Pacarku Idola Tajir

Pacarku Idola Tajir
RAHASIA TERPENDAM #2


__ADS_3

Ken menunggu hasil tes darahnya apakah cocok dengan darah Ara. Dia tidak akan tinggal diam sementara Ara sedang berjuang untuk tetap hidup.


Setelah Ara siuman, Ken berniat menanyakan perkataannya soal Janet. Sampai saat ini, Ken tidak percaya kalau Janet sejahat itu sehingga tega menabrak Ara.


"Maaf, darah kamu tidak sesuai dengan Nona Ara!" Seorang perawat bagian lab muncul dengan kabar yang kurang enak didengar Ken.


Ken merasa tubuhnya menjadi lemah begitu mendengar ucapan perawat, "a-apa tidak ada cara lain? Saya ingin membantu pacar saya!" ucapnya dengan suara gemetar.


"Silakan hubungi pihak PMI saja!" ucap perawat itu singkat.


Ken tak tahu harus berbuat apa lagi. Berharap kalau Aldy bisa memberikan darahnya untuk Ara.


"Bagaimana dengan kakaknya Nona Ara? Apakah darahnya cocok?" tanya Ken lagi.


Perawat itu membuka file di dalam komputer. Tak lama dia menggeleng, "darahnya juga tidak cocok!" katanya.


Ken semakin lemas. Jalan satu-satunya adalah mencari darah ke PMI langsung.


Aldy terduduk lemas di depan kamar rawat inap Ara. Andre menepuk bahunya untuk menguatkan hatinya.


"Sudahlah, Al. Nanti gue akan ke PMI langsung. Elo tunggu saja di sini, Ara pasti memerlukan elo!" ucap Andre berusaha membuat semangat Aldy.


"Terima kasih, Dre. Gue sangat senang elo ada disini."


"Sudah kewajiban gue, Al. Ara juga sudah gue anggap seperti adek gue sendiri. Elo tenang aja, mudah-mudahan Ara cepat sembuh!"

__ADS_1


Aldy mengangguk pelan. Saat ini yang bisa dilakukannya adalah berdoa.


Ken hanya bisa melihat Aldy dari kejauhan. Bukannya Ken takut menghadapinya. Tapi, rasa bersalah masih begitu kuat menguasai hatinya. Ada satu hal lagi yang harus dilakukan Ken. Yaitu menemui Janet dan mencari tahu kejadian sebenarnya.


*****


"Pokoknya, Janet mau ikut papi ke luar negeri. Bahkan Janet mau tinggal disana saja, pih!" ungkap Janet sehari setelah peristiwa mengerikan itu.


Rony sangat terkejut dengan sikap Janet yang tiba-tiba berubah.


"Apa karena peristiwa di kampus kemarin makanya kamu jadi seperti ini? Kamu harus percaya kalau Papi tidak ada hubungannya dengan kematian orang tua Ara!" tegas Rony.


Janet tidak akan mengatakan alasannya. Cukup hanya dia saja yang tahu.


"Ya sudah! Besok kamu berangkat saja duluan dengan mamimu. Nanti papi akan menyusul setelah semua masalah di sini selesai!" ucap Rony memberi keputusan.


Janet sangat senang begitu mendengar ucapan papinya. Dia harus pergi secepatnya!


Tiba-tiba, telepon Janet berdering. Dia sangat kaget apalagi mengetahui siapa yang sudah menghubunginya.


"Siapa yang sudah menghubungimu, Net. Apakah Ken? Papi sudah putuskan kalau pertunangan kalian harus dibatalkan!"


"Iya, pih. Ara juga sudah tidak menyukai Ken lagi!" ungkap Janet.


"Apa karena laki-laki yang bekerja di restoran papi? Ingat, Net! Kau hanya berhubungan dengan orang yang pantas. Bukan anak rendahan seperti dia!"

__ADS_1


Janet hanya mengangguk. Sebenarnya dia tidak setuju dengan ucapan papinya. Dia menyukai Aldy karena dia adalah orang yang mandiri dan pekerja keras. Namun semua perasaannya hanya sia-sia. Kini, Janet sudah tidak ada kesempatan sedikitpun. Apalagi sudah menabrak Ara. Jika tahu, Aldy pasti akan sangat marah!


Ken terus menghubungi Janet meski tidak bisa tersambung. Dia harus mendengar pengakuannya. Ken teringat pegawai minimarket yang melihat langsung kejadian penabrakan Ara. Cepat atau lambat, pelakunya pasti akan diketahui.


~~hubungi aku, Net. Aku ingin penjelasanmu soal penabrakan Ara. Apa benar kamu yang melakukannya?


Janet melihat pesan yang dikirimkan Ken. Wajahnya langsung berubah pucat. Apa Ken sudah tahu kalau dirinya yang menabrak Ara?


Besok, Janet harus pergi. Jika sudah diluar negeri, polisi tidak akan bisa menangkapnya. Dia bisa saja mencari alibi. Apalagi, papinya punya power agar bisa menjauhkannya dari hukuman.


Ken semakin geram karena Janet sudah membaca pesannya tapi tidak ada respon. Akhirnya dia percaya perkataan Ara. Janet memang sudah menabraknya.


Sementara itu di bagian laboratorium, datanglah seorang laki-laki berwajah mengerikan.


"Maaf, apa bisa saya memberikan darah untuk Nona Ara?" tanyanya kepada petugas. Ternyata benar! Dia mengenal Ara.


Perawat laki-laki itu sedikit melirik orang asing itu. Luka bakar diwajahnya sangat kelihatan. "apakah bapak keluarganya?"


Laki-laki aneh itu menggeleng. "Saya mendengar soal Nona Ara. Siapa tahu darah saya cocok. Tapi, tolong jangan katakan kalau saya yang sudah memberikan darah untuk Ara!" jelas orang asing itu.


"Kalau begitu, saya akan memeriksa apakah darah bapak cocok atau tidak!"


Orang asing itu langsung mengangguk. Dia tidak akan membiarkan Ara berjuang sendirian. Laki-laki berwajah mengerikan itu sangat yakin kalau darahnya cocok. Karena dia adalah .....


*****

__ADS_1


__ADS_2