
Keesokan harinya, saat Ziva membuka mata. Dia tidak mendapati wajah tampan yang biasa ia lihat setiap pagi. Padahal bukan jadwal Ander pergi ke kantor karena ini hari weekend.
Tatapannya beralih untuk mengecek waktu.
"Astaga, aku kesiangan" Wanita itu bangkit dari tidurnya lalu masuk ke dalam toilet untuk membasuh muka.
Ziva mengganti gaun tidurnya dengan sepasang bikini yang dibungkus oleh bathdrobe, seperti minggu-minggu sebelumnya Ander akan menemaninya berenang. Setelah selesai barulah Ziva keluar dari kamar untuk mencari keberadaan suaminya, biasanya Ander ada akan menunggunya di ruang gym.
Ibu hamil itu berjalan hati-hati menuju ke ruang kesayangan suaminya. Tapi saat sampai dia tidak melihat siapa-siapa disana.
"Nona" panggil bi Sumi yang sedang membersihkan lantai dua.
"Iya bi"
"Tuan memberi pesan pada saya jika pagi ini dia harus menghadiri rapat mendadak"
"Tumben, padahal weekend"
"Mungkin penting Nona"
"Ya sudah tidak apa bi. Tolong buatkan aku susu ya, aku akan berenang sebentar"
"Baik Nona"
Ziva memutuskan untuk turun ke lantai satu, dia akan berenang sendiri saja sambil menunggu suaminya pulang.
"Hati-hati Nona" peringat bi Sumi saat mengantar segelas susu hamil miliknya.
Ziva hanya tersenyum mendengarnya tapi sesaat kemudian dia teringat sesuatu "Bi"
"Iya Non?"
__ADS_1
"Duduk dulu, aku ingin bertanya" ajak Ziva. Kakinya mulai menaiki anak tangga yang dibuat khusus dipinggir kolam renang supaya memudahkan ibu hamil itu saat menepi.
"Ada apa Nona?" tanya bi Sumi saat Ziva sudah duduk ditepi kolam.
Ziva meneguk susu hamilnya sedikit, lalu meletakkannya kembali ke tempat asal "Apa bibi mengenal Clara?"
"Clara?"
"Ya, dia sepertinya teman Ander"
"Ah iya, Nona Clara" bi Sumi mulai ingat pada mantan calon istri Ander itu.
"Siapa dia sebenarnya?"
"Kenapa Nona menanyakan hal itu?"
"Semalam aku bertemu dengannya. Dia terlihat sangat mengenal Ander. Tapi Ander sepertinya tidak menyukainya"
"Aku tidak berani bi, maka dari itu aku tanya bibi"
"Honey.." suara bariton itu mulai terdengar. Membuat Ziva mau tidak mau menyudahi pertanyaannya.
"Jangan beritahu An kalau aku bertanya pada bibi"
"Baik Nona"
"Aku akan bertanya pada mommy saja saat dia sampai" gumamnya.
Cup.
"Maaf aku meninggalkanmu saat masih terlelap"
__ADS_1
Ziva mengusap rahang suaminya dengan tangan yang setengah basah "Tidak apa. Cepatlah berganti baju, aku sudah menunggumu"
"Baiklah tunggu sebentar" Ander mengusap puncak kepala wanita itu sebentar lalu berlari masuk ke dalam mansion dengan langkah lebarnya.
Tak lama kemudian Ander kembali dengan hanya berbalut bathdrobe yang membungkus dada bidangnya karena tak tertutupi apa-apa. Dia tau kalau istrinya tidak suka melihatnya seperti itu.
Saat sampai di pinggir kolam, Ander melempar bathdrobe lalu ikut menyusul istrinya ke dalam air.
"Hallo Mom" sapa Ziva saat melihat wajah mertuanya di layar ponsel.
"Hai menantu Mommy. Apa kabarmu sayang?"
"Aku baik-baik saja mom"
"Anak itu tidak nakal kan?" tunjuk Cate pada Ander yang sedang menikmati jus jeruknya.
"Dia menjagaku dengan sangat baik mom"
"Baguslah, jika dia macam-macam laporkan saja padaku"
"Iya mom, oh iya kemana daddy?"
"Daddy sedang tidur, dia kelelahan setelah seharian menemani Mommy jalan-jalan"
"Memangnya sekarang Mommy ada dimana?"
"Mommy sedang di Paris, rencananya setelah dari sini kami akan pulang dulu untuk menengok kalian"
"Wah Paris? Apa disana asik mom?"
"Tentu saja, tempat ini sangat romantis. Aku berasa kembali ke masa muda"
__ADS_1
Ziva mendengar cerita mertuanya tentang Paris dengan tatapan berbinar. Hingga satu ide pun muncul di kepala Ander. Pria itu tersenyum penuh arti.