Pacarku Idola Tajir

Pacarku Idola Tajir
MENJEMPUT IMPIAN #1


__ADS_3

Ara memulai acaranya dengan bintang tamu ayahnya sendiri yang didampingi Aldy. Sementara, Ken memerhatikannya dari jauh. Membuat Ara jadi sedikit grogi. Hari ini sangat mendebarkan dengan bintang tamu spesial juga dengan kehadiran Ken.


Ayah Ara menceritakan bagaimana kecelakaan menimpanya sampai harus menghilang karena wajahnya yang sangat mengerikan seperti monster. Setelah normal barulah dia berani menampakan diri di depan keluarganya.


Aldy juga menceritakan bagaimana perasaannya kehilangan orang tua dan adiknya yang juga mengalami kecelakaan yang sama. Sampai akhirnya semua sudah berlalu dan senang bisa berkumpul dengan ayah dan adiknya lagi.


"Jadi, bagaimana perasaan ayah dan kakak sekarang ini?" tanya Ara setelah sampai diujung acara.


Satrio mengangguk pelan. Dari awal dia juga hanya menceritakan kisahnya tanpa menyalahkan siapapun, tidak juga dengan Rony, papinya Janet.


"Ayah sangat senang dengan keadaan sekarang. Yang lalu biarlah berlalu. Yang penting semuanya dalam keadaan sehat. Puteri dan puteraku juga sukses dengan pekerjaan masing-masing. Itu juga membuat hatiku sangat senang dan bahagia!"


Ara dan Aldy pun memeluk ayahnya. Mereka sangat bahagia bisa bersatu lagi meski tanpa sang ibu. Walaupun sampai sekarang orang yang sudah melakukan perbuatan jahat kepada mereka gak pernah tertangkap. Mereka sudah mengikhlaskan semuanya.


Tanpa terasa Ara meneteskan airmata. Kali ini dirinya juga menjadi bintang tamu dalam acaranya sendiri.


Sementara itu di ruang rias, Jeni sedang merias wajah seorang bintang tamu lagi. Ketika datang pertama kali, Jeni hampir menyerah dengannya. Namun begitu jemarinya mengeluarkan senjata pamungkas membuat gadis itu mengeluarkan aura bintang. Jeni aja sampai terpesona melihatnya.


"Cobalah berputar! Aku merasa masih ada yang kurang," ungkap Jeni kepadanya.


Gadis itupun menuruti perkataan Jeni. Sedetik kemudian cowok gemulai itu tercengang setelah menyadari sesuatu.


"Apa kamu memakai kaki palsu?" tanyanya keheranan.


Gadis itu pun mengangguk dan tersenyum lebar. Dia memang memakai kaki palsu. Gadis itu adalah Janet.


Ya! Janet baru mendapatkan kaki palsunya beberapa bulan yang lalu. Gak ada seorangpun tahu kecuali maminya. Bahkan Ara yang memandu acara juga gak mengetahuinya.


"Baiklah! Bintang tamu selanjutnya adalah sahabatku sendiri sejak kuliah. Namanya adalah Janet!" panggil Ara ketika waktunya Janet masuk ke dalam ruangan.


Ara mengira Janet akan masuk dikursi roda bersama mamihnya. Ternyata, yang datang adalah seorang gadis yang berjalan dengan sangat anggunnya.


Semua sangat terkejut. Bukan hanya Ara, Aldy juga memandangnya penuh takjup. Mereka semakin dekat setelah Janet membuka hati dan mulai berpacaran. Aldy menerima keadaan Janet apa adanya. Akhirnya Janet kembali menjadi dirinya sendiri dan penuh kasih sayang.


Janet sengaja merahasiakan kaki palsunya dari Aldy. Dia ingin memberi kejutan kepada semua orang.


"Apa kabarmu, Janet?" tanya Ara seraya memeluknya.


"Aku sangat baik, Ra! Apa kabar Yah? Hhmm Kak Aldy?"


Janet mencium tangan Ayah Ara. Satrio juga sudah menerima Janet dan melupakan masa lalu. Apalagi setelah Aldy mengatakan kalau mencintai Janet.

__ADS_1


Aldy menatap Janet penuh cinta. Sikap Janet sekarang sudah berubah apalagi setelah menjadi tenaga pengajar disekolah luar biasa. Janet mengajari anak-anak yang sedang sakit dengan pelajaran bahasa inggris.


"Apa yang kamu lakukan sekarang, Net?" tanya Ara dengan gaya biasa santai. Seperti itu juga Ara kepada bintang tamu lain sehingga membuat nyaman.


"Aku mengajar di sekolah luar biasa, Ra. Setelah mendapat kaki palsu, aku akan ikut menjadi model untuk acara amal anak-anak cacat!" jawab Janet dengan penuh senyuman.


"Aku ikut senang, Net. Seharusnya memang semua penyintas seperti itu. Meskipun banyak kekurangan tapi bisa bermanfaat untuk orang lain!"


Setelah lumayan lama mengobrol. Seharusnya acara yang dibawakan Ara selesai. Tapi pihak produser memberitahu kalau ada satu bintang tamu lagi. Ara sangat bingung karena dia sama sekali gak tahu siapa orangnya.


"Oh iya! Masih ada satu lagi bintang tamu yang datang hari ini. Dia adalah seorang dokter tampan yang pernah menjadi idola di kampusnya. Dia adalah dokter Ken!"


Ara malah bengong setelah membaca tulisan yang terpampang di depannya. Apa benar Ken juga bintang tamu acaranya?


Dari balik pintu, seorang laki-laki tampan muncul. Wajahnya sangat bersinar seperti matahari namun tatapannya terasa menyejukan. Dia adalah Ken!


Mendadak Ara menjadi gugup. Biasanya Ara lancar mengajukan banyak pertanyaan. Namun kali ini berbeda. Yang ada dihadapannya adalah laki-laki yang sangat dirindukannya.


Produser memberi kode agar Ara memberi pertanyaan. Sebenarnya, sebelum acara dimulai, Ken sempat menemuinya. Kebetulan Ken sangat mengenal produser itu.


"Ayolah, bang! Tolong masukan aku dalam acara Ara hari ini. Ada sesuatu yang sangat penting yang akan aku katakan!" rengek Ken kepada Bang Kurno, producer acara Ara.


"Hadeh! Buat apa juga, Ken. Kalau urusan pribadi kamu bisa melakukannya kapan aja! Emangnya kamu mau ngapain sih?" tanya Bang Kusno sedikit cuek.


"Ya, sudah. Kamu masuk segmen terakhirnya. Cuma sepuluh menit aja!"


Akhirnya, Ken mendapat kesempatan untuk melakukan niatnya di acara Ara. Apa sih yang dimauinnya?


Sekarang, Ken sudah berada di dalam acara Ara. Spontan aja Ara terkejut begitu juga Ayah Ara dan Aldy.


"Baiklah, dokter Ken! Hampir setahun dokter menghilang. Katanya hanya beberapa hari, lanjut beberapa bulan sampai setahun. Apa rencana dokter selanjutnya?" tanya Ara sangat dalam karena dia sendiri yang merasakannya.


Ken tersenyum. Dia pun mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya. Sebuah kotak kecilberwarna hitam kini sudah ada ditangannya.


Tiba-tiba, Ken berjongkok. Ara kaget setengah mati. Sekaramg acaranya adalah siaran langsung dan siapapun pasti melihat adegan itu.


"Baiklah! Ini adalah rencanaku, Nona Ara. Apa kamu mau menjadi istriku?"


Oalaah! Ternyata Ken melamar Ara. Spontan semua yang menyaksikan terdiam. Begitu juga penonton di manapun yang sedang melihat acara itu.


Ara jadi gemetaran. Sebenarnya, hal inilah yang ditunggu Ara selama setahun. Tapi bukan di acaranya juga!

__ADS_1


"Terima, terimaa, terimaaa!"


Terdengar suara dari bangku penonton. Mereka menunggu Ara mengatakan jawaban lamaran Ara.


Ara melihat ayahnya seakan minta restu begitu juga kepada kakaknya. Mereka pun mengangguk tanda setuju.


Produser kembali memberi kode karena waktu tayang akan berakhir.


"Baiklah, dokter Ken. Saya mau menikah denganmu!"


Semua yang menyaksikan itu pun bertepuk tangan. Mereka sangat senang mendengar jawaban Ara. Semua tahu bagaimana kisah cinta Ara dan Ken dan mengharapkan kisah merrka akan berakhir di atas pelaminan.


Akhirnya acara itupun selesai. Ara baru bisa bernapas lega setelahnya. Namun, dia masih punya perhitungan dengan Ken.


"Maaf, semuanya. Nona Ara saya akan culik dulu. Saya janji akan mengembalikannya dalam keadaan utuh!"


Baru saja Ara melewati kejadian mengejutkan itu. Ken langsung menarik tangannya tanpa menunggu persetujuannya lagi. Entah kemana Ken akan membawanya. Kali ini, Ara pasrah.


"Kamu gila, Ken! Ngapain masuk ke acaraku? Itu kan siaran langsung pasti ditonton banyak orang!" cetus Ara ketika sudah berada di dalam mobil.


"Biarin aja semua orang tahu kalau kamu itu milikku!" sahut Ken santuy.


"Ken!"


"Tuh, kamu sih gak pakai cincin yang aku berikan dulu. Makanya aku ganti sekalian aja jadi cincin pertunangan dan sebentar lagi jadi cincin pernikahan!"


"Kenapa gak bilang-bilang, sih? Aku hampir pingsan tahu, gak!"


Ken tertawa kecil. Dia memang melihat wajah Ara jadi pucat begitu dia datang.


"Sekarang ini kamu udah jadi idola banyak orang. Aku takut nanti ada yang menjampi-jampi kamu dari jauh!" celetuk Ken.


"Kamu ini! Jaman sekarang mana ada sih yang kayak gitu?"


Ara berniat menghadiahkan cubitan di pinggang Ken. Namun, dia keburu sadar dan meraih tangannya.


"Kamu mau apa, Ken? Lepaskan!"


"Hhmmm, aku mau apa, ya? Bagaimana kalau ini ...."


Ken mendekatkan wajahnya di depan Ara. Membuat gadis itu sangat terkejut dan membenturkan kepalanya di kepala Ken.

__ADS_1


"Wadawww!" teriak Ken. Seharusnya adegan itu berakhir dengan ciuman mesra. Bukan tandukan ala preman!!!


*****


__ADS_2