
Ara sama sekali tak mengira bakal jadi model. Dia gak pernah mau di foto. Kecuali sama Ken tentunya. Penata gaya sampai kehabisan akal. Meskipun hanya iklan tanpa wajah, Ara benar-benar kaku seperti tiang listrik!
Sebenarnya penampilan Ara lebih menawan dengan gaun cantik. Seumur hidup, Ara gak pernah berpenampilan seperti puteri kerajaan.
Ken tambah bucin aja, deh! Dia melihat Ara di studio foto. Sebenarnya, Ken yang menyarankan Jeni untuk memakai Ara sekaligus untuk menambah rasa percaya dirinya.
"Kalau bukan kamu, aku gak bakalan ngajak si gadis rimba itu, Ken!" bisik Jeni.
Ken tersenyum.
"Iya, aku emang sengaja, Jen. Lihatlah! Apa yang kurang darinya. Sudah cantik, mungil, lucu lagi!" bela Ken.
"Iikh! Banyak kurangnya, Ken. Kamu itu terlalu bucin. Kakinya pendek, rambutnya keriting sampai pegal aku meluruskannya!"
Ken tertawa kecil melihat sikap Jeni.
"Menurutku, Ara lebih cantik kalau rambutnya tetap seperti aslinya. Kecantikan alaminya lebih keluar!"
Tetap saja, Ken selalu memuji Ara.
"Iiikh! Terlalu alami sampai seperti gadis hutan belantara!"
Jeni masih saja menggerutu. Tapi Ken sudah mengenal sikap Jeni. Meski begitu, Jeni baik hati.
"Maaf, Mas. Bisa saya bantu mengatur gaya Ara?"
Tiba-tiba, Ken mendekati Fadli, fotografer yang sedang memfoto Ara.
"Kamu yakin, Ken?" tanya Fadli yang sudah mengenal Ken.
"Aku sangat yakin, Mas. Ara adalah pacarku!"
"Ooh, pantas. Ya sudah, kamu masuk aja!"
__ADS_1
Jeni sangat terkejut melihat apa yang dilakukan Ken.
"Iiikh! Ngapain juga kamu, Ken?"
"Tenanglah, Jen. Pangeran tampan untuk puteri Ara sudah datang!"
Ken meraih jas yang harusnya dipakai model cowoknya. Dia tambah tampan aja, deeh!!!
"Ken? Kenapa kamu disini?"
Ara terkejut melihat Ken. Penampilan Ken sangat tampan. Ara semakin terpesona padanya.
Sementara Ken hanya senyam-senyum aja. Dia sangat yakin dengan apa yang akan dilakukannya.
"Aku mau nemenin tuan puteri. Boleh kan?"
Ken mengulurkan tangan dan Ara langsung menyambutnya.
Mereka mulai melakukan beberapa adegan. Ken sangat mudah mengatur gaya Ara. Semuanya mengalir apa adanya.
Jeni akhirnya menyadari aura Ara sebenarnya ketika berada di dekat Ken. Pantas Ken bucin benar, ternyata Ara adalah sebuah berlian!"
*****
"Apa? Aku jadi model cowok dan Loly jadi model ceweknya? Tapi aku melakukannya karena Ara, bukan Loly!"
Ken sangat terkejut ketika Jeni memberitahukan berita mengejutkan itu.
"Kan sudah aku katakan. Ara cuma jadi model figuran aja. Model utamanya baru ditentukan. Dia adalah Loly, Say," jelas Jeni.
"Tapi bukan aku juga yang jadi modelnya, Jen. Aaakh, sudahlah!"
Ken langsung nyelonong pergi dengan sedikit kesal. Dia berusaha menjaga jarak dengan Loly meski hasilnya malah terbalik.
__ADS_1
"Ada apa, Ken. Kenapa kamu kesal begitu?"
Ara melihat perubahan sikap Ken. Dia tak pernah melihat Ken sekesal itu. Ara bersikap lebih formal karena berada dilingkungan kerja.
"Maaf, Ra. Apa gak apa-apa kalau kamu gak jadi model?"
"Memangnya kenapa?"
"Ada sesuatu. Gak apa-apa, kan? Kamu tetap kok jadi model di hatiku!"
"Ken! Malu iih didengar orang," ucap Ara sedikit malu karena di kantin sedang banyak orang.
Semua pegawai memang sedang memerhatikan mereka terutama Ken. Pesona ketampanannya sudah membuat gempar.
Sebenarnya, Ara agak canggung jika Ken ada didekatnya. Tapi sikap Ken, selalu membuat Ara luruh.
"Hai, Ken! Akhirnya Kita dipasangkan dalam satu iklan juga ya!"
Tiba-tiba, Loly muncul. Ucapannya membuat Ara terkejut. Bahkan Ken tak membicarakan soal Loly.
"Loly? Maaf, aku gak minat jadi model!"
"Tapi itukan cita-cita kita dulu, Ken. Kamu sendiri yang bilang, suatu saat kita akan jadi model dalam satu project. Seharusnya kamu senang, kan?"
"Maaf, kami sudah mau pulang. Ayo, Ra!"
Ken menarik tangan Ara. Sedangkan Ara hanya diam saja. Dia merasa aneh dengan sikap Ken. Sebelumnya Ara sempat melihat mereka bicara sangat akrab.
Loly sangat kesal dengan sikap Ken. Apalagi ada Ara disampingnya. Dia sangat tahu kalau dulu ken sangat menyukainya. Ken pernah berjanji akan menunggunya kembali.
Ken sudah menyalakan mobil dan siap untuk berangkat. Tapi, Ara tidak tenang melihatnya dalam kondisi kesal.
"Tunggu, Ken. Sebenarnya siapa sebenarnya Kak Lola itu. Apa kalian pernah pacaran?"
__ADS_1
Ken kembali mematikan mesin mobil dan menatap Ara lekat. Apakah Ara tidak akan marah kalau tahu Ken pernah menyukai Loly???
*****