Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Bisa kau jelaskan?


__ADS_3

Suasana meja makan pagi ini sangat tegang. Kedua orang berbeda gender yang sama-sama terikat oleh seorang anak itu sedang sibuk dengan makanannya masing-masing.


Ziva yang memang sudah terbiasa makan sedikit langsung berdiri hendak pergi.


"Kenapa makannya sedikit?"


"Aku selalu mual jika makan banyak" jawab Ziva apa adanya. Baru saja dia melangkah beberapa langkah, pria itu kembali bersuara.


"Kenapa mual?"


Bi Sumi yang melihat ketegangan itu langsung buka suara "Setiap melihat makanan berat seperti ini nona Ziva selalu mual. Tapi karena anjuran dokter bahwa makan itu penting nona Ziva terpaksa makan walaupun sedikit"


"Kenapa bisa begitu?"


"Bawaan hamil Tuan"


"Oh.. tapi anakku baik-baik saja kan?"


"Junior baik-baik saja Tuan"


"Junior?"


"Em.. maaf kalau saya lancang. Saya memanggilnya dengan Junior sampai dia lahir nanti"


"Aku juga akan memanggil dia Junior"

__ADS_1


Bi Sumi tersenyum lebar, dia menoleh ke tempat dimana Ziva berada tapi ternyata wanita hamil itu sudah menghilang entah kemana.


"Setelah ini aku akan sering berkunjung untuk menjenguk Junior"


"Baik Tuan"


Tanpa berpamitan terlebih dulu pada anaknya, pria tampan yang sebentar lagi akan menjadi daddy itu beranjak untuk pergi ke kantor. Untung saja di mansion ada beberapa baju setelan kerja, jadi dia tidak perlu kembali ke apartemen dulu.


Jack dan Dark yang saat itu sedang membersihkan mobil Ander menunduk hormat pada sang majikan "Terus awasi wanita itu, jangan sampai anakku kenapa-napa" pesannya.


-


-


-


-


Bi Sumi yang baru saja kembali setelah mengecek pekerjaan tukang kebun terkejut saat melihat siapa yang datang.


Wanita paru baya itu berlari terbirit-birit menghampiri sepasang suami istri yang hampir sampai di ambang pintu mansion yang terbuat dari kaca berlapis-lapis itu.


Sepasang suami istri itu menghentikan langkahnya sejenak karena mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Keduanya menoleh bersamaan.


"Sumi" ujar Cate.

__ADS_1


"Selamat siang Nyonya, Tuan"


"Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Bram. Dia merasa heran kenapa pembantu sahabatnya ini bisa ada di mansion anaknya.


"Apa ini ada kaitannya dengan wanita hamil itu?" tebak Cate.


"Mari masuk dulu nyonya."


Cate pun berbalik, ibu satu anak itu melangkah pasti ke dalam mansion milik putranya. Mansion yang sempat terlupakan karena kejadian tempo hari. Tapi saat ini mansion itu sangat terlihat rapi dan terurus, walaupun masih terasa sepi.


Cate dan Bram berjalan menuju ruang tamu sedangkan Sumi berjalan menuju dapur.


"Kalian?"


"Tuan besar" sapa Jack dan Dark bersamaan keduanya menundukkan kepalanya hormat.


"Sebenarnya ada apa ini mom? Sejak kapan mansion ini kembali di isi? Kau mendadak mengajakku kemari, lalu ada Sumi, Jack dan Dark di sini, dan apa tadi kau bilang wanita hamil? Siapa?"


"Diamlah dad. Kita tunggu Sumi dulu. Nanti kita tanya padanya"


Selang beberapa menit Sumi kembali dengan dua gelas minuman buatannya.


"Silahkan Tuan, Nyonya"


"Jadi, bisa kau jelaskan semua ini?" sorot mata Cate berubah mengintimidasi.

__ADS_1


Wanita paru baya itu jika sudah masuk ke mode serius pasti sangat menyeramkan.


Bi Sumi akhirnya menjelaskan semuanya tanpa terkecuali sesuai dengan yang ia ketahui. Meskipun dia sendiri tidak tau ini benar atau salah. Tapi dia sangat berharap setelah ini semuanya akan baik-baik saja atau justru bisa jauh lebih baik lagi. Terutama untuk Ziva.


__ADS_2