
Raffi hanya tertegun begitu melihat Ken melamar Ara di acaranya lewat laptop. Meskipun itu hanya siaran ulang tapi hatinya tetap saja jadi tak menentu seperti sudah kehilangan sesuatu. Ya! Raffi harus sadar kalau Ara sudah menjadi milik orang lain.
Hubungannya dengan Irena juga gak berjalan baik. Sampai akhirnya Irena memutuskan untuk menikah dengan seorang dosen. Raffi hanya bisa berdoa kalau Irena bisa bahagia dengan pasangannya.
"Maaf, pak dokter. Ada korban kecelakaan beruntun. Ditunggu di ruang Ugd!" ucap perawat yang tiba-tiba muncul.
"Baik, saya akan ke sana!"
Raffi langsung menutup laptopnya sebelum pergi. Jika saat seperti itu, dia harus konsen sepenuhnya untuk membantu para korban dan melupakan masalah pribadi.
Sesampainya di ruang Ugd, ada seorang gadis dan kameraman sedang melakukan siaran. Dia agak kurang suka jika ada yang orang media disaat seperti itu.
"Maaf, dok. Bagaimana keadaan para pasien?" tanya gadis itu yang tiba-tiba ada di sebelah Raffi ketika memeriksa seorang korban.
"Maaf, saya sedang sibuk!"
Hanya itu yang dikatakan Raffi.
Gadis itu adalah Laras yang sedang melakukan siaran langsung. Laras sudah terbiasa dengan perlakuan seperti itu. Tapi demi pekerjaan dia harus melakukannya.
Hampir jam dua belas malam. Laras sudah selesai siaran namun terlalu malam untuk pulang. Dia memilih untuk tidur di ruang tunggu sementara kru yang lain nongkrong di cafe.
Saat itu, Raffi juga baru selesai mengurus para pasien dan melihat gadis penyiar itu sedang tertidur pulas di sofa. Dia baru ingat kalau penyiar itu adalah temannya Ara tapi gak tahu siapa namanya.
Tiba-tiba seorang sekuriti berjalan kearah Laras. Sebenarnya, siapapun gak boleh tidur di ruang tunggu. Ada tempat khusus pengunjung di tempat lain. Raffi buru-buru menyusulnya dan memberitahu agar gak mengganggu gadis penyiar itu. Akhirnya sekuriti itu pun mengerti dan pergi.
Gadis penyiar itu pasti sangat lelah. Raffi sering melihatnya siaran sampai tengah malam dan pagi-pagi sudah bekerja lagi. Raffi penasaran dengan nama gadis itu. Sepertinya dulu pernah mendengarnya.
Dari jauh terlihat, ada nametag yang menggantung di leher gadis itu. Raffi mendekati gadis itu dan menunduk agar bisa melihatnya lebih jelas. Namanya Laras. Aakh! Kenapa Raffi baru ingat. Padahal dulu Ara sering menyebut namanya.
Tiba-tiba, Laras membuka mata. Tentu saja, dia sangat terkejut melihat ada seorang laki-laki di depannya.
"Dokter Raffi?!" Laras sangat mengenal laki-laki itu.
Raffi juga sangat terkejut dan segera menjauhi Laras, "oh, iya. Maaf, aku hanya ingin melihatmu lebih jelas. Kamu temennya Ara, kan?"
Laras segera membetulkan duduknya, "i-iya, dok. Maaf, saya tadi ketiduran!"
Tiba-tiba terdengar suara aneh. Laras melotot. Suara itu dari dalam perutnya!
Raffi hanya tertawa kecil, "kamu lapar, ya? Kapan kamu makan terakhir kali?"
Laras sangat malu namun gak tahu harus bagaimana, "tadi pagi jam sepuluhan di kantor, dok!"
"Hhmmm, pantas perutmu keroncongan. Ayo ke kantin denganku. Kebetulan aku juga lapar!"
__ADS_1
Raffi juga baru ingat kalau gak sempat makan siang juga. Hari ini sangat sibuk karena kecelakaan beruntun itu sehingga semuanya gak bisa istirahat dan lupa makan.
Akhirnya, Laras mengikuti langkah dokter Raffi. Cacing di perutnya gak bisa diajak kompromi lagi.
*****
Seminggu kemudian, acara pertunangan Ara dan Ken dilangsungkan di ruang serba guna hotel Santika. Keluarga Ara dan Ken juga hadir, termasuk Laras dan dokter Raffi. Janet juga hadir bersama dengan maminya. Semua sangat senang melihat kebahagiaan Ara dan ken.
Ternyata, Ceonya adalah kawan lama Ken yaitu Tuan Damar Wicaksana.
"Aku senang akhirnya sang idola akan segera naik ke pelaminan!" ungkap Damar setelah acaranya selesai. Dirinya dan ken adalah kawan sekelas sewaktu SMA dulu. Hanya saja mereka terpisah karena Damar meneruskan sekolahnya di luar negeri.
"Sekarang aku bukan lagi idola, tapi calon istriku. Kau tahu kan acara yang dibawakannya viral. Bahkan kami harus bersembunyi kalau sedang berduaan!" jelas Ken.
"Iya, Ken. Aku sangat iri denganmu. Malahan aku masih harus mengejar perempuan yang aku sukai!"
"Kalau begitu semangat, ya. Aku yakin kamu bisa mendapatkan hati gadis pujaan hatimu! Sebenarnya, aku mau mengenalkanmu dengan Nona Luna. Dia adalah perancang pakaian yang kami kenakan hari ini juga hari pernikahan nanti!"
"Siapa? Nona Luna?" Damar sangat terkejut mendengar nama itu. Apakah Luna yang sama seperti dalam pikirannya.
"Nah itu, orangnya datang bersama Ara. Wah, ternyata dia itu panjang umur, ya!"
Dari jauh Ara dan Luna berjalan ke arah Ken dan Damar.
"Jadi, kalian kenal sama Nona Luna? Dialah gadis yang aku ceritakan, Ken!"
"Apa kamu lagi ngomongin aku?" tanya Luna yang langsung naik pitam.
"Lihatlah, gadis ini. Bagaimana aku bisa melunakan hatinya kalau selalu panasan!" celetuk Damar.
Ken langsung tertawa begitu juga Damar.
"Kalian ini gak sopan, ya. Tamuku malah diketawain!" tegur Ara yang kurang suka dengan sikap Ken.
"Bukan begitu, sayang. Kawanku ini juga mau ke pelaminan seperti kita. Tapi gadisnya masih kabur-kaburan. Makanya cepat diikatlah, bro!" ledek Ken lagi.
"Dia itu wonder woman, Ken. Bahkan rantai kapalpun akan putus dengan kekuatannya!"
"Damar! Aku mau bicara denganmu!"
Luna langsung menarik tangan Damar menuju ke ruangan lain. Damar juga gak bisa menolak. Entah apa yang terjadi dengan keduanya.
Ken dan Ara hanya tertawa melihat keduanya yang sama seperti hubungan mereka dulu.
"Kamu senang, sayang?" tanya Ken sambil meraih tangan Ara dan menggenggamnya erat.
__ADS_1
"Aku senang melihat semuanya senang, Ken. Keluargaku dan keluargamu juga sahabat semua hadir disini!" jawab Ara dengan mata berkaca-kaca.
"Ini belum selesai, sayang. Sebulan lagi akan ada acara yang jauh lebih besar. Aku mau kita langsung honeymoon aja biar langsung joss!"
"Apa sih, Ken! Aku masih ada kontrak. Kayaknya gak bisa kemana-mana tahun ini!"
"Kok begitu? Pokoknya aku akan menculikmu kalau masih kerja juga!" ancam Ken.
"Ya, sudah. Acara pernikahannya tahun depan aja!" sahut Ara.
"Apa!!!"
Ken gak akan mau menunggu selama itu. Ara cuma mesem-mesem melihat Ken kelimpungan.
*****
Raffi mengajak Laras ke suatu tempat sebelum mengantarnya pulang. Tempat itu adalah favoritnya ketika sedang suntuk. Tempat itu adalah pantai yang gak begitu jauh.
"Waah! Sudah lama juga saya gak kesini, pak dokter. Terima kasih sudah mengajak saya kesini!" ungkap Laras yang sangat senang melihat deburan ombak dan langit biru.
Raffi merasa kurang enak.dengan panggilan Laras padanya, "sudah saatnya jangan panggil aku seperti itu, Ras!" katanya.
Laras menoleh, "kenapa, pak dokter?" tanyanya sedikit bingung.
"Karena aku ingin memanggilmu sayang. Gak seimbang kalau kamu memanggilku seperti itu!"
"Maksud pak dokter ...," ucap Laras yang mencoba menerka maksud Raffi.
"Ya! Aku mencintaimu, sayang," ungkap Raffi sambil menggenggam tangan Laras.
"Sa-saya, maaf saya masih bingung!"
"Hadeh! Apa perlu aku buktikan perkataanku? Apa kamu gak suka padaku?"
Laras merasa hatinya penuh bunga. Ternyata perasaannya sama dengan Raffi.
"A-aku juga mencintaimu, mas!" jawab Laras malu-malu.
Akhirnya, Raffi menemukan tambatan hatinya begitu juga dengan Laras. Kisah cinta mereka baru akan dimulai.
(Selesai)
Nb : Terima kasih kepada kawan-kawan yang sudah mengikuti jalan cerita Ara dan Ken. Sampai jumpa di season berikutnya. Apakah Ara dan Ken akan menikah? Kepoin ya ....
Jangan lupa ikutin kisah Luna dan Damar juga ya dalam novel berjudul Terjebak Cinta Ceo Muda. Pastinya seru dan bikin geregetan juga!
__ADS_1
❤❤❤❤❤