
"Broo!"
Tiba-tiba, Andre muncul. Hampir aja Aldy pingsan menahan malu karena ada adiknya di ruangan itu.
"Hai, Dre! Aku lagi tugas mengantarkan pesanan ini buat Non Janet!" jelas Aldy dengan muka merah.
Semua yang ada di ruangan itu sangat terkejut karena pelayan restoran kenal dengan asdos. Termasuk Janet. Dia sempat mendengar kalau Aldy adalah kakaknya Ara!
"Gimana kuliah lo, bro? Sayang kalau ditinggalin!"
Andre gak akan membiarkan Aldy melupakan kuliahnya.
"Gue ngambil cuti, bro. Nanti mau ambil kelas karyawan aja!" bisik Aldy.
Ara masih memelototi kakaknya dengan tajam. Dia bukan gak senang melihat Aldy menjadi pelayan restoran. Tapi karena Aldy membiarkan Janet mempermainkannya.
"Ayo, Kak. Ara mau bicara!"
Ara langsung menarik tangan Aldy keluar ruangan. Andre membiarkannya agar mereka bisa bicara lebih bebas.
Aldy menurut saja ketika Ara membawanya keluar. Dia tahu Ara mungkin malu mempunyai kakak seorang pelayan.
"Kakak kok gitu sih! Ara aja sudah sering dibully Janet. Kenapa kakak mau saja diperlakukan buruk sama dia?"
Aldy terdiam. Dia belum jelas dengan maksud perkataan adiknya.
"Maksud kamu, nenek sihir itu?"
"Nenek sihir? Maksud Ara itu Janet!"
"Iya, dia. Jadi kamu sering dibully sama nenek sihir itu?"
Ara cepat menangguk.
"Gue terpaksa Ra. Janet itu anaknya pemilik restoran tempat gue kerja. Atasan gue bilang supaya melayani semua permintaannya!" terang Aldy sambil menarik napas panjang.
"Mendingan cari kerja ditempat lain aja, kak. Janet itu jahat sama aku dan yang lain juga. Lihat aja gimana dia memperlakukan kakak didepan orang! Dia itu gadis manja dan sombong."
Aldy setuju dengan perkataan Ara. Tapi dia juga teringat bagaimana Janet menangis di hari ulang tahunnya karena sendirian dan kesepian.
"Tenanglah, Ra. Gue akan menaklukan nenek sihir itu. Elo tahu kan siapa gue!"
__ADS_1
Aldy menepuk dadanya. Namun dia malah batuk-batuk. Ara cuman geleng-geleng kepala melihat tingkah kakaknya.
"Jadi, semua makanan ini dari kamu ya, Net?" tanya Andre setelah melihat seiisi ruangan jadi heboh.
"I-iya, pak. Kemarin saya ulang tahun, jadi semua makanan ini untuk mereka!" jawab Janet pelan.
"Oh, met ultah ya, Net. Moga sehat selalu dan bahagia!"
Andre menyodorkan tangan dan Janet menyambut uluran tangan Andre.
Sementara Laras melihat dari kejauhan. Andre memang selalu ramah kepada siapapun. Makanya banyak yang suka pada Andre. Termasuk Laras!
"Kok lo ga bilang kalo kemarin ultah sih, Net?"
"Iya, Net. Tahun lalu kan elo ngundang kita ke rumah loh!"
Janet terdiam mendengar ucapan Sisi dan Dea. Dia baru tersadar dan salah mengira kalau mereka adalah sahabatnya. Tapi sudah melupakan hari ultahnya.
"Gue nungguin elo kok! Bahkan sampe malem tapi gak ada yang dateng!"
Sisi dan Dea saling pandang. Mereka tahu kalau sudah melupakan hari ultah Janet.
"Sorry ya, Net!" ucap Sisi dan Dea berbarengan.
Ken datang terlambat. Dia melihat Ara sedang bicara dengan seorang pria di lorong kampus. Dadanya seakan berhenti ketika melihat laki-laki itu memeluk Ara dengan mesra.
"Araa!"
Ara menoleh dan melihat Ken sudah ada di depannya. Dia pun segera melepaskan pelukan Aldy. Namun pelukan kakaknya itu malah semakin kencang.
"Eeh, Ken?"
Ara terus berontak. Namun Aldy merasa kalau laki-laki itu harus dikasih pelajaran sorang kakak.
"Dia siapa, Ra?" tanya Ken lagi dengan nada suara tinggi. Sangat jelas kalau Ken cemburu!
"Siapa kamu nanya-nanya? Kami sudah kenal sejak kecil. Bahkan kami sering tidur bersama!"
Aldy sengaja menambah panas.
"Tidur bersama? Ara!"
__ADS_1
Ken meminta penjelasan Ara.
"Kakak! Jangan bikin rusuh. Jangan salah sangka ya, Ken. Ini adalah Kak Aldy, kakak gue!" jelas Ara tidak ingin ada pertempuran.
"Ka-kakak? Jadi kamu adalah kakaknya Ara?"
"Hhmm! Gue emang kakaknya Ara. Elo sendiri siapa?"
"A-aku pacarnya Ara!"
Ken jadi gagap
"Sudahlah, kak! Lebih baik pergi saja dari sini. Janet itu orangnya gak bisa diam kalau urusannya belum selesai!"
"Iyalah! Gue juga gak enak lama-lama disini. Admin gak ada yang ngeliat, kan?"
Aldy clingak-clinguk.
"Kayaknya gak ada, kak!"
"Oke, gue pergi dulu! Hei Ken, jaga adek gue baek-baek, ya!"
Aldy langsung ngeluyur pergi.
"Seharusnya, gue kenalan sama kakak lo baik-baik, Ra. Gak kayak gini. Gue kirain dia itu ...."
Ken terdiam. Dia sangat malu mengaku kalau sudah cemburu dengan kakak Ara sendiri.
"Dia siapa?"
"Yah, dia naksir sama elo!"
"Ken! Mana ada sih cowok yang seneng sama gue kalau bukan Kak Aldy sama elo!"
Ara gak tahu aja banyak yang suka sama dia!
*****
Janet belum bisa melupakan kejadian di kampus tadi siang. Dia terlanjur merasa nyaman jika berada di dekat Aldy.
Sebenarnya Janet sedikit menyesal karena sudah membully Ara. Itu juga karena Ara disukai banyak orang termasuk Ken. Itulah sebabnya Janet merasa iri karena dia merasa selalu kesepian.
__ADS_1
Ara pasti sudah cerita soal sikapnya. Janet harus melakukan sesuatu. Yang pasti, dia sudah terjerat cinta dengan kakaknya Ara!
*****