Parakang

Parakang
50. Parakang Kisah Nyata


__ADS_3

"Apakah Bapak pernah melihat Parakang?"


Pertanyaan itu membuat Jambe terhenyak beberapa saat. Ia tersenyum sejenak lalu mengusap pipi putrinya dengan lengan tangannya, ya jari-jari tangannya kotor jadi ia tak mungkin menyentuh pipi putrinya itu.


"Setiap desa pasti punya dan memiliki sosok yang orang namakan Parakang, entah dimana ia berada yang jelas dua ada."


"Apa Parakang wujudnya seperti manusia juga?"


"Kurang lebih seperti itu, tak ada perubahan hanya saja manusia terkadang tidak tahu jika dirinya adalah sosok Parakang."


"Ada yang menyadari dan ada juga yang tidak."


"Yang tidak menyadari maka orang itu akan kebingungan saat ia sadar dan ketika ia sadar ia sudah berada di tempat yang tidak pernah ia lalui."


"Jadi apa Bapak pernah melihat?"


"Jadi seperti ini, Nak dulu waktu Bapak sedang berada di sawah untuk melihat aliran air sawah."


"Pada saat itu mungkin kalau tidak salah langit masih gelap karena Bapak yang datang terlalu pagi. Maklum saja kalau matahari sudah naik maka akan panas sekali."


"Entah jam berapa pada saat itu tapi yang jelas Bapak hanya sendiri di sawah."


"Tak berselang lama ada seorang wanita, dia tidak terlalu tua tapi juga tidak terlalu muda. Bapak lihat dia berjalan sendiri di sawah dan melintas di samping Bapak hanya mengunakan sebuah sarung."


"Lalu Bapak bertanya 'Mau kemana engkau pergi di langit yang masih gelap ini?' lalu wanita yang hanya menggunakan sarung itu menjawab 'Aku tidak tahu. Aku bangun sudah ada dibawa kolom rumah seseorang.'"


"Apa yang dilakukan orang itu di sana, Pak?"


"Bapak juga tidak tahu tapi orang itu berkata kalau dia tidak baju dan dia akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju rumah."


"Bapak tidak mungkin menahannya dan meminta sebuah kalimat panjang darinya."


"Bapak takut. Bapak yakin jika dia itu Parakang maka Bapak biarkan dia pergi dan tak berselang lama kemudian seorang pria datang."


"Bapak kenal pria itu, pria itu berjalan dengan langkah yang terburu-buru maka Bapak kembali bertanya kepadanya, 'Mau kemana engkau?'"


"Lalu pria itu menjawab, 'Apa kau melihat seorang wanita yang berjalan hanya menggunakan sarung?'"


"Aku hanya menjawab, 'Ya, aku melihatnya. Dia berjalan ke arah sana dan apa yang kau lakukan di sini? Di sini bukan desa kau, desa kau ada di sebelah. Terlalu jauh kau melangkah untuk bisa sampai di sini'"

__ADS_1


"Pria itu terlihat terdiam lalu ia kembali bertanya kepada Bapak, 'Apa kau kau menanyakan dimana orang itu tinggal?' Maka Bapak bilang terus terang kalau bapak tidak menanyakan itu."


"Lalu pria itu duduk di samping Bapak dan bilang seperti ini kepada Bapak, 'Sejujurnya wanita itu adalah Parakang. Dia datang ke rumah aku karena dia tahu kalau istri aku akan melahirkan'"


"Katanya dia datang tepat di malam hari dan menunggu di bawa kolom rumah. Parakang datang dan bukan hanya ada satu Parakang tapi ada banyak."


"Parakang itu berkelahi dibawa kolom rumah untuk menentukan siapa yang akan memangsa sang pemilik di atas rumah."


"Mereka berkelahi dan aku langsung mengingat pesan Indo aku yaitu untuk menendang papan rumah sebanyak tiga kali maka Parakang itu akan tahu jika sang pemilik rumah mengetahui kalau ada Parakang di bawah rumah."


"Jika kamu mendengar suara kucing yang terdengar besar maka itu bukan suara kucing tapi itu adalah suara Parakang."


"Setelah itu aku berteriak untuk menyuruh mereka pulang dan salah satu dari Parakang itu ada yang terlihat diam dibawa kolom rumah."


"Dia terlihat kedinginan tanpa menggunakan baju maka dari itu aku lemparkan dia sarung milikku untuk menutupi tubuhnya dan menyuruhnya pulang."


"Itu yang pria itu jelaskan kepada Bapak dan disaat itu aku percaya jika Parakang itu ada dan keberadaanya nyata."


Saoda tertunduk sejenak lalu kembali mendongak menatap Bapaknya itu.


"Tapi apa Bapak pernah melihatnya secara langsung?"


"Kapan Bapak melihatnya?"


Jambe menarik nafas panjang dan menahannya seakan siap untuk kembali bercerita.


"Ada satu kejadian yang tidak pernah Bapak lupakan samai saat ini."


"Kejadian apa itu, Pak?"


"Saat itu masih gelap dan bisa dikatakan saat itu masih subuh."


"Bapak pergi ke sawah yang saat itu habis panen maka banyak rumput di sawah."


"Bapak memutuskan untuk membawa satu ekor kuda Bapak ke sawah. Pada saat itu suara gonggongan gerombolan anjing terdengar sambil mengejar sesuatu yang berlari kencang."


"Bapak berusaha melihat, berlari untuk menghindar sedikit agar anjing itu tidak mengigit atau malah mengigit Bapak hingga Bapak bisa melihat gerombolan anjing yang mengejar sosok mahluk berambut panjang dengan jalan merangkak namun bokongnya di tinggikan dari pada kepalanya."


"Bapak terkejut bukan main saat melihat sosok menyeramkan itu dan baru Bapak sadari jika mahluk itu adalah Parakang."

__ADS_1


"Bapak pikir awalnya Parakang itu sejenis hantu atau mahluk yang bisa berubah wujud menjadi apa saja, tapi kenyataannya berbeda dari yang Bapak pikir."


"Parakang itu hanya bisa merubah diri menjadi dua hal yaitu kucing hitam dan pohon pisang berdaun tiga."


"Bapak."


"Ya?"


"Apa yang menyebabkan orang bisa menjadi Parakang?"


"Ada beberapa hal yaitu memakan bayangan sendiri, itulah mengapa orang nenek moyang mengatakan jangan makan membelakangi lampu dan jangan makan ditengah kegelapan karena itu bisa menarik energi jahat dan hal itulah yang membawa seseorang menjadi Parakang."


."Yang kedua adalah salah baca, salah baca dari kalimat ini adalah salah pengucapan dalam mengucapkan mantra maka dari itu hati-hati jika memiliki mantra."


"Mantra apa saja itu?"


"Ada banyak, Nak yaitu mantra pembuat kaya, ilmu kebal, ilmu penarik kecantikan dan ilmu santet."


"Cara memusanahkannya? Apa kita perlu membaca doa?"


"Ya, bacaan ayat Alquran. Itulah sebabnya kita diajarkan membaca Al-Qur'an di hari Jumat karena Parakang itu keluarnya di malam Jum'at.'


"Kenapa harus malam jumat?"


"Bapak juga tidak tahu, tapi sepertinya aura malam atau hari jumat sangat berbeda dengan hari biasanya."


"Bapak, bagaimana kita bisa tahu kalau ada Parakang di samping kita?"


"Jika Parakang itu dalam wujud manusia maka susah dikenali, tapi wajah dia akan terlihat gelap, matanya tak lagi putih seperti mata yang selalu kita lihat sebelumnya."


"Ada pula pengaruhnya bagi tubuh orang itu yaitu dia akan gemuk secara perlahan dan bahkan kurus kering secara perlahan tanpa diketahui apa penyebabnya."


"Yang perlu kau tahu, Nak. Parakang itu selalu berada di air got dan mencuci badannya di sana seakan-akan itu adalah air yang paling jernih dan bersih yang pernah ia temui."


**Informasi:


Kisah yang diceritakan oleh Jambe adalah penggalan dari kisah nyata yang penulis dapatkan dari orang terpercaya.


Kisah Parakang yang masih menjadi misteri masih perlu ditelusuri namun perlu kalian ingat jika sebuah sosok pasti memiliki bukti dan sosok Parakang telah memiliki bukti yakni cerita dan kesaksian orang-orang yang saya temui.

__ADS_1


Orang terpercaya saya mengatakan setiap desa atau tempat pasti memiliki satu mahluk yang bernama **Parakang.


__ADS_2