Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Aunty Ra


__ADS_3

Saat Ziva sedang asik mengajak anaknya mengobrol, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Ziva mengerutkan kening, siapa yang datang? Begitulah pikirnya.


Ziva mencari remote kecil yang mempunyai tugas untuk membuka pintu. Dan tampaklah seorang wanita cantik dengan penampilan yang sangat anggun tidak ada cela sedikitpun hanya sebuah luka kecil di kening yang tertutup perban akibat suatu insiden.


Ziva tersenyum canggung, sementara wanita itu tersenyum sangat lebar. Padahal disini tamunya bukan Ziva.


"Clara" sapa Ziva sopan.


"Kita bertemu lagi bumil" balas wanita itu berbasa-basi, dia mulai cepika-cepiki dengan istri dari mantan calon suaminya itu.


Jangan tanya kenapa Clara bisa menembus ruangan Ander dengan mudah, karena memang tidak ada pihak yang mencegahnya termasuk Rey karena pria itu sedang tidak ada di tempat.


"Ayo mari duduk dulu" Ziva mulai mempersilahkan Clara untuk duduk di sofa panjang yang ada di ruangan Ander.


"Terima kasih"


"Maaf Clara, apa kau mencari Ander?"


"Ah iya, aku kesini ingin mengantar cake untuk Ander, sebagai ucapan terima kasihku karena kemarin dia sudah menolongku" meskipun dia sendiri yang membuatku jatuh lanjutnya dalam hati.


"Oh padahal tidak perlu repot-repot, tapi maaf Ander sedang ada rapat jadi dia tidak ada disini"

__ADS_1


"Sayang sekali, padahal aku belum mengucapkan terima kasih padanya. Kemarin kalian pergi begitu saja. Aku titip padamu saja ya, ini salah satu cake favorit Ander dia pasti menyukainya"


"Bahkan tentang cake favoritpun Clara tau, sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka?" batin Ziva yang kembali merasa dihantui rasa penasaran.


"Terima kasih Clara. Akan aku sampaikan"


"Hmm semenjak bertemu, kita belum berbicara banyak ya. Aku juga belum menyapa calon keponakanku ini" Clara mengelus perut Ziva tanpa permisi, membuat ibu hamil itu sedikit risih.


"Maaf, kau merasa tidak nyaman ya?"


"Tidak, aku hanya kaget saja. Jika kau mau, kau boleh menyapa dia"


"Hallo baby, apa kau sudah bisa mendengar suaraku? Mulai dari sekarang panggil aku Aunty Ra"


Ziva tersenyum kaku, entah kenapa dia merasa kurang nyaman mendengar Clara yang ingin dipanggil Aunty oleh anaknya.


"Berapa umurnya?"


"Baru saja menginjak bulan ke tujuh"


"Tidak terasa, rupanya Anderku sebentar lagi akan mempunyai baby" ucap Clara yang sengaja keceplosan.

__ADS_1


"Maaf Clara Ander-"


"Iya Ander sebentar lagi akan mempunyai baby, benar kan?" larat Clara dengan wajah setenang mungkin.


"Iya kau benar" balas Ziva ragu, karena dia merasa tidak salah dengar.


"Apa kau sengaja menunggu Ander disini?"


"Iya, aku sengaja datang kemari karena merasa bosan di mansion. Tapi saat sampai rupanya suamiku ada jadwal rapat, jadi lebih baik kutunggu saja"


Clara tersenyum kecut mendengar Ziva mengucap suamiku. Tetapi dengan lihai wanita itu menutupi ketidak sukaannya.


"Apa kau berminat ikut denganku? Setelah dari sini rencananya aku akan shopping ke mall. Menurutku membosankan menunggu rapat yang tak tentu kapan selesai"


"Terima kasih atas tawaranmu Clara, tapi mungkin lain kali saja. Aku sedang tidak ingin kemana-mana"


"Oh oke baiklah, aku tidak akan memaksa. Kalau begitu aku pamit ya. Happy your time bumil, bye"


"Bye Clara"


Ziva menantap kepergian Clara dengan perasaan campur aduk, antara penasaran, iri dan juga risih. Iri karena melihat kesempurnaan wanita itu yang sangat jauh berbeda dengannya. Dan juga risih karena sikap Clara yang berlebihan.

__ADS_1


__ADS_2