
Jangan lupa memberi like, vote dan komen ya🙏 Happy reading gaes 😘
********************
Nanda yang sedang senyum-senyum sendiri di meja makan mengundang perhatian Mamanya yang sedari tadi menatapnya.
"Nanda sayang, kok kamu senyum-senyum sendiri terus sih dari tadi mama perhatiin. Ayo mikirin siapa ?" Tanya Mama Nanda.
Nanda yang mendengar ucapan mamanya sontak kaget.
"Hmm... Enggak mikirin siapa-siapa kok, Ma" Ucap Nanda.
"Gimana hubungan kamu dengan Presdir Samudra Group, Nan ? Sudah ada kemajuan belum ?" Tanya Pak Dwitama.
"Uhuk.. huk.." Nanda terbatuk mendengar ucapan Papanya. Cepat-cepat dia mengambil segelas air dihadapannya.
"Pelan-pelan dong sayang makannya" Ucap Mama Nanda. menepuk-nepuk lembut bahu Nanda.
"Lusa kemarin, Aku baru saja minum kopi bareng dengannya, Pa" Ucap Nanda dengan wajah bersemu merah.
"Bagus. Kau harus mendekatinya terus. Alangkah bagusnya Kau bisa mengambil hatinya. Vino, anak yang cerdas dan berbakat dalam berbisnis. Kalau saja Perusahaannya mau membantu perusahaan kita, posisi Perusahaan kita tidak akan goyah dan akan semakin diakui" Ucap Pak Dwitama.
"Vino Aditya Samudra, ya Pa ?" Tanya Yuda, anak sulungnya.
"Iya. Kau kenal ?" Tanya Pak Dwitama.
"Tidak begitu kenal sih. Hanya pernah beberapa kali bertemu dipesta amal. Dia ramah sekali orangnya. Dengar-dengar dari pengusaha yang lain, kepribadiannya juga bagus" Ucap Yuda.
"Dia memang paket lengkap. Banyak pengusaha yang ingin mendekatinya dan menjodohkan anak mereka, tapi sayangnya merebut hatinya tidak mudah" Ucap Pak Dwitama.
"Ah, tenang saja Pa. Kak Nanda kan, cantik dan pintar. Berasal dari keluarga terpandang lagi. Sama-sama paket komplit kan ? Tia yakin, nanti Presdir itu pasti klepek-klepek sama kak Nanda. Siapa sih yang berani menolak pesona kak Nanda" Ucap Tiara.
Mama Nanda tersenyum mendengarnya.
"Pokoknya Nanda harus menjadi istrinya Vino, ya sayang. Mama yakin kamu bisa merebut hatinya" Ucap Mama Nanda.
Nanda tersenyum mendengarnya.
Tanpa kalian suruh aku memang ingin kenal lebih dekat dengannya. Baru kali ini, aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang. Terlebih lagi setelah mengetahui kepribadiannya. Tapi entahlah, sepertinya akan sulit mendekatinya.
"Dan Kau Yuda ? bagaimana dengan pekerjaanmu ?" Tanya Pak Dwitama.
"Semuanya stabil kok, Pa. Besok aku akan bertemu dengan klien di coffee shop untuk berbicara masalah bisnis. Kebetulan kolega Perusahaan kita kali ini, menyukai suasana santai. Yang aku dengar, dia kurang menyukai meeting didalam ruangan yang kaku dan pengap. Makanya aku mengajaknya ke coffee shop besok" Ucap Yuda.
Pak Dwitama tersenyum.
"Bagus, Yudha. Kamu memang pintar membaca situasi. Papa harap kerjasama besok akan berhasil. Kau memang anak laki-laki kebanggaan Papa" Ucap pak Dwitama.
"Kok Tia ga ditanya sih Pa ?" Ucap Tia protes.
"Kau cepat selesaikan kuliahmu dengan benar. Kenapa Kau belum menamatkan kuliahmu ? Bukankah teman seangkatanmu sudah tamat 2 tahun yang lalu. Lalu kurangi pergi ke club malam. Itu membuatmu semakin malas belajar ! Bagaimana Papa mau memasukkanmu ke Perusahaan nanti !" Ucap Pak Dwitama.
Tiara manyun mendengarnya.
************************
Keesokan harinya, Yuda Ari Dwitama telah duduk manis di sebuah coffee shop beserta beberapa staf dan sekretaris pribadinya. Dia memilih tempat di teras coffee shop, agar suasananya natural.
Demi berlangsungnya kesuksesan kerja sama ini. Dia telah menyelidiki apa yang menjadi kegemaran Pak Bima, Presdir Perusahaan Koleganya. Seperti kegemaran kopi favoritnya, yang dia ketahui adalalah Arabian coffee.
Pak Bima datang dengan sekretaris pribadinya, beserta staff perusahaannya. Dia mengambil kursi yang berhadapan dengan Yuda. Mereka berada dalam satu meja. Sedangkan staff yang lainnya, berada di meja yang lainnya.
"Selamat Pagi, Pak Bima" Ucap Yuda.
"Selamat Pagi Pak Yuda. Lama tidak bertemu" Ucap Pak Bima.
"Iya, sudah lama sekali Pak. Terakhir kita bertemu di pesta amal, kalau tidak salah" Ucap Yuda.
"Iya, betul" Ucap Pak Bima.
Akhirnya pelayan membawakan kopi yang telah dipesan Yuda sebelumnya. Dia sengaja memesankan kopi kegemaran Pak Bima, sebagai servis yang dia berikan agar kerja sama berjalan lancar.
__ADS_1
Pak Bima dan Yuda akhirnya mulai membahas kerja sama mereka. Sesekali, Pak Bima dan Yuda terlihat menyeruput kopi mereka. Selama kurang lebih satu jam, akhirnya mereka selesai membahas kerja sama mereka, yang akhirnya deal disepakati kedua belah pihak.
"Baiklah, saya setuju untuk melanjutkan kerja sama kita, Yuda" Ucap Pak Bima.
"Terima kasih, Pak" Ucap Yuda.
"Saya suka sekali Pak Yuda memilih tempat ini sebagai tempat diadakannya kerja sama kita. Apalagi posisi di teras ini. Lebih membuat pikiran kita terbuka dan segar. Tapi, lain kali jangan pesankan saya kopi ini, Yud. Saya tidak menyukai Americano, saya sukanya Arabian coffee" Ucap Pak Bima.
Yuda terkejut mendengarnya. Bukannya dia sudah memesan Arabian coffee untuk Pak Bima tadi.
Pantas Dia tidak menghabiskan kopinya
Batin Yuda.
Akhirnya Pak Bima pamit pulang terlebih dahulu.
"Senang bekerja sama denganmu, Yuda" Ucap Pak Bima.
"Terima kasih, Pak Bima" Ucap Yuda.
Selepas Pak Bima pergi. Yuda masuk ke dalam coffee shop untuk mencari manager coffee shop.
"Maaf, Dimana manager coffee shop ini ?" Ucap Yuda bertanya pada petugas kasir.
"Bu Manager sedang keluar sebentar. Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya Petugas Kasir itu.
"Siapa yang membawa pesanan ke meja nomor satu tadi ?" Tanya Yuda.
"Hmm.. sebentar saya check, Tuan" Ucapnya.
Akhirnya setelah membaca nama pelayan yang membawa pesanan tersebut, petugas kasir memberitahukan Syifa, temannya Khanza yang masih bekerja di coffee shop tersebut, untuk segera menemui Yuda.
"Ya, ada apa Tuan ? Saya yang membawa pesanan ke meja nomor satu tadi" Ucap Syifa.
"Oh, jadi kamu ! Kenapa kamu memawakan pesanan yang salah ? Seharusnya, saya tadi memesan satu mocha coffee dan satu Arabian coffee. Kenapa Anda mengubahnya menjadi Americano ?" Ucap Yuda.
"Anda tahu ? Akibat ulah Anda, Saya bisa saja kehilangan peluang bisnis saya. Untung kolega saya orang yang pengertian !" Ucap Yuda dengan sedikit membentak.
Batin Syifa.
"Maaf, Tuan. Seingat saya pesanan Anda memang Americano. Bukan Arabian coffee!" Ucap Syifa.
"Bagaimana mungkin saya memesan Americano ! Jelas-jelas saya memberitahukan kepada Sekretaris Pribadi saya, untuk memesan Arabian Coffee" Ucap Yuda.
Syifa yang geram melihat tingkah pelanggannya yang tetap kekeh dengan pendiriannya. Akhirnya hilang kesabaran.
"Bagaiamana kalau memang ternyata pesanan Anda memang Americano ? Hmm.. Begini saja. Kalau memang pesanan anda benar, saya akan berlutut meminta maaf kepada Anda. Tetapi bila Anda yang salah, Anda harus membayarnya sepuluh kali lipat !" Ucap Syifa.
Yuda mengerenyit. Dia merasa, wanita dihadapannya ini sedang menantangnya.
Cukup kuat juga nyalinya, berani menantangku..
Batin Yuda.
"Aku tidak memintamu berlutut. Aku bukan orang yang tidak berperasaan seperti itu !" Ucap Yuda.
"Apa Kau takut ?" Tanya Syifa.
Yuda terbelalak mendengarnya.
"Baiklah, Kau yang meminta ini. Ayo buktikan !" Tantang Yuda.
Akhirnya petugas IT Coffee shop itu membuka cctv dan audio suara yang berada di dekat mesin kasir.
"Saya pesan satu gelas Mocha Coffee dan satu gelas Americano, Mbak" Ucap Sekretaris Pribadi Yuda di dalam rekaman cctv dan rekaman audio suara itu.
Sontak Yuda kaget mendengar pesanan yang diucapkan oleh Sekretaris Pribadinya itu.
Dengan sorot mata tajam yang mengarah ke arah Sekretaris Pribadinya itu, Tatapan mata Yuda terlihat sangat menakutkan.
Habislah Aku !
__ADS_1
Batin Rudi, Sekretaris Pribadi Yuda.
Yuda mengeluarkan kartu black cardnya. Kartu tanpa limit yang hanya dimiliki orang-orang kaya kalangan atas. Dan menyerahkannya kepada petugas Kasir untuk di debit.
Syifa yang menyaksikan kejadian itu tersenyum puas.
"Ini, Pak Yuda Ari Dwitama. Kartu Anda. Terima Kasih" Ucap Petugas Kasir tersebut.
"Dwitama ? Ooh.. Tidak heran kalian dua beradik suka sekali membikin kegaduhan disini" Ucap Syifa.
Yuda mengerenyit. Tidak paham maksud dari ucapan Syifa.
"Apa Maksudmu ?" Tanya Yuda.
"Tidak tahu atau pura-pura tidak tahu ? Kemarin Adikmu, Tiara Dwitama membuat keributan disini sehingga Khanza sampai dipecat. Sekarang Kau juga yang membuat keributan disini. Apa kalian memang suka membuat keributan ?" Ucap Syifa.
Khanza ?
Batin Yuda.
"Kau temannya Khanza ? Dimana Dia sekarang ? Apa Dia dan Ibunya baik-baik saja ?" Tanya Yuda berapi-api.
"Untuk apa Aku memberitahumu dimana Dia tinggal sekarang ? Untuk apa ? Untuk menghancurkan hidup mereka lagi ?" Ucap Syifa.
Yuda maju selangkah dari tempatnya. Sekarang Dia tepat berdiri di hadapan Syifa.
"Cepat beritahu aku, dimana mereka sekarang ?" Bentak Yuda.
Syifa menyeringai.
"Apa begini caramu meminta bantuan orang lain ?" Ucap Syifa.
Yuda menarik nafas panjang.
"Bisakah Kau memberitahuku dimana mereka tinggal sekarang ?" Tanya Yuda dengan suara yang pelan.
Syifa menaikkan salah satu alisnya. Seolah kurang puas dengan ucapan Yuda barusan dan menunggu ucapan lebih lanjut.
Aishhh.. Wanita ini !
Batin Yuda.
"Bisakah Kau memberitahuku dimana mereka tinggal sekarang ? Aku mohon... " Ucap Yuda.
Syifa tersenyum puas mendengarnya.
Cih ! Aku tidak percaya ini.. sekarang aku "Yuda Ari Dwitama" memohon pada perempuan ini !
Sekarang Syifa yang selangkah maju mendekati Yuda. Dia berbisik pelan ditelinga Yuda.
"Sayangnya, Aku tidak mau memberitahumu dimana Khanza tinggal sekarang !" Ucap syifa.
"Kau penipu !" Ucap Yuda.
Syifa mengerenyit.
"Penipu ? Aku tidak merasa menipumu. Memang dari awal aku tidak berjanji memberitahumu kan ?" Ucap Syifa.
"Oops, Sekarang sudah jam makan siang. Aku harus segera makan. Bye !" Ucap Syifa yang telah berbalik arah ke belakang, melangkahkan kakinya pergi sambil melambaikan tangannya membelakangi Yuda.
Yuda mengepalkan tangannya geram.
Luar biasa sekali gadis itu. Berani bermain-main denganku. Lihat saja, akan aku buat perhitungan dengannya.
"Rudi !" Ucap Yuda.
"Ya, Tuan" Jawab Sekretaris pribadinya itu.
"Cari tahu tentang gadis itu sekarang juga !" Ucap Yuda.
# Yang nungguin Khanza dan Vino besok ya.. Hari ini edisi Syifa dan Yuda dulu. Tungguin terus update_annya dan makasih buat komentar komentar-komentar yang membuatku semangat 45 buat menulis lagi. Jangan lupa memberi like, komen dan votenya ya.. Jangan lupa semangat kaka.. semangka angat-angat 😝😘
__ADS_1