Pacarku Idola Tajir

Pacarku Idola Tajir
MIMPI INDAH #1


__ADS_3

Ken senyum-senyum sendiri melihat foto Ara di layar laptopnya.


~~ Lucunya Araaa! Meski rambutnya sedikit berantakan tapi senyumannya sangat menawan. Cieee cieee, kayaknya Ken tambah kepincut deeeh!!!


Yang paling membuat hati Ken berbunga-bunga, ketika dia tiba-tiba berfoto pas di samping Ara. Tentu saja, itu foto pribadi!


Ara baru saja pengen tidur setelah mengerjakan tugas kuliah. Namun sebuah pesan masuk ke hapenya. Ara pun segera membukanya.


Ternyata Ken mengirimkan foto-foto yang tadi diambilnya. Spontan Ara gak bisa menahan malu. Apalagi ketika Ken mengirim foto berdua dengannya.


Benerkan kata gue, elo cantik kan Ra


Ken mengirim ungkapan isi hatinya.


Ara tambah geer deh!


~~Elo yang ganteng kok Ken ~~


~~ mangkanya elo terima gue jadi pacar loh~~


Glek! Tenggorokan Ara terasa kering. Ken mengungkit soal tembakannya tempo hari.


"Elo sabar nunggu kan, Ken?"


Tak ada jawaban. Ara mulai gelisah. Dia tahu kapan saja Ken bisa mendapatkan pacar. Tapi Ara malah memintanya menunggu.


~~Tenang aja, Ra! Gue udah senang masih ketemu sama elo ~~


Malam itu, Ara bisa tidur dengan nyenyak malahan sampai bermimpi.


Ara berada di sebuah taman dengan Ken. Ara berpakaian seperti seorang pelayan sedangkan Ken seperti seorang pangeran.


Mereka bercanda dan bicara tanpa mengenal waktu. Pagi, siang bahkan malam hari. Seakan dunia hanya milik berdua.


Ken juga tertidur sambil memeluk hapenya. Sebuah senyuman menghias bibirnya.


*****


"Ini foto Ara, Pih!"


Ken langsung memberitahukan papihnya ketika sedang sarapan di meja makan.

__ADS_1


Pak Januar mengerutkan keningnya.


"Kamu gak salah, Ken? Wajahnya biasa aja bahkan penampilannya sedikit eksentrik!"


Ken terdiam. Gak setuju dengan ucapan papihnya.


"Ara cantik kok, Pih. Bahkan dia itu pintar dan baik hati!"


"Tapi untuk menjadi duta kampus, dia itu kurang menarik, Ken!"


"Pokoknya Ken gak mau kalau dipasangkan dengan Janet, Pih!"


"Ken! Orang tua Janet juga salah satu pemilik saham di universitas. Kalian adalah pasangan paling serasi!"


Pak Januar mulai gak sabar denga sikap Ken yang masih kekanakan.


"Ada apa lagi, sih? Pagi-pagi udah ribut!"


"Ini foto Ara, Mih! Cantik kan?"


Ken segera memperlihatkan foto di hapenya.


Mamih Ken tertegun. Dia seperti melihat sesuatu yang sangat berarti.


Pak Januar terdiam. Dia baru ingat istrinya dulu adalah seorang kutu buku.


"Pokoknya soal duta kampus kamu bicarakan sendiri di kampus, Ken!"


Ken gak mendengarkan omongan papihnya. Dià lebih tertarik mengobrol dengan mamihnya.


"Bener dulu mami itu kutu buku, mih?"


"Beneran Ken, nanti deh mamih kasih liat foto mami waktu kuliah. Mamih jadi pengen ketemu sama temen kamu itu. Siapa ya namanya?"


"Ara, mih!"


Ken langsung tersenyum bahagia, bahkan melupakan soal duta kampus.


*****


Aldy memilih bolos kuliah lagi. Dia gak mau kehilangan kesempatan untuk menjadi pegawai tetap. Meski hanya bekerja di restoran cepat saji, gajinya cukup besar.

__ADS_1


"Al! Tolong anterin pesanan ke alamat ini, ya!" ujar Pak Roni, manager toko.


"Apa gak pakai ojol aja, pak?"


"Katanya minta dikirim sama pegawai aja. Dia trauma sama ojol!"


"Trauma? Biasanya malah pada seneng kalau ada ojol."


"Entahlah! Jangan lupa, ya!"


"Siap, pak!"


Aldy gak akan menyia-nyiakan kesempatan baik itu.


Gak lama, Aldy sampai juga ke alamat customer aneh itu. Sebenarnya, Aldy ingin tahu juga bentuk orang aneh itu. Baru pertama kali, dia mendengar ada orang yang trauma dengan ojol.


Rumah itu cukup besar sih tapi agak menyeramkan. Jangan-jangan, yang tinggal dirumah itu adalah iblis penghisap darah!


Sebenarnya itu adalah rumah Janet. Dia sedikit kesal karena pesanannya terlambat datang padahal dia sudah lapar bener. Seperti biasa, ortunya lagi ada acara dan gak ada makanan di dapur.


Tiba-tiba, hapenya berdering.


~~Maaf, apa nona yang memesan ayam goreng?


~~Iya! Kok lama banget sih?


~~Saya sudah di depan rumah nona ....


~~Tunggu sebentar!


Janet segera keluar dari rumahnya. Dia masih kesal.


"Kenapa sih, lama bener datengnya?!" sungut Janet dengan muka juteknya.


"Cepet kok non, malah maju setengah jam dari jadwal!"


Aldy membela diri.


"Tetap aja lama, aku dah kelaperan, nih!"


Janet mengambil pesanannya dari tangan Aldy dan langsung pergi tanpa berterima kasih.

__ADS_1


Ternyata, rumah itu memang dihuni sama iblis! Aldy jadi merinding.


*****


__ADS_2