
Sebelum pergi ke mansion tempat Ziva dan anaknya berada, Ander pulang dulu ke apartemen untuk berganti baju. Pria tampan itu kebingungan karena merasa ada yang kurang pada kunjungan pertamanya ini.
Ander menatap kedua tangannya dan ya, buah tangan. Ander tidak mempunyai buah tangan. Dia datang hanya dengan tangan kosong.
Untuk pertama kalinya dia kembali peduli pada seseorang, yaitu darah dagingnya sendiri. Ingat ya, bukan Ziva.
"Ya sudah, tidak apa. Lagipula anakku pasti belum bisa menginginkan sesuatu" pikirnya lagi.
Dengan langkah lebarnya, pria tampan itu berjalan menuju basemen apartemen. Ketika sedang dalam perjalanan, sialnya dia terjebak macet.
Tak kehabisan akal, pria itu memundurkan mobilnya sesuka hati tanpa memastikan keadaan sekitar yang sedang padat-padatnya. Lalu membelokkan mobilnya menuju jalan kecil yang hanya cukup untuk satu mobil saja.
Membuat para penduduk di jalan kecil itu melongo karena untuk pertama kalinya ada sebuah mobil mewah yang melewati lingkungan mereka.
Ander melirik jam yang ada di layar monitor mobilnya. 15 menit! Ini bahkan lebih cepat dari melewati jalan raya.
Pria itu tersenyum puas setelah melihat gerbang yang menjulang tinggi di hadapannya, mansion pribadi miliknya yang saat itu sengaja dibangun untuk hadiah pernikahannya dengan Clara. Ah, wanita itu.
Setelah membunyikan klakson, seorang satpam langsung membukakan gerbang besar itu. Padahal Ander datang dengan mobil barunya. Tidak perlu banyak bertanya, karena dengan melihat plat mobil saja satpam itu sudah tau jika yang datang adalah majikannya.
__ADS_1
Ander melajukan mobilnya menuju bangunan utama. Di mansion ini terdapat dua bangunan. Yaitu bangunan utama dan paviliun.
Si botak yang berjaga di pintu lift setiap saat, mengernyit bersamaan setelah mendengar deru mobil di halaman depan. Salah satu dari mereka akhirnya keluar untuk mengecek.
"Selamat datang Tuan" sapa si botak bernama Jack.
Nah sekarang si botak udah punya nama🤣
"Hm"
Jack mengekor di belakang tuannya saat Ander masuk ke dalam mansion.
"Selamat datang Tuan"
"Hm. Jadi dimana wanita itu?"
"Nona ada di kolam renang Tuan" sahut Dark.
Setelah tau dimana wanita yang mengandung anaknya berada, Ander melangkahkan kakinya ke tempat yang ditunjukan oleh Dark sebelumnya.
__ADS_1
Belum juga sampai di kolam renang. Ander dibuat mematung dengan pemandangan indah yang terlihat oleh kedua kornea matanya.
Ziva tengah berdiri di pinggir kolam dengan hanya menggunakan bikini. Lekuk tubuh wanita itu telihat sangat menggoda, ditambah perutnya yang mulai buncit. Sungguh, itu menambah kesan seksi padanya.
Rambutnya yang basah, kulitnya yang putih bersih tanpa cela. Membuat sesuatu yang berada di balik celana Ander meronta-ronta.
Glek.
Tidak munafik, sejak pertama kali Ander memang sangat memuja kemolekan tubuh Ziva.
"Indah sekali" gumamnya tanpa sadar.
Tapi seketika itu dia kembali tersadar "Tapi sayangnya kau jual mahal" gerutu Ander kemudian.
Tidak ingin Ziva mencapnya mesum Ander segera mundur, lebih baik dia menunggu wanita itu selesai berenang saja.
Jack dan Dark saling pandang saat melihat raut wajah bosnya yang seperti menahan sesuatu.
"Kalian, jangan ada yang datang ke kolam renang!" Peringat Ander sebelum masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Keduanyapun mengangguk patuh, padahal mereka juga tidak mengetahui alasan kenapa bosnya melarang.