Pacarku Idola Tajir

Pacarku Idola Tajir
SEBUAH PILIHAN #1


__ADS_3

Ara tak mampu menahan air matanya lagi ketika sudah keluar dari restoran. Dia tak menyangka ternyata Ken sudah bertunangan dengan Janet.


Seharusnya dia tahu Ken tidak akan mempertahankan dirinya yang bukan siapa-siapa. Sangat berbeda dengan Janet yang puteri orang berada.


"Araaa!" panggil Aldy yang datang tergesa-gesa.


"Kak Aldy ...," sahut Ara yang langsung menghapus airmatanya.


"Kamu ngapain kesini? Seharusnya kamu gak perlu tahu kejadian tadi!"


Aldy sangat mengkhawatirkan adiknya. Apalagi setelah tahu acara pertuangan Ken dan Janet.


"Gak, kak. Untung saja Ara ke sini jadi bisa tahu semuanya. Lagipula Ken memang lebih pantas dengan Janet. Mereka sama-sama anak orang kaya!"


"Seperti itulah mereka, Ra. Makanya kakak juga gak mau jatuh ke dalam jebakan cinta Janet. Pada akhirnya kita akan ditinggalkan," ungkap Aldy lirih. Ada kepedihan disetiap katanya.


"Iya, kak. Ara harusnya gak berharap banyak sama Ken. Kasihan juga Ken jika menentang keluarganya. Sebenarnya ada yang mau Ara omongin. Tadi Ara ke makam dan bertemu orang asing!"


"Makam? Aakh, aku lupa hari ini adalah hari meninggalnya ayah dan ibu. Maafkan aku ya, Ra. Lalu, siapa orang asing yang kamu liat itu?


"Iya, kak. Ara ngerti kok. Tapi, orang asing itu langsung pergi begitu Ara tegur!"


"Sebentar lagi kerja kakak selesai. Tunggulah sebentar lagi, kita pulang bareng!"


Ara cepat mengangguk. Masalah Ken harus disampingkan meski masih ada rasa sedih.


*****


"Maaf! Ken tetap tidak menyetujui pertunangan ini!"


Ken tetap berkeras. Dia pun membalikkan badannya dan melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu.


Janet masih diam saja melihat sikap Ken. Dia sudah menebaknya dari awal. Ken tidak akan menyetujui pertunangan mereka. Apalagi ada Ara.


"Maafkan sikap Ken, pak Rony. Saya yang salah karena tidak menjelaskannya. Sebenarnya ada masalah lain yang harus kita bicarakan!"


"Masalah apa lagi? Aku sudah meluangkan waktu untuk acara ini!"

__ADS_1


Januar mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam tasnya. Sebenarnya acara itu hanya untuk bertemu dengan Rony yang tidak pernah mau menemuinya.


Rony membaca file yang diberikan Januar. Wajahnya langsung berubah.


"Kalian keluar dulu! Aku dan Januar akan bicara dulu!"


Janet dan maminya segera keluar ruangan begitu juga ibunya Ken. Mereka tidak bertanya apa-apa lagi.


Sampai diluar ruangan, barulah Mami Ken langsung meminta maaf.


"Maafkan Ken ya, bu. Sekarang ini Ken memang sedang sibuk dengan ujiannya. Sebaiknya pertunangannya kita bicarakan lain hari lagi," ungkap Mami Ken.


Mami Janet hanya tersenyum tipis.


"Sebenarnya aku tidak menyutujui pertunangan ini. Setelah kuliah, Janet akan ikut kami ke luar negeri!" jawab Mami Janet sedikit ketus. Sepertinya mereka sekeluarga mempunyai sifat yang sama.


"Keluar negeri? Janet gak mau kemana-mana, mih!"


"Janet! Apa kamu sudah ketularan Ken yang suka membantah orangtua?" ucap Mami Janet sedikit keras.


"Ken tidak seperti itu. Dia memang sibuk urusan kuliah! Dia akan menjadi dokter muda sebentar lagi!"


"Ken bukan hanya sibuk kuliah, tante. Tapi sibuk pacaran sama Ara!"


Mami Ken tertegun. Dia tidak tahu kalau Ken sudah punya pacar. Jika begitu, mereka tidak akan menjodohkannya dengan Janet.


"Lihatlah! Sebagai seorang ibu harusnya lebih tahu keadaan anaknya! Masa gak tahu kalau Ken sudah punya pacar?"


"Jika memang Ken sudah punya pacar. Sebaiknya memang pertunangan mereka tidak jadi dilaksanakan! Saya akan mendukung Ken seratus persen. Apalagi Ara yang jadi pacar Ken!"


"Apa tante mengenal Ara?"


Janet tidak mengerti karena Mami Ken kenal dengan Ara.


"Tentu saja kenal. Meskipun hanya dari cerita Ken, saya yakin Ara adalah anak yang baik!" jawab Mami Ken yang malah membela puteranya.


"Bagaimana bisa mempercayai orang yang belum pernah ditemui. Apa anak itu pantas dengan anak kita dan menjadi pendampingnya?" tanya Mami Janet lagi.

__ADS_1


Mami Ken hanya tersenyum.


"Saya yakin Ken bisa memilih gadis yang baik untuknya!"


Perdebatan itu pun berakhir.


Ken berjalan dengan hati yang sangat kesal. Dia tidak menyangka orang tuanya tidak menjelaskan soal acara hari ini. Jika tahu, Ken gak akan datang.


Tiba-tiba, Ken melihat seseorang yang membuat langkahnya langsung terhenti.


"Araa?!"


Ara menoleh. Ken ada di hadapannya.


"Kamu ngapain di sini, Ra?"


Ara tersenyum. Dia memutuskan untuk pura-pura tidak tahu soal pertunangan Ken. Padahal Ken sudah menolaknya tanpa Ara ketahui.


"Lagi nunggu Kak Aldy! Kamu juga ngapain Ken?"


"Oh, iya. Aku baru tahu kakakmu kerja di sini. Tadi ada acara makan malam dengan keluargaku. Harusnya tadi kamu ikut. Katanya kamu lembur!"


Ken sedikit lega. Ara jadi gak tahu tentang pertunangannya dengan Janet meski pun sudah ditolaknya.


"Kamu mau makan, Ra? Kita makan di dalam, yuk!"


Ara menjadi sedikit bingung. Dia gak mau bertemu dengan keluarga Ken dan Janet.


"Ara mau pulang bareng denganku! Iya kan, Ra?"


Untung saja Aldy muncul. Ara bisa bernapas dengan lega.


"I-iya, Ken. Maaf ya, aku ada urusan dulu sama Kak Aldy!"


Dengan berat hati, Ara membalikkan badan dan mengikuti kakaknya.


Ken hanya diam saja sambil memandangi kepergian Ara. Jangan ... jangan, Ara tahu soal rencana pertunangan Ken!!!

__ADS_1


*****


__ADS_2