajar dan pekerja lainnya yang sudah beraktivitas selama lima hari penuh dalam seminggu. Karena di hari inilah mereka dapat beristirahat, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, serta menyempatkan mengerjakan pekerjaan rumah yang tidak bisa dilakukan pada jam sekolah atau jam kerja.
Nisa, Fani dan Dila. Tiga sekawan yang memang selalu menyempatkan untuk bertemu paling tidak sekali dalam sebulan, Hari ini berencana mengumpul di rumah Fani.
Nisa yang sudah dijemput oleh oleh Dila sekarang sudah berdiri cantik didepan pintu rumah Fani. Mereka mengetuk pintu beberapa kali sampai pada akhirnya pintu terbuka juga. Nenek Fani yang sudah berdiri dihadapan mereka, terkejut dengan kedatangan Nisa dan Dila.
"Eh, Nisa dan Dila. Apa kabar ? Sudah lama sekali ga main ke sini" Ucap Nenek yang membukakan pintu.
Nisa dan Dila langsung memeluk Nenek Fani.
"Nenek... !" Ucap Nisa dan Dila berbarengan. Mereka berdua langsung memeluk Nenek.
"Kami sibuk bekerja Nek. Paling weekend kayak gini baru bisa kumpul bareng" Ucap Nisa.
"Nek, Fani dimana ?" Tanya Dila.
"Fani barusan aja masuk kamar. Tadi barusan selesai bantuin nenek buat kue. Ayo masuk aja ke kamarnya" Ucap Nenek.
"Oh, Ya. Makasih Nek" Ucap Dila.
Ketika membuka pintu kamar, Nisa dan Dila mencari keberadaan Fani di kamarnya. Ternyata yang punya kamar sedang asyik bergelung dibawah selimut kasurnya.
"Hei ! Ngapain kayak kepompong gini !" Tanya Nisa.
Mendengar suara Nisa, Fani mengeluarkan kepalanya dari dalam selimut.
"Kalian ?" Ucap Fani bingung melihat Nisa dan Dila yang tiba-tiba muncul dikamarnya.
"Nah, Mata Elu kenapa Fan ?" Tanya Dila.
"Emang kenapa matanya Nisa ?" Tanya Nisa pada Dila.
"Matanya sembab cuy !" Ucap Dila.
"Elu kenapa Fan ? Habis nangis ? Ada masalah ya ?" Tanya Nisa yang sudah duduk di atas kasur memegang pundak Fani.
Fani mengangguk.
"Kalau gitu Elu harus cerita sama Kita apa masalahnya ! Siapa tahu dengan cerita bisa berbagi beban dan buat hatimu plong Fan !" Ucap Dila.
Semula Fani ragu dan bingung harus memulai dari mana. Tetapi Dia merasa tidak ada yang perlu ditutupi lagi sekarang.
"Sebenarnya ada hal yang aku sembunyikan pada kalian selama ini. Sudah lama sih Aku ingin bercerita, tetapi karena ada perjanjian yang mengikat Aku tidak bisa. Sebenarnya aku dan Rendi hanya berpura-pura pacaran selama ini !" Ucap Fani.
Mata Dila dan Nisa terbelalak. Alangkah terkejutnya Mereka mendengar pernyataan itu yang langsung keluar dari mulut Fani.
"Ya, Hubungan kami hanya sebatas settingan. Aku bersedia menjadi Pacar pura-puranya pada saat itu karena hutang budi padanya, Yang telah membiayai operasi nenek sewaktu nenek kecelakaan" Sambung Fani
"Jadi Rendi donatur yang dimaksud pihak Rumah Sakit waktu itu ?" Tanya Dila.
Fani mengangguk.
"Bodohnya Aku yang terlalu menghayati peranku sebagai pacar settingannya, membuat Aku benar-benar jatuh cinta kepadanya" Ucap Fani.
"Lalu bagaimana dengan Rendi apa Dia mencintaimu ?" Tanya Nisa.
"Entahlah, Aku masih ragu. Dia tidak pernah menyatakan perasaannya padaku. Dia tidak pernah bilang kalau Dia mencintaiku" Ucap Fani.
__ADS_1
"Kalau begitu Kau jadian dengan Vino saja. Yang jelas-jelas kau tahu perasaannya. Dia kan pernah menyatakan perasaannya padamu waktu itu" Ucap Dila.
Fani menggeleng.
"Tapi yang Aku sukai Rendi, Bukan Vino" Ucap Fani
"Aduh, Fani ! Kenapa Kau yang jatuh cinta padanya ? Seharusnya Dia yang Kau buat jatuh cinta padamu" Ucap Dila.
Fani diam tertunduk.
"Atau jangan-jangan Rendi sukanya sama Keyla. Soalnya sebelum berita Keyla meninggal, berita gosip di televisi akhir-akhir ini selalu menampilkan berita tentang mereka yang datang berdua ke pesta dan ke pameran seni. Jujur Aku sempat kesal pada Rendi waktu itu !" Ucap Nisa.
"Aku tadinya juga sempat berpikir sepertimu Nis. Aku kira Rendi ingin kembali kepada Keyla. Tetapi, Ketika Mama Keyla datang ke kantorku. Dia menjelaskan padaku bahwa alasan Rendi menemani Keyla ke Pesta dan Pameran Seni waktu itu untuk melindungiku dari ancaman surat perjanjian yang berada ditangan Keyla. Dan Mama Keyla juga bilang kalau Rendi menyukaiku" Ucap Fani.
"Tapi jujur Aku benar-benar malu menemui Rendi walaupun hanya sekedar meminta maaf. Karena Aku telah bilang padanya untuk jangan berhubungan lagi denganku. Disamping itu Aku juga masih ragu tentang perasaannya padaku. Aku benar-benar bingung sekarang !" Ucap Fani.
"Oh, Itu seperti masalahku dengan Riko kemarin. Tapi Aku tidak malu meminta maaf padanya. Bahkan Aku meminta Riko balikan" Ucap Nisa polos.
"Itu karena Kau yakin Riko memang menyukaimu. Riko kan memang ada perasaan padamu" Ucap Fani.
Terlihat raut wajah Fani yang sangat muram saat mengatakan itu.
"Fani jangan sedih gitu dong. Kami jadi ikutan sedih lihat Fani kayak gini" Ucap Dila.
Tiba-tiba Dila teringat sesuatu.
"Oh, Iya Nis. Katamu di pesan whatsapp tadi mengajak kita ngumpul ada hal penting yang mau diomongin" Tanya Dila.
"Hal penting Apa ?" Tambahnya.
"Hmm.. Riko melamarku. Sebentar lagi Aku akan melangsungkan pernikahan dengannya" Ucap nisa malu-malu.
"Apa ?" Ucap Nisa dan Fani berbarengan.
Nisa tersenyum.
Dia mengambil tangan Fani dan meraih jemarinya.
"Kau juga harus bahagia Fani. Jangan larut dalam kesedihan" Ucap Nisa.
Fani mengangguk.
"Hei, Kau pikir temanmu cuma Fani saja ?" Ucap Dila tidak terima namanya tidak disebut.
"Iya, Iya.. Kau juga Nyonya cerewet ! Pokoknya teman-temanku juga harus bahagia" Ucap Nisa tersenyum lebar.
Merekapun tertawa lepas dan saling berpelukan satu sama lain.
************
Jam sudah menunjukkan pukul 12 : 00 Siang, Terdengar bunyi klakson mobil didepan rumah Fani.
Tiba-tiba ponsel Nisa berdering. Nisa mengangkat teleponnya.
"Halo, Sayang aku sudah di depan ya" Ucap Riko.
"Ok, Aku keluar sekarang. Tunggu bentar ya Aku pamit dulu" Ucap Nisa mematikan telepon.
"Teman-teman Aku duluan ya, Soalnya Aku dan Riko sudah ada janji dengan teman Riko, yang mempunyai wedding organizer" Ucap Nisa.
"Iya deh yang calon manten" Ledek Dila.
Nisa berpamitan dengan Nenek Fani dan kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
Riko yang bersender di samping mobilnya menganggukan kepalanya tanda menyapa begitu melihat Dila dan Fani yang mengantar Nisa sampai depan pintu.
Nisa berjalan menghampiri Riko.
"Sudah acara kumpul-kumpulnya ?" Tanya Riko sambil mengelus pucuk kepala Nisa.
Nisa mengangguk.
"Sayang, Kasihan deh lihat Fani. Dia kelihatan sedih sekaligus bingung mau berbuat apa buat menghadapi masalahnya sekarang" Ucap Nisa.
"Memang apa masalahnya ?" Tanya Riko.
Nisa menceritakan semua yang diceritakan Fani tadi pada Riko. Kekasihnya itu tampak terkejut mendengar penuturannya.
"Settingan ?" Ucap Riko mengulangi kata-kata Nisa.
Nisa mengangguk.
"Jadi Fani menyukai Rendi juga ? Rendi malah mengira Fani lebih memilih Vino darinya" Ucap Riko.
Riko tampak terlihat berpikir.
"Oh, Jadi hanya karena itu mereka berdua tidak dapat bersama ?" Ucap Riko lagi.
"Kok hanya sih sayang ? Kalau maslahnya cuma hanya mereka ga mungkin saling menjauh kayak gini kan ?" Ucap Nisa.
Riko tersenyum.
"Ini cuma sekedar masalah salah paham saja kan ? Aish, Rendi memang kurang ahli dalam hal beginian. Sini Aku yang turun tangan !" Ucap Riko.
Riko mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetik sesuatu. Ia lalu seperti menunggu sebuah balasan pesan yang dia ketik tadi.
"Oh, Jadi Kau ahlinya ya dalam hal beginian ? Jadi sudah berapa karung wanita yang masuk ke perangkapmu ?" Tanya Nisa kesal.
Riko tertawa.
"Kenapa Kau malah tertawa ?" Tanya Nisa yang sudah mulai gondok.
"Jarang sekali melihatmu cemburu seperti ini" Ucap Riko sambil mengelus pucuk rambut Nisa.
Wajah Nisa memerah malu.
"Aku tidak cemburu, Aku hanya kesal" Ucap Nisa.
Drtt.. drttt..
Tiba-tiba ponselnya berdering. Riko tersenyum membaca balasan pesan yang dia kirim.
"Kebetulan sekali !" Ucapnya.
"Ayo sayang kita sampirin Fani sekarang" Ucap Riko yang sudah menarik lengan Nisa.
"Memang Kamu mau ngapain sayang ?" Tanya Nisa kebingungan.
Riko menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah kekasihnya itu.
"Mau menyatukan hati yang retak !" Ucap Riko yang tersenyum lebar.
# Makasih ya buat kalian yang masih setia nungguin updatenya novel ini.. Selalu minta dukungannya ya gaes.. Saranghaeyo 😘
Jangan lupa juga ya mampir ke novel "Akibat Sandiwaraku" punya temanku @mamika
__ADS_1