Pacarku Idola Tajir

Pacarku Idola Tajir
FIX, KITA PACARAN!!! #1


__ADS_3

Ara baru menyadari perasaannya kepada Ken gak bisa disembunyikan lagi. Apalagi Ken semakin lengket kayak perangko.


Kali ini, Ara juga mulai sering merindukannya dan ingin bertemu setiap waktu. Hanya saja, Ara sudah mulai magang jadi mereka jadi jarang bertemu.


"Apa? Magang?"


Aldy sangat terkejut ketika Ara menceritakan tentang rencana magangnya.


"Iya, kak. Ara langsung siaran. Coba kakak liat di youtube deh!"


Aldy memang curiga karena penampilan Ara berubah. Mengira kalau Ara sedang bucin sama Ken.


"Beneran ini kamu, Ra?"


Aldy masih gak percaya setelah melihat layar hapenya. Disana ada Ara yang sedang mewawancarai Boy Sandy.


"Iiikh! Gak percaya amat sih, kak. Itu emang Ara! Mereka mendandani Ara sebelum siaran. Sebenarnya sih mereka salah orang dan Ara kira semua itu hanya mimpi, he he he ...."


Ara tertawa kecil. Teringat dirinya yang mengira semua itu hanya mimpi.


"Mimpi? Kamu gimana sih, Ra! Tapi lumayan sih."


"Bukan lumayan lagi, ka. Mana ada anak magang yang langsung jadi reporter," celoteh Ara bangga.


"Tapi kamu harus tetap fokus kuliah, Ra. Kakak sendiri mau cuti dulu. Jangan sampai kamu seperti kakak!"


"Siap, kapten!"


Ara langsung berdiri dan memberi hormat.


Aldy pun bersikap sama dan membalas memberi hormat ala militer.


"Kalian ini lagi ngapain sih? Udah sono pada sarapan. Nenek udah bikinin nasi goreng!"


Mak Miah muncul dan melihat sikap aneh kedua cucunya.


"Siap, nenek!"


Keduanya pun memberi hormat kepada neneknya.


"Aaah, jangan ngocol!"


Mak Miah malah ngeluyur pergi. Ara dan Aldy langsung mengikutinya sambil cengengesan.


*****


"Ara!"


Baru saja Ara keluar rumah, ternyata Ken sudah menunggunya di samping mobil yang cukup mentereng.


"Ken? Elo ngapain disini?"


"Mau jemput tuan puteri lah! Ayo, aku udah membawa kereta untuk membawa tuan puteri kemanapun!"


Jiaah! Ara tambah geer aja deh!!!


"Biasanya elo bawa motor, Ken!"


"Sudah musim hujan. Gue gak pengen tuan puteri sakit karena keujanan!"


Sikap Ken di depan Ara memang apa adanya. Sangat berbeda jika didepan orang lain. Sikap angkuhnya keluar.

__ADS_1


"Gue bukan tuan puteri! Jangan ngedek, Ken."


Ara pura-pura cemberut.


"Baik deh, sayang!"


"Ken!"


Muka Ara memerah. Baru itu pertama kalinya Ken memanggilnya "sayang".


"Gimana? Kita udah resmi, kan?" tanya Ken sambil menyetir mobil.


"Resmi apaan?"


Ken tersenyum.


"Resmi pacaran!"


Ara melotot. Ternyata Ken masih mengingat janjinya.


"Hhmmm, resmi gak ya ...."


"Oke! Kita fix pacaran!" celetuk Ken.


"Eeeh! Gue kan belum jawab, Ken!"


Ken terbahak. Tanpa dijawab pun, dia sudah tahu jawabannya.


Ara tersipu malu. Ya, Ken! Kita resmi pacaran!!!


*****


Upik sengaja mencari alasan agar Ara dan Ken bisa pergi duluan ke tempat magang. Dia memilih naik bis. Lagipula, hatinya benar-benar kacau. Rasa bersalah gak mau hilang.


Upik pura-pura gak melihat. Tapi, orang di atas motor itu tetap memerhatikannya.


"Maaf! Kamu siapa?" tanya Upik pura-pura jutek.


Laki-laki itu pun membuka helmnya. Ternyata dia adalah Andre.


"Masa kamu gak ngenalin aku sih?"


"Pak Andre?"


"Iya ini aku Andre! Kamu mau pulang ya? Bareng sama aku aja!"


"Gak, kok. Saya mau ke tempat magang."


"Ara mana?"


Upik terdiam. Dia tahu kalau Andre menyukai Ara.


"Ara sudah jalan duluan sama Ken!"


"Oh! Ya udah, aku anterin kamu ke tempat magang!"


Upik tertegun. Pasti Andre pengen ketemu sama Ara.


"Gak usah! Saya bisa naik bis, kok."


"Sudahlah! Ayo naik!"

__ADS_1


Andre melemparkan sebuah helm. Mau tidak mau Upik menangkapnya.


Beberapa saat kemudian, Upik sudah berada di atas sepeda motor Andre. Dia berpegangan jok motor kuat-kuat.


Andre tersenyum melihat sikap Upik yang sangat kaku. Dia tahu Upik memang sangat polos. Namun sering dimanfaatkan oranglain terutama Janet.


*****


Ara sudah sudah sampai di tempat magangnya. Tapi Ken gak mau pergi juga.


"Sudahlah, Ken. Gue gak apa-apa kok sendirian. Nanti juga ada Upik!"


Ara mengusir Ken secara halus.


"Memangnya kenapa, Ra? Elo malu kalo ada gue? Biarin aja mereka tahu kalau elo itu pacar gue!"


"Ken!"


Terkadang Ken memang egois. Itu karena Ken terlalu bucin.


"Hai, Ken! Kamu lagi ngapain disini?"


Tiba-tiba seorang laki-laki setengah tua berpakaian setelan jas dan dasi menegur Ken.


"Oh, Om Bahtiar! Biasa, sedang ngawal pacar, om!"


Ara melotot mendengar jawaban Ken. Tanpa sadar mencubit pinggangnya. Spontan saja Ken melompat kesakitan.


Sementara, laki-laki bernama Bahtiar itu langsung tertawa.


"Bagus-bagus! Om suka cara kamu, Ken. Gak kayak papimu yang kakunya minta ampun. Jadi gadis ini pacarmu? Apa kamu kerja disini?"


"Selamat pagi, Pak. Nama saya Ara. Saya mahasiswa magang disini."


Ara memperkenalkan dirinya.


"Ooh, anak magang ya. Bagus-bagus! Belajar yang baik, ya!"


"Baik, Pak. Terima kasih!"


"Ya-ya! Maaf aku tinggal dulu. Ken, nanti mampir ke ruangan om, ya. Jarang-jarang kamu mau kesini!"


"Siap, om!"


"Dia om elo, Ken?"


"Iya, adiknya papiku. Om Bahtiar itu sangat baik dan santai makanya mempunyai usaha di perusahaan entertainment!"


"Jadi, dia yang punya perusahaan ini, Ken? Aduh gimana kalau kerjaku gak bagus?"


Ara malah jadi khawatir.


"Tenanglah! Om Bahtiar itu sangat baik. Dia gak akan memarahi orang tanpa alasan. Lagipula, elo itu kan pacar gue!"


"Ken!"


Lagi-lagi, Ara berniat mencubit pinggang Ken. Namun Ken berhasil meraih tangannya.


"Tangan ini gak baik untuk melakukan kekerasan. Pantasnya berada disini, dalam genggaman tanganku!"


Ken menggenggam tangan Ara erat. Ara gak bisa mengelak. Wajahnya langsung memerah seperti udang diatas penggorengan!!!

__ADS_1


*****


__ADS_2