
Ken sangat khawatir dengan keadaan Ara. Dia sendiri tidak boleh masuk karena bukan keluarga. Setidaknya, masih ada Mami Ken yang bisa melihat keadaan ara langsung.
"Bagaimana keadaan Ara, mih?" tanya Ken begitu maminya keluar dari ruang ICU.
Wajah Mami Ken sedikit pucat. Dia merasakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan.
"Operasi Ara memang berhasil. Tapi terlalu dini untuk menilainya. Ara harus melewati masa kritis, baru ketahuan hasil operasinya!" jelas Mami Ken pelan.
Aldy merasa hatinya trenyuh mendengar keterangan Mami Ken. Dia tidak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk adiknya.
Andre menepuk pundak Aldy untuk memberikan semangat untuk temannya. Ara juga seperti adiknya sendiri. Hatinya juga merasakan kesedihan juga.
"Ada yang mau Ken bicarakan, Mih!"
Mami Ken menatap puteranya itu lekat. "Soal apa, Ken?"
"Soal pendonor darah buat Ara. Ternyata bukan dari kakaknya. Apa bisa tahu siapa orang yang sudah mendonorkan darahnya, Mih?"
"Bisa saja. Tinggal liat dari datanya!"
"Apa mami bisa bantu mencari datanya, mih?"
"Nanti mami cari tahu!"
Ken sedikit tenang begitu mendengar ucapan maminya.
Aldy juga ingin tahu siapa sosok misterius yang sudah memberikan darah untuk adiknya. Yang diherankan mengapa harus bersembunyi. Pasti ada sesuatu!
*****
__ADS_1
Laras sangat cemas begitu mendengar Ara kecelakaan. Pantas Andre sangat panik dan tidak menjawab tegurannya. Melihat sikap Andre seperti itu, membuat Laras meragu. Apakah dihatinya masih ada Ara?
Akhirnya Laras ke rumah sakit untuk menjenguk Ara. Apapun yang terjadi antara dirinya dan Andre, Ara tetaplah teman baiknya.
"Gimana Ara, Kak Aldy? Maaf baru bisa jenguk. Aku baru tahu tadi pagi!" ungkap Laras begitu sampai di rumah sakit.
Selain Aldy, Laras juga melihat Andre. Tapi dia memutuskan untuk mejaga jarak.
"Kami masih menunggu. Ara belum melewati masa kritisnya, Ras. Doakan Ara biar cepat pulih, ya," pinta Aldy.
Laras langsung mengangguk. Dia juga sangat sedih karena terlambat mengetahui soal kecelakaan Ara.
"Ras ...," sapa Andre dan duduk di dekat Laras. Namun, Laras memilih untuk menjauh. Andre tidak mengerti mengapa sikap Laras berbeda.
"Ada apa, Ras?" tanya Andre lagi.
"Gak ada apa-apa, Kak. Saya hanya kepikiran soal Ara aja. Seharusnya aku tahu sejak awal!" jelas Laras.
Laras pura-pura tidak tahu, "gak apa-apa kok. Aku tahu Kak Andre sangat mencemaskan Ara! Aku juga seperti itu," jawab Laras berusaha menutupi keresahannya.
"Beneran, Ras. Waktu di kampus, Aldy dan aku sangat panik. Jadi maaf kalau aku tidak memberitahumu!"
"Iya, kak. Beneran kok, aku gak knapa-napa!" tegas Laras lagi.
Andre tahu kalau Laras marah padanya. Namun, saat ini tidak ada kesempatan untuk menjelaskannya.
*****
Janet sudah sampai di bandara dan tinggal menunggu masuk ke dalam pesawat. Rasa bersalah masih memenuhi hatinya. Menyesali kelakuannya yang tidak bisa dimaafkan.
__ADS_1
"Neeet!" panggil Sisi dan Dea yang baru saja sampai. Mereka berlari kencang agar bisa bertemu dengan Janet.
Janet sangat terkejut begitu melihat Sisi dan Dea. "Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Janey heran.
"Jelas mau ketemu elo dong, Net!" jawab Sisi sambil terengah-engah.
"I-iya, Net. Lo kok tega pergi ke luar negeri tanpa ngasih tahu gue dan Sisi!" ungkap Dea juga.
"Buat apa gue ngasih tahu elo?"
Sisi dan Dea saling pandang. Sikap Janet kambuh lagi.
"Gue mau ngasih tahu kalau Ara ketabrak mobil. Keadaannya sangat parah, Net!" lanjut Sisi.
"Iya, Net. Kepalanya terbentur aspal dan harus dioperasi. Sekarang masih kritis!" Dea juga ikut bicara.
"Kecelakaan Ara gak ada urusan sama gue. Jadi, buat apa buang-buang waktu ngasih tahu gue!"
Sisi dan Dea kebingungan lagi.
"Tapi, Ara kan adiknya Aldy. Elo kan menyukai dia, Net!"
"Gue udah gak mikirin anak miskin itu! Gue bisa dapet yang lebih kaya di luar negeri!" jelas Janet cuek. Padahal hatinya masih bergemuruh.
"Kok gitu, Net! Gue kirain elo bener-bener cinta sama kakaknya Ara!" ucap Sisi bingung.
"Sudahlah! Gue gak mau bahas mereka lagi. Sebentar lagi pesawat gue mau take-off. Kalian pulang saja!"
Sisi dan Dea hanya bengong melihat Janet ngeluyur pergi begitu saja. Janet penyakitnya tambah parah aja deeh!!!
__ADS_1
*****