Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
57. Aku Mohon Jangan !


__ADS_3

Jangan lupa memberi dukungan kalian pada novel ini dengan cara Like, Komen dan Vote ya 🙏


Happy Reading Gaes 😘


*****************************


Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Semua pegawai yang bekerja di Samudra Group sudah bersiap-siap Pulang.


Terkecuali Fani yang masih lembur membuat laporan bulanan yang sudah deadline. Karena keluar dari kantor menjenguk Papa Rendi siang tadi, membuat Fani meninggalkan beberapa pekerjaan kantor yang memang harus dibuat dan diberikan pada Vino hari ini juga.


Tiba-tiba Vira, Pegawai yang bertugas menjaga meja resepsionis datang menghampirinya.


"Fani belum pulang ya ?" Tanya Vira yang melihat ruangan itu sudah kosong oleh pegawai lainnya yang baru saja pulang.


"Eh, iya Vir masih ngerjain laporan. Deadline soalnya. Kamu juga belum pulang ?" Tanya Fani.


"Aku sudah mau pulang ini, Tapi tadi resepsionis dibawah bilang Pacar Kamu datang mencarimu. Dia menunggu di bawah menjemputmu" Ucap Vira.


Pacar ? Bahkan itu terdengar geli ditelingaku saat ini ! Ya Ampun, Vira.. Dia bukan pacar pura-puraku lagi sekarang..


"Eh, Fan gimana ? Mau di bilang apa nih sama resepsionis di bawah ?" Tanya Vira


"Bilang aja Aku lagi lembur Vir dan Dia suruh pulang duluan aja" Ucap Fani yang benar-benar menemukan alasan yang tepat untuk tidak menemui Rendi.


"Oh, Ok Fan !" Ucap Vira.


Setelah berkutat di depan layar komputer cukup lama, Akhirnya Fani berhasil mengerjakan laporan yang diminta Vino.


Dia mengantarkan laporan tersebut ke dalam ruangan Vino. Vino yang sedang sibuk mengecek berkas-berkas laporan menghentikan kegiatannya begitu Fani masuk.


"Vin, Ini laporannya ya.. Sudah clear semua kok" Ucap Fani sambil menyerahkan map yang berisi laporan tersebut.


Vino langsung menyambutnya dan mulai meneliti satu demi satu isi di dalam laporan tersebut.


"Ok, Good Job Fani !" Ucap Vino, sambil menandatangani laporan Fani.


"Kalau begitu Aku permisi pulang ya Vin. Semuanya juga sudah beres" Ucap Fani.


"Sebentar...." Ucap Vino.


"Kamu baik-baik saja kan Fan ? Tadi Aku lihat semenjak pulang dari istirahat makan siang, Kamu nampak sedih" Tanya Vino.


"Aku baik-baik saja kok. Ga ada apa-apa. Kamunya aja yang terlalu berlebihan melihatnya" Ucap Fani dengan senyum dipaksakan.


"Baiklah, Kalau gitu aku antar ya ! Soalnya ini sudah malam" Ucap Vino sambil melirik Jam di dinding ruangannya.


Fani ikut melirik jam diruangan tersebut.


"Ga usah Vin. Masih jam tujuh malam juga. Jalanan masih ramai banget kok" Elak Fani.


"Oh, Ok kalau begitu" Ucap Vino yang tidak ingin memaksa.


Fani lalu keluar dari ruangan Vino dan bersiap berkemas-kemas untuk pulang.


Fani turun menggunakan lift. Ketika pintu lift terbuka, Fani sangat terkejut melihat sesosok laki-laki yang telah duduk di kursi lobby. Sosok yang sangat dikenalnya.


"Kenapa Kau ke sini lagi ?" Tanya Fani yang sudah berjalan mendekati Rendi.


Rendi berdiri dari duduknya.


"Jadi Kau menungguku dari tadi ?" Tanya Fani.


"Bagian Resepsionis bilang, Katanya Kau lembur. Jadi Aku menunggumu dari sore tadi" Ucap Rendi.

__ADS_1


"Ada perlu apa Kau mencariku lagi ? Bukankah sudah jelas seperti yang kubilang.. Kita sebaiknya tidak usah bertemu lagi. Perjanjian diantara Kita sudah berakhir. Aku bukan Pacar Settinganmu lagi. Aku tidak ingin melihatmu lagi" Ucap Fani panjang lebar.


"Lagipula, Sebaiknya Kau kembali ke Rumah Sakit untuk menjaga kekasihmu itu !" Ucap Fani.


Mereka berbicara sambil berdiri dan saling berhadapan. Untung saja ini sudah lewat jam pulang kantor, Jadi lobby memang sudah sepi dan hanya ada security yang berjaga di depan pintu kantor.


"Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu Fan. Aku tidak ingin kesalahpahaman ini berlarut-larut untuk kita berdua. Aku benar-benar tersiksa saat Kau berfikir yang tidak-tidak tentang diriku" Ucap Rendi.


"Keyla sudah meninggal sore tadi. Berita ini belum diangkat ke publik karena Ayah Keyla membungkam wartawan agar tidak mengambil gambar dan berita di saat mereka lagi berduka dan sibuk mengurus pemakaman Keyla. Besok para Wartawan baru diperbolehkan memuat berita ini" Ucap Rendi.


Fani sempat terhenyak begitu mendengar berita kematian Keyla.


"Oleh karena itu Kau datang ke sini ? Karena Keyla telah meninggal jadi Kau datang lagi kepadaku. Aku hanya cadangan kan ?" Ucap Fani.


"Bukan seperti itu ! Kenapa Kau berpikir terlalu jauh !" Ucap Rendi kesal.


"Kau pikir Aku seperti persinggahan ? yang bisa kau datangi kapan saja kalau kau ingin. Tidak Ren.. Aku tidak ingin dipermainkan olehmu lagi. Sudah Cukup, Aku Muak !" Ucap Fani yang tiba-tiba berurai air mata.


"Keluar dari sini sebelum aku berteriak" Ucap Fani.


"Aku tidak mau !" Ucap Rendi.


"Keluar atau aku benar-benar akan menelepon polisi !" Ucap Fani.


"Aku tidak peduli ! Aku akan tetap disini !" Ucap rendi.


"Tolong pergi.. Aku butuh sendiri saat ini.." Ucap Fani terisak.


Ah, lagi-lagi air mata itu. Aku ingin sekali mengusap air matamu. Tetapi mengapa Kau begitu membenciku..


Batin Rendi.


Tanpa Mereka berdua sadari, Dari tadi ada sepasang mata yang menatap mereka berdua intens. Vino yang tanpa sengaja telah mendengarkan obrolan mereka sedari tadi datang menengahi.


"Cih ! Brengs*k ini. Ini bukan urusanmu ! Mengapa Kau selalu ikut campur urusanku dan Fani !" Ucap Rendi.


"Karena Aku menyukai Fani !" Ucap Vino.


"Kau ! Beraninya Kau bilang itu dihadapanku !" Ucap Rendi yang lengannya sudah menarik kerah baju Vino.


Vino yang ikutan kesal juga meraih kerah baju Rendi dan menariknya.


"Kenapa Kau selalu membuat Fani menangis ?" Ucap Vino geram.


Rendi yang sudah siap mengepalkan tangan langsung berhenti oleh teriakan Fani.


"Hentikan !" Ucap Fani sambil mendorong tubuh Rendi.


"Kau membelanya ? Kenapa Kau membela bedebah ini ! Apa kau juga menyukainya ?" Teriak Rendi.


"Siapa yang Kau bilang bedebah ? Dia jauh lebih baik darimu. Setidaknya Dia tidak pernah membuatku menangis" Ucap Fani.


"Sekarang lebih baik Kau menjauh dariku. Aku benar-benar tidak ingin melihatmu lagi" Ucap Fani sambil berurai air mata.


Dengan berat hati Rendi keluar meninggalkan Samudra Group.


Sebenarnya Rendi tidak ingin meninggalkan Fani dengan keadaan seperti itu. Dia tetap ingin berusaha menjelaskan semuanya pada Fani. Tetapi melihat kondisi Fani yang terus mendesaknya untuk pergi denga wajah yang penuh air mata, Membuat Rendi mengendurkan langkahnya.


"Aku akan mengantarmu pulang" Ucap Vino.


Fani mengangguk.


Vino mengemudikan mobil sport mewahnya menuju Rumah Fani. Sesekali Dia melirik sekilas gadis yang duduk disebelahnya. Dia masih melihat Fani masih menangis tersedu-sedu sambil sesekali mengelap air matanya.

__ADS_1


Merekapun tiba ditujuan. Fani turun dari mobil diikuti Vino di belakangnya.


"Makasih Vin sudah nganterin Aku" Ucap Fani.


"Sama-sama" Ucap Vino.


"Fan..." Sambung Vino.


"Maaf, Tanpa sengaja tadi Aku mendengar obrolanmu dengan Rendi. Apa benar hubungan kalian selama ini hanya settingan ? Jadi Kalian tidak benar-benar berpacaran kan ?" Tanya Vino.


Fani terkejut mendengarnya.


"Kau mendengarnya ? Ah, Aku malu sekali. Pasti Kau menganggap Aku melakukan semua itu demi uang kan ?" Ucap Fani.


"Jadi benar itu hanya settingan. Kau salah Aku tidak menganggapmu seperti itu. Bagi yang belum memgenalmu bisa saja berpikir seperti itu. Tetapi Aku sangat mengenalmu. Kau bukan orang seperti itu" Ucap Vino.


Fani terperanga mendengarnya.


"Fan.. Bisakah Kau menerima hatiku sekarang ? Aku berjanji tidak akan menyakitimu dan membiarkanmu menangis. Aku akan selalu menjagamu nanti" Ucap Vino.


Fani dikejutkan kembali oleh kata-kata Vino. Matanya terus menatap Vino. Mereka saling berpandangan. Hingga selang beberapa detik kemudian. Fani menunduk.


"Maafkan Aku Vin. Sepertinya Aku tidak bisa menerima cintamu. Tadinya hubunganku hanya settingan dengan Rendi. Tapi entah kenapa Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Aku menyukai sikap cueknya yang ternyata dibalik itu banyak menyimpan hal yang mengejutkan.. Perhatiannya yang tidak ditunjukkannya dengan jelas tetapi aku bisa merasakannya dengan sangat jelas. Dan sikapnya yang melindungiku walaupun tidak pernah ditunjukkannya secara terang-terangan" Ucap Fani.


"Aku bodoh kan ? Walaupun dia sudah mempermainkanku berkali-kali, Aku masih menyukainya. Entah sampai kapan Aku bisa move on darinya" Ucap Fani.


"Kalau begitu Aku akan menunggu" Ucap Vino.


"Aku mohon jangan.. Seberapa lama Kau menunggu itu tidak akan mengubah apapun. Lebih baik Aku mengatakan ini diawal daripada kau nantinya sudah berharap terlalu jauh. Sepertinya hatiku benar-benar sudah buta oleh Rendi" Ucap Fani.


Vino terdiam. Dia merasa ucapan Fani seperti anak panah yang melesat menghujam jantungnya.


"Apa ini artinya Aku sudah tidak memiliki harapan ? Apa ini artinya Kau menolakku ?" Tanya Vino.


Fani mengangguk.


Sekarang hati Vino yang begitu pedih. Perasaan memendam cinta selama ini hancur oleh ucapan Fani yang menyatakan menolak dengan tegas untuk menerimanya.


"Aku harap kita masih bisa berteman. Dan tidak merasa canggung saat bertemu di kantor nanti" Ucap Fani.


Vino mencoba tersenyum walaupun agak sedikit dipaksakan.


"Bolehkah Aku memelukmu ? Bukankah kita berteman ?" Ucap Vino.


"Ya, Tentu saja" Ucap Fani yang semula ragu akhirnya membiarkan Vino memeluknya.


"Terima kasih, Karena sudah membiarkanku mengenal gadis sepertimu selama ini. Iya, Ayo kita berteman" Ucap Vino sambil memeluk Fani.


Sepertinya Kali ini Dia benar-benar harus mundur teratur. Api cinta Fani kepada Rendi sepertinya terlalu besar untuk dipadamkannya.


Sementara dari kejauhan, Sepasang mata dengan kilatan tajam memandang ke arah mereka.


Rendi yang sedari tadi memarkirkan mobil ditempat yang tidak begitu terlihat, terlihat sangat kesal melihat pemandangan di depan matanya. Tangannya mengepal geram.


Tadinya Dia ingin memastikan Fani pulang ke rumah dengan selamat, makanya Rendi membuntutinya sampai ke rumah.


Sungguh tidak disangka-sangka Dia melihat kejadian ini.


Sepertinya Fani juga menyukainya dan membalas perasaan Vino


Ada kekecewaan di hati Rendi. Hatinya begitu terluka. Dia melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan penuh bak seorang pembalap liar.


#Lagi-lagi masih salah paham ya gaes.. tapi ini cuma sebentar kok.. episode selanjutnya masalah sebenarnya akan segera terungkap.. Tungguin terus ya tiap bab-nya.. Karena bentar lagi aku mau tamatin nih ceritanya 😁😁 Jangan lupa dukungannya.. Minta like,vote dan komennya 🙏 Saranghaeyo 😘

__ADS_1


__ADS_2