
Ken sampai ke restoran tempat makan malam bersama orang tuanya sekitar jam setengah sembilan. Di parkiran, dia melihat mobil papihnya. Tapi dia juga melihat mobil keluarganya Janet. Ken mulai curiga!
"Selamat datang, tuan Ken!" sapa Aldy di depan pintu restoran.
"Kak Aldy?"
Ken terkejut melihat kakaknya Ara di hadapannya.
Ken langsung mengenali Aldy meski baru sekali bertemu.
"Kakak kerja di sini?" tanya Ken lagi.
"I-iya, saya kerja di sini. Silakan ke ruangan atas. Keluargamu dan keluarga non Janet sudah menunggu," terang Aldy. Dadanya semakin bergemuruh. Dia tidak menyangka Ken akan menyakiti hati adiknya.
"Keluarga Janet? Memangnya ada acara apa?"
Aldy mulai kesal melihat sikap Ken yang pura-pura tidak tahu.
"Aku paling gak suka sama orang yang munafik. Kamu sudah menyakiti adikku!"
Ken bertambah bingung melihat Aldy yang penuh amarah.
"Apa maksud kakak? Aku gak pernah menyakiti Ara!"
"Gimana gak bikin Ara menderita. Kamu kan mau tunangan dengan Janet!!!" jawab Aldy geram. Hampir saja dia melayangkan tinju ke muka Ken. Namun tangannya malah gemetaran karena menahan amarah.
"Tunangan dengan Janet? Aku gak pernah berniat melakukan itu. Aku benar-benar mencintai Ara!"
Aldy tertawa kecil. Merasa Ken sudah menganggapnya seperti orang bodoh.
"Lalu, apa perkataan Pak Rony salah? Dia mengatakan akan ada acara pertunangan puterinya!"
"Kakak mungkin salah. Pertunangan itu bukan aku dengan Janet!"
"Ya sudah! Aku gak mau tahu lagi. Silakan naik saja ke atas!!!"
__ADS_1
Aldy benar-benar tidak bisa menahan kesabarannya lagi. Lebih baik, Ken pergi dari hadapannya.
Ken benar-benar bingung. Dia mengira kalau malam itu hanya acara makan malam biasa. Lagipula hanya keluarganya saja dan tidak bersama keluarga Janet.
Di saat yang hampir bersamaan, Ara sampai juga di restoran tempat kakaknya kerja. Dia harus menceritakan tentang laki-laki aneh yang mengunjungi makam orangtuanya.
Setelah mencari kakaknya, Ara tidak menemukannya juga. Apa mungkin Kak Aldy libur, ya? Kalau libur harusnya datang ke makam orangtua mereka! Pertanyaan itu yang menghampiri benak Ara.
"Aldy sedang melayani acara pertunangan di lantai atas!" jawab seorang karyawan ketika Ara menanyakan keberadaan kakaknya.
"Oh pantas gak kelihatan. Makasih, ya! Apa saya boleh ke atas?"
"Maaf! tidak ada yang boleh ke atas kecuali tamu dan karyawan," jawab pramusaji perempuan itu.
"Baik, deh. Saya nunggu di luar aja!"
Karyawan perempuan bernama Santi itu mengamati Ara. Dia tahu kalau Aldy banyak yang naksir terutama puteri pemilik restoran.
"Kamu siapanya Aldy?" selidiknya.
"Adik? Kok beda bener, ya?"
Ara hanya tersenyum. Siapapun pasti akan mengatakan hal itu setelah tahu hubungan Ara dengan Aldy. Dia tak perlu menjelaskan kepada semua orang. Aldy mirip dengan ibunya yang berparas cantik dan berkulit putih. Sementara Ara mirip ayahnya yang lebih gelap dan keriting.
Ken sangat terkejut ketika di dalam ruang VVIP sudah menunggu keluarganya dan keluarga Janet.
"Akhirnya calon pengantin prianya datang juga. Ayo, kemarilah Ken! Kita sudah lama tidak bertemu." sambut Rony dengan wajah semringah. Dia sangat senang sebentar lagi Ken menjadi suami puterinya.
"Maaf, ini ada acara apa, ya? Pih, mih?" tanya Ken meminta penjelasan orangtuanya.
Januar sedikit pucat begitu juga mamihnya Ken.
"I-iya, Ken. Ini adalah acara pertunanganmu dengan Janet!"
Ken tertegun. Dia tak menyangka acara sepenting itu tidak diberitahukan padanya terlebih dahulu.
__ADS_1
Sementara itu, di balik pintu, Ara berdiri dengan wajah pucat setelah mendengar pembicaraan Ken dan keluarganya. Dia tadi sengaja menyelinap mencari kakaknya dan melihat Ken. Ara berniat untuk mengejutkannya dan malahan dirinya sendiri yang sangat terkejut.
"Ara? Ngapain kamu di sini?" tanya Aldy yang sedang membawa minuman. Dia sangat terkejut begitu melihat Ara ada di sana juga.
"Kak Aldy?!"
"Keluarlah! Tunggu kakak di depan restoran!"
Aldy buru-buru menyuruh Ara pergi. Sepertinya Ara sudah mengetahui acara pertunangan Ken dan Janet.
Dengan langkah gontai, Ara melangkah keluar dari restoran. Tubuhnya masih gemetaran. Tak menyangka Ken dan Janet sedang bertunangan. Pantas saja sikap Ken sangat aneh.
"Permisi, saya membawa minuman," ucap Aldy selayaknya pelayan.
Ken sangat terkejut dengan kedatangan Aldy. Dia pasti sudah tahu acara itu.
"Kak Aldy?"
"Kalian saling kenal?" tanya Rony yang melihat Aldy dan Ken.
"Kak Aldy senior saya di kampus, Om. Maaf, sepertinya sudah terjadi kesalahfahaman disini!" jawab Ken ingin memperbaiki suasana.
"Duduklah, Ken. Semua sudah jelas. Kamu dan Janet akan segera menikah!" Januar ikut bicara.
Wajah Ken semakin tegang. Dia takut Aldy berpikiran buruk padanya. Pantas tadi sikap Aldy sangat aneh.
Janet hanya diam saja. Perasaannya kembali membeku. Aldy tak memandangnya sama sekali.
"Tidak, pih. Maaf, saya sudah bilang mau serius kuliah dulu!"
"Jangan membantah, Ken! Duduklah dulu!" bentak Januar.
Aldy tak bersuara namun menyimak. Dia tahu, Januar dan Rony terlibat dalam kematian orangtuanya!!!
*****
__ADS_1