Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Dampak


__ADS_3

"Masuk ke kamarmu!" titah Ander pada Ziva dengan sorot mata tajamnya.


Ziva yang memang malas melihat Ander akhirnya berdiri dari duduknya.


"Are you oke?" tanya Rey cemas, dia takut Ziva masih merasakan kram diperutnya.


Ziva hanya mengangguk sebagai jawaban, moodnya menjadi buruk seketika ketika pria yang tak lain adalah ayah kandung dari bayinya datang. Wanitq hamil itu pergi meninggalkan kedua pria yang sepertinya akan bersitegang.


"Kau disini?"


"Tentu, ini mansionku. Jadi wajar saja bukan kalau aku datang kesini" jawab Ander menohok.


Rey mengangguk membenarkan hal itu. Dia lupa kalau mansion ini milik Ander, pria itu tentu bebas keluar masuk. Tapi yang dia tahu selama Ziva disana Ander tidak pernah mengunjunginya jadi Rey agak sedikit terkejut melihatnya.

__ADS_1


"Sedang apa kau disini?"


"Seperti yang kau lihat, aku sering mengunjungi Ziva kemari"


Ander semakin terbakar emosi. Apa katanya? Sering? Apa itu berarti Rey sering berinteraksi dengan anaknya?


Dia memang tidak tahu menahu tentang orang yang keluar masuk mansion miliknya. Termasuk orang-orang yang menemui atau mengunjungi wanita itu. Yang terpenting baginya wanita itu ah bukan kandungan wanita itu baik-baik saja.


Yang Ander lakukan hanya mengirim uang untuk biaya sehari-hari, biaya vitamin susu dan kebutuhan ibu hamil lainnya, biaya pemeriksaan rutin setiap bulan, dan juga gaji bi Sumi dan si kembar botak. Yang lainnya dia bodo amat.


Anaknya berinteraksi dengan orang lain? Bagaimana kalau ketika lahir nanti justru anaknya tidak mengenali ayah kandungnya sendiri? Dan mengira orang lain itu adalah ayahnya? Ander harus bergerak cepat jangan sampai hal itu terjadi.


"Mulai sekarang kau dilarang untuk datang kemari!" ucap Ander dengan menahan emosi yang menbuncah di dadanya.

__ADS_1


"Why?"


"Sebagai pemilik mansion ini aku melarangmu untuk datang kemari"


"Tapi Ziva justru senang jika aku datang mengunjunginya! Der, tolong. Jangan lagi mengekangnya, biarkan hidupnya bebas tanpa beban. Apa kau tidak ingat dia sedang hamil? Sadar atau tidak kehamilannya itu terpaksa karena ulahmu. Meskipun saat ini dia sudah bisa menerima semuanya. Dia hanya membutuhkan seorang teman. Lagipula dia bukan siapa-siapamu dia hanya wanita yang tidak sengaja mengandung bibitmu jadi kau tidak berhak untuk mengatur-ngatur hidupnya! Dan ingat, tidak semua hal kau kau lalukan adalah benar!"


Ander kehabisan kata-kata. Hanya untuk membela dirinyapun dia tidak bisa. Semua yang dikatan Rey benar adanya. Hidupnya yang semula dia kira adalah benar, ternyata meninggalkan dampak pada sebagian orang di kehidupannya.


Ayahnya yang tak lagi sehangat dulu, ibunya yang sekarang terbaring sakit, dan yang paling membekas ialah kehidupan seorang gadis yang dia hancurkan hanya untuk kenikmatan semata.


Rey akhirnya pergi meninggalkan Ander yang termenung di kursi ruang TV.


Ander sibuk dengan pikirannya sendiri, dimana Ander yang semula bodo amat dengan ucapan orang lain? Dimana Ander yang semula keras kepala? Dimana Ander yang semula bertingkah semaunya sendiri?

__ADS_1


Kehidupan bebasnya sungguh terganggu sejak kejadian malam itu bersama seorang gadis bernama Ziva. Ditambah dengan kehadiran sang anak yang masih berada di dalam kandungan.


Ah, mungkin ini memang waktunya dia untuk berubah. Sebelum semuanya terlambat sebelum anaknya semakin berjauhan dengannya, sebelum semua orang benar-benar mengutuknya.


__ADS_2