
Saoda segera melangkah kan kakinya untuk pulang. Kali ini Saoda harus cepat pulang sebelum Tuo bangun dari tempat tidurnya dan telah mendapati dirinya yang sudah tidak ada di tempat tidur.
Saoda memeluk tubuhnya itu dengan erat dan mengusapnya dengan pelan. Ia melangkah dengan perlahan pada jalanan warga desa. Saoda jujur saja merasakan takut.
Saoda takut jika anjing-anjing yang mengejarnya kembali lagi dan malah kembali mengejarnya. Saoda takut juga jika suara gonggongan anjng itu nantinya membuat oar warga desa terbangun.
"Kau tidak perlu khawatir, Nak!"
Kedua mata Saoda membulat karena terkejut setelah mendengar suara Puang Banga yanh entah datang dari mana sampai bisa terdengar begitu saja.
Saoda menoleh ke kiri dan kanan berusaha untuk mencari sosok puang Banga, namun tak kunjung ia temui.
__ADS_1
"Kau tak perlu khawatir dan takut kalau mereka semua akan melihat kau. Kau tenang saja! Sekarang kau boleh pulang dengan tenang karena tak ada satu pun orang yang akan melihat kau."
"Tak ada yang bjda melihat kau. Entah itu dia adalah manusia atau pun hewan."
"Aku telah melindungi kau."
Suara itu lenyap membuat Weva kini terdiam. Entah ini hanya sebuah halusinasi atau hal ini benar-benar terjadi. Saoda tak mengerti bagaimana bisa yang ia dengar hanya suara saja.
Ia menatap ke segala arah menatap permukaan pepohonan yang terlihat diam. Saoda tak tahu bagaimana caranya suara Puang Banga dapat ia dengar hingga Saoda memutuskan untuk berhenti memikirkan hal tesebut.
Saoda hanya menurut. Ia melanfkah melewati jalanan desa dengan perlahan walau ia masih sangat merasa takut dan khawatir akan ada yang melihatnya seperti ini.
__ADS_1
Saoda sempat menghentikkan langkahnya ketika ia melihat sosok anjing yang telah mengejarnya tadi terlihat berbaring di bawah kolom rumah. Anjing itu terlihat menatap arahnya tetapi entah mengapa anjing-anjing itu tak berlari menghampirinya dan mengejarnya seperti apa yang telah terjadi sebelumnya.
Saoda kini telah percaya pada apa yang Puang Banga katakan anjing itu tak bisa melihatnya dan itu berarti ia aman dari gangguan hewan yang bisa sana menghambat jalan pulangnya.
Saoda terus melangkah. Awalnya langkahnya pelan dan penuh hati-hati namun seiring waktu Saoda semakin melajukannya langkahnya.
Saoda harus pulang dengan cepat ke rumah. Saoda takut jika Tuo akan terbangun dari tidurnya dan telah mendapati ranjang yang telah kosong tanpa ada keberadaan sosok dirinya di samping Tuo.
Saoda tak tahu harus menjawab apa jika Tuo bertanya kepadanya tentang ketidak adanya dirinya di ranjang di malam yang sudah larut seperti ini. Harus jawab apa Saoda? Ia tak punya jawaban untuk pertanyaan itu.
Takut dan cemas, yah dua rada itu yang kini ada di dalam benak Saoda. Ia takut jika Tuo akan marah kepadanya dan berpikir aneh-aneh tentang dirinya.
__ADS_1
Langkah kaki Saoda dengan betis yang telah basah itu memelan ketika dari kejauhan ia melihat sosok pria tanpa memakai baju dan hanya mengenakan sarung yang menutupi pinggang hingga ke bawah.
Pria itu terlihat diam dengan tatapannya yang kini sedang menatap Saoda begitu serius membuat Saoda menjadi pucat.