Pacarku Idola Tajir

Pacarku Idola Tajir
DUTA CINTA #2


__ADS_3

Ken menunggu Ara setelah selesai kuliah di taman. Hatinya gelisah dan tak menentu. Ini kali pertama akan mendapatkan foto Ara.


Namun, hingga satu jam lebih Ara gak kelihatan juga. Duh Araaa! Kasihan Ken kan ....


Ken jadi cemas juga, mengira kalau Janet membully Ara lagi.


Dari jauh, kelihatan Andre yang akan pulang. Ken segera menghampirinya.


"Maaf, Pak Andre. Bapak melihat Ara gak?"


Andre menghentikan langkahnya. Dia menatap Ken lekat. Tumben Ken mau bicara sopan padanya!


"Ara? Aku gak lihat. Mungkin masih di ruang belajar. Oh iya, Ken. Besok pagi kamu dan Janet harus ke ruang admin. Jabatan sebagai duta kampus akan segera diresmikan!"


"Duta kampus? Saya belum memastikan untuk ikut!"


Ken mulai kembali ke sifatnya semula.


"Kamu tinggal bilang aja besok kalau keberatan!"


Andre gak mau kalah. Dia juga bisa angkuh.


Ken terdiam. Tentu saja dia gak mau jadi duta kampus kalau bersama Karen. Tapi kalau sama Ara, dia gak keberatan bahkan ngarep.


"Tunggu, Pak. Bagaimana kalau Ara aja yang jadi dutanya. Dia lebih kompeten. Pintar dan mendapat beasiswa!"


Andre berhenti lagi.


"Ara? Kenapa harus dia?"


Ken sedikit bingung menjawabnya. Dia gak suka aja kalau ada Janet.


"Ara kan populer juga, baik dan suka menolong. Iya kan, Pak!"

__ADS_1


Andre mengerutkan keningnya. Ken kelihatan bucin bener!


Hampir sore, Ara berniat mau pulang. Tiba-tiba hujan turun dengan deras. Ara terpaksa menunggu sampai hujan reda.


Sampai satu jam hujan gak berhenti juga. Ara mulai gelisah. Jangan-jangan Ken marah karena gak bisa ketemuan.


Sehabis hujan, Ara segera ke taman. Suasana kampus sudah mulai sepi.


Mungkin Ken sudah pulang.


Aakh, Ara jadi menyesal!


"Ra!"


Ara menoleh. Ternyata yang memanggilnya adalah ken! Bajunya basah kuyub.


"Ken? Elo kok basah begitu?"


Ken gak menjawab. Dia memang menunggu Ara meski harus hujan-hujanan.


"Ma-maafkan gue, Ken. Tadi gue sama Upik di perpustakaan! Tadi kan hujan, kenapa elo gak neduh sampai basah begitu? Elo bisa sakit, Ken!"


Ara merasa sangat bersalah. Matanya menjadi panas dan berkaca-kaca. Gak lama air matanya mengalir.


"Maafkan gue ya, Ra. Gue malah bikin lo nangis!"


"Gue yang salah, Ken. Tadi gue sempet takut ketemuan sama elo. Janet bilang, sekarang dia sama elo jadi duta kampus. Gue khawatir nama loh jadi jelek karena bersama gue."


Ken tertegun mendengar penjelasan Ara. Ternyata semua terjadi karena Janet lagi.


"Aakh, Janet lagi! Kenapa sih elo dengerin dia, Ra. Elo kan bisa nanyain gue langsung! Gue juga gak mau jadi duta kampus sama Janet. Gue maunya sama elo!"


Ara mendongak dan menatap Ken.

__ADS_1


"Elo gak salah, Ken?"


"Beneran, Ra. Gue udah bilang sama orang tua gue. Masalahnya ortu gue pengen ngeliat foto loh. Makanya gue pengen punya foto loh. Begitu, Ra!"


~~Waduh ternyata foto itu buat ortunya Ken!!!


"Orang tua loh pasti gak suka ngeliat foto gue, Ken. Lo kan tahu gue gak cantik!"


Ken memegang bahu Ara dan menatapnya lekat.


"Elo salah, Ra. Elo itu cantik!"


~~Nah looh! Ken gak bohong, kan? Siapa yang gak geer dibilang cantik sama cowok ganteng kayak Ken!!!


"Jangan gitu, Ken. Gue sadar diri, kok!"


Ara membuang pandangannya ke arah lain agar Ken gak melihat matanya yang kembali basah.


"Dengarkan gue, Ra. Gue suka sama loh itu apa adanya. Menurut gue, cantik itu relatif. Makanya, gue mau moto loh sekarang juga!"


Hah! Foto sekarang juga? Ara tambah kliyengan deeh!!!


Ken mengeluarkan kamera dari dalam tasnya. Untung tadi masih sempat berteduh hingga kameranya gak kebasahan.


"Tu-tunggu, Ken! Gue kan gak pake make-up."


Ken malah tertawa kecil.


"Gue malah gak suka ngeliat cewek yang pake make-up, Ra. Alami lebih menarik!"


Ara salah tingkah ketika melihat Ken mulai menjepretnya. Sikap hangat Ken membuat Ara nyaman.


Ara gak tahu hasilnya seperti apa, mungkin lebih mirip tarzan!!!

__ADS_1


*****


__ADS_2