
Ken sangat galau setelah bertemu dengan Ara lagi. Menyesali keputusannya yang meninggalkan Ara padahal seharusnya Ken selalu ada di sisinya.
Malam itu, Ken pulang ke rumahnya. Kembali ke kamarnya yang menyimpan banyak kenangan bersama Ara. Ken tidak membawa hapenya yang lama karena banyak foto-foto Ara. Dia sangat takut jika merindukan Ara setelah melihat foto-foto itu.
Kali ini, Ken memberanikan diri untuk menyalakan hapenya. Dadanya berdegup kencang. Bersiap untuk sesuatu yang penah mengisi hari-harinya bersama Ara.
Berbagai foto terpampang di layar hape Ken. Mulai dari hari pertama, Ara tanpa sengaja muncul di hapenya. Saat itu, Ken sedang memotret dari atas gedung. Kemudian Ken melihat Ara yang sedang dibully Janet dan kawan-kawannya.
Saat itu, Ken tidak begitu memperhatikan Ara. Kemudian beberapa kali, Ken melihat Ara diperlakukan tidak menyenangkan. Namun, Ara gak pernah marah. Dia selalu tersenyum. Saat itulah, Ken merasakan jatuh cinta kepada Ara dan bertekad menjadi dewa penolongnya.
Namun kenyataannya sangat berbeda. Setelah Ken mendekati Ara, kejadian buruk semakin banyak menimpa Ara. Ken gak pernah memikirkannya sama sekali. Sampai akhirnya, kecelakaan itu terjadi. Peristiwa yang sangat membekas di dalam hati Ken.
"Apa yang kamu lihat, Ken? Mengapa serius sekali?" tanya Jessica yang tiba-tiba muncul.
Ken segera meletakan hapenya di atas meja dan berpura-pura mencari sesuatu.
"Aku lagi mencari sesuatu, Jess. Apa kamu mau tinggal disini? Mami pasti sangat senang," tanya Ken mengalihkan pembicaraan.
Jessica tersenyum dan duduk di sofa, "hhmmm, aku sangat senang dengan suasana rumah ini. Tenang dan nyaman. Tapi, aku mau tinggal di apartemen aja. Aku mau benar-benar mandiri, Ken!" jawab Jessica dengan penuh keyakinan.
"Di sini sangat berbeda, Jess. Sebaiknya kamu tinggal disini aja untuk sementara waktu. Mami dan papi juga gak akan mengijinkan kamu tinggal sendirian!"
__ADS_1
Ken merapikan buku-bukunya yang sedikit berantakan. Jessica melirik hape Ken dan sekilas melihat foto seorang gadis di sana. Dia mirip sekali dengan pasiennya yang bernama Ara.
"Apakah gadis ini Ara, Ken? Jadi kamu memang mengenalnya!"
Ken tertegun mendengar ucapan Jessica. Dia pun segera menoleh dan melihat Jessica tengah memegang hape lamanya. Sepertinya, Ken gak bisa berbohong lagi.
"Iya, Ara adalah pacarku. Aku meninggalkannya karena terlalu merasa bersalah. Suatu hari, terjadi kecelakaan. Ara tertabrak mobil di depan mataku. Semua itu karena salahku yang membiarkannya pergi sendirian. Terlebih lagi, yang menabraknya adalah seorang gadis yang menyukaiku. Sebenarnya, Ara sempat sadar dan mengenaliku. Kemudian dia kembali koma. Setelah operasi, Ara gak ingat aku lagi. Aku memilih pergi karena tidak ingin Ara menderita karena aku lagi!" jelas Ken dengan suara tersendat.
Napasnya terasa sesak. Dia memilih membuka daun jendela agar bisa bernapas lega. Namun, yang dirasakannya tetap sama.
Jessica hanya bisa terdiam mendengar cerita Ken. Pantas saja, Ken langsung akrab dengan Ara. Bahkan hubungan mereka lebih dekat dari perkiraannya.
"Seharusnya, kamu tetap di samping Ara apapun yang terjadi, Ken!" ungkap Jessica yang juga menyalahkan Ken.
"Aku mengira kalau Ara sudah sembuh. Aku berharap Ara bisa menemukan seseorang yang membuatnya bahagia. Saat itu aku memilih melanjutkan kuliah ke luar negeri. Hape aku tinggalkan agar tidak teringat padanya lagi!" lanjut Ken yang masih merasakan sesak di dadanya.
"Pantas aja! Di sini begitu banyak pesan dari Ara," cetus Jessica yang masih mengamati hape Ken.
Ken segera menoleh begitu mendengar ucapan Jessica.
"Pesan? Bagaimana Ara tahu soal aku? Waktu itu kan Ara lupa ingatan!"
__ADS_1
Ken segera mengambil hapenya dari tangan Jessica. Di sana begitu banyak panggilan telepon dan puluhan pesan dari Ara. Ken pun segera membaca pesan terakhir Ara.
-- Ken, aku akan menjalankan operasi yang kedua kalinya. Meskipun aku belum bisa mengingat kenangan kita. Tapi, aku masih bisa mengingatmu. Tenanglah dimanapun kamu berada. Aku gak pernah menyalahkanmu --
Tangan Ken mulai gemetaran. Tanpa terasa matanya pun basah.
"Aku harus pergi!" ucap Ken yang langsung pergi.
"Ken, kamu mau ke mana?" tanya Jessica cemas. Tapi, Ken sudah tidak kelihatan lagi.
"Ada apa, Jess? Mengapa Ken berlari secepat itu?" tanya Mami Ken yang baru muncul.
Jessica diam sebentar. Ternyata Ken masih sangat mencintai Ara. Mungkin sekarang sudah terlambat. Jessica melihat dokter Raffi sangat dekat dengan Ara.
"Apa tante mengenal Ara?" tanyanya langsung.
"Ara yang bersekolah di rumah sakit? Dia adalah pasien tante juga. Ada apa dengannya?" tanya Mami Ken penasaran. Perasaannya mulai gak enak.
"Apa Ara adalah pacarnya Ken, tante?" tanya Jessica lagi.
Mami Ken tertegun. Dia tidak menyangka kalau Jessica mengetahui siapa Ara secepat ini. Apa mungkin Ken sendiri yang sudah memberitahukannya?
__ADS_1
*****