Pacarku Idola Tajir

Pacarku Idola Tajir
INIKAH KARMA? #2


__ADS_3

Menjelang tengah malam, Aldy sampai juga dirumah sakit. Tubuhnya sampai gemetaran karena hawa dingin di atas motor yang dikemudikannya. Selain itu, berita kecelakaan yang dialami Janet membuatnya shock.


Laras sengaja menunggu Aldy sampai datang sementara Bang Rusdy dan Harry sudah pulang duluan.


"Di mana Janet, Ras?" tanya Aldy setelah bertemu Laras di ruang tunggu.


"Sedang di UGD, kak Kayaknya ada mamahnya Janet sedang menunggu kabar dari dokter, kak!" jawab Laras yang tadi sempat melihat mamahnya Janet.


"Aku mau ke sana. Kamu mau ikut, kan!"


Laras diam sebentar. Dia gak menyangka Aldy mengajaknya menjenguk Janet bersama-sama.


"Apa gak apa-apa, kak?"


"Memangnya kenapa? Lagipula kamu disini sendirian!"


Laras melihat ruang tunggu sudah mulai sepi. Hanya ada beberapa orang yang sedang mengobrol dengan temanya.


"Baik, kak. Aku ikut!"


Akhirnya Laras ikut juga dengan Aldy ke ruang UGD tempat Janet dirawat.


Sesampainya di sana, mamahnya Janet sedang menangis sendirian. Penampilannya lusuh sangat berbeda dengan dulu.


"Maaf, tante. Saya temannya Janet. Bagaimana kabarnya sekarang?"

__ADS_1


Mamahnya Janet menghapus airmatanya dan menatap Aldy lekat.


"Setahu tante, Janet gak punya teman laki-laki. Nama kamu siapa?" tanya Mamah Janet yang berusaha mengenali anak muda itu. Dia juga melihat ke arah Laras.


"Kalau kamu, aku pernah lihat kamu ke rumah. Apa namamu Upik?" Ternyata Mamah Janet masih mengenali Laras.


"Iya, tante. Saya Upik. Gimana Janet, tante?" Dulu, Laras memang dipanggil Upik sama Janet.


Airmata Mamah Janet kembali mengalir. Dia sangat bingung soal Janet.


"Janet masih pingsan. Kata dokter, salah satu kakinya patah. Tante harus bagaimana? Hanya Janet aja harapan tante sekarang. Tapi Janet malah kecelakaan! Biaya operasinya sangat mahal. Darimana tante mendapatkan uangnya!" ungkap Mamah Janet disertai tangisan.


Aldy tertegun. Dia juga sangat terkejut mendengar kondisi Janet. Meski sikap Janet gak berubah, Aldy masih mencemaskannya.


"Saya akan bantu sebisanya, tante. Semoga aja kondisi Janet bisa lebih baik!" ucap Aldy dengan penuh ketulusan.


"Apa kamu yang sudah memberikan Janet uang tempo hari? Tante sangat berterima kasih. Kami sangat terbantu dengan uang itu. Janet baru sebulan bekerja di cafe tapi nasibnya sangat menyedihkan!" ucap Mamah Janet lagi. Dia menebak kalau Aldylah yang memberikan uang itu.


"Itu hanya sedikit, tante!" jawab Aldy yang mengakui perbuatannya membantu Janet. Padahal Janet sendiri gak tahu kalau Aldy yang sudah memberikannya.


Laras kembali tertegun. Apakah Aldy bertemu Janet sewaktu di kampus? Saat itu, Laras sudah pulang duluan bersama krunya.


Tiba-tiba, dokter dan perawat keluar dari ruang Ugd. Ternyata, dokter Raffi yang merawat Janet.


"Bagaimana dengan puteri saya, dok?" Mamah Janet langsung menghadang dokter.

__ADS_1


Dokter Raffi mengenali Aldy juga Laras. Begitu juga Aldy dan laras yang mengangguk hormat kepada dokter Raffi.


"Anak ibu harus cepat dioperasi. Tapi, kakinya harus diamputasi!" jelas dokter Raffi yang terpaksa jujur. Meskipun dia tahu keluarga korban pasti sangat bersedih.


"Diamputasi? Ya ampun, Janeet. Kenapa kamu begini, nak? Apa ini karma karena kamu juga pernah menabrak gadis yang bernama Ara waktu dulu?" ujar Mamah Janet histeris.


Semuanya terkejut mendengar ucapan Mamah Janet. Sebenarnya Aldy dan Laras sudah mengetahui kenyataan itu. Tapi gak menyangka Mamah janet mengaitkan kecelakaannya dengan perbuatan Janet dulu.


Dokter Raffi yang paling terkejut. Ternyata korban kecelakaan itu yang menabrak Ara! Tapi, mengapa kakaknya ara malah ada di sini?


"Apa yang kamu lakukan disini? Apa kamu tahu gadis korban kecelakaan itu yang menabrak Ara?" tanya dokter Raffi ketika sedang berdua dengan Aldy.


"Saya juga mengenal Janet, dok! Begitu juga Ara. Kami sudah memaafkan dan gak melaporkannya ke polisi. Tapi, saya gak menyangka sekarang Janet juga mengalami kecelakaan!" jelas Aldy yang sangat prihatin dengan keadaan Janet.


"Lalu, bagaimana keadaan Ara sekarang? Sudah beberapa bulan ini, Ara gak kontrol. Saya sangat mencemaskannya," tanya dokter Raffi yang teringat dengan Ara.


"Ara sekarang bekerja lagi di stasiun tv, dok. Apa dokter pernah melihatnya? Ara memandu program acara Penyintas. Bintang tamunya adalah orang-orang korban kecelakaan seperti Ara!"


"Jadi Ara sekarang sudah bekerja. Aku senang mendengarnya. Tapi, ingatkan Ara untuk tetap kontrol dan jangan terlalu capek!"


"Baik, dok. Lalu, bagaimana dengan Janet? Apa gak ada cara lain untuk mengobati kakinya?"


Dokter Raffi terdiam kemudian menggeleng pelan, "kakinya terluka delapan puluh persen karena terlindas mobil. Kasusnya lebih parah dari Ara. Sepertinya sewaktu menabrak Ara, gadis itu sempat mengerem mobil! Tapi, berbeda dengan yang dialaminya!"


Aldy gak bisa membayangkan apa yang dirasakan Janet. Apalagi setelah Janet sadar dan tahu kalau kakinya hanya tinggal sebelah!!!

__ADS_1


*****


__ADS_2