
Ander berpamitan pada Ziva dengan alasan pekerjaan yang mendesak, Ziva tentu mengijinkannya, wanita itu bahkan sudah terlelap disaat Ander meninggalkannya. Daya tahan tubuhnya semakin hari semakin berkurang, Ziva menjadi cepat lelah.
Kali ini Ander tidak mengemudikan mobil mewahnya, pria itu memakai salah satu koleksi mobilnya yang tidak terlihat mencolok.
Pria itu menginjak pedal gas, tujuannya kali ini adalah sebuah cafe. Pria itu berjalan dengan tenang menuju ke ruangan private yang sudah dipesan seseorang.
Pandangannya lurus menatap calon lawan bicaranya, tanpa banyak kata Ander segera duduk di salah satu kursi kosong yang ada disana.
"Jadi apa yang sudah kau temukan?" tanyanya to the point.
Orang itu menyeruput kopinya terlebih dahulu sebelum menjawab ucapan orang yang sudah membayar jasanya itu, lalu menyodorkan sebuah map berisi beberapa berkas dan lembaran foto.
Ander memperhatikan semua lembaran tersebut satu persatu. Lalu menatap lawan bicaranya untuk meminta penjelasan secara rinci.
"Itu adalah data dari salah satu rumah sakit. Selama ini Nona Rose memasang sebuah alat kontrasepsi. Tepatnya tiga bulan yang lalu dia mendatangi sebuah rumah sakit untuk membuka alat kontrasepsi tersebut. Jika anda mengingat tanggal disaat kalian memutuskan untuk tidak berhubungan lagi mungkin itu bisa menjadi sedikit petunjuk untuk anda" orang itu berhenti sejenak untuk mengambil nafas.
__ADS_1
"Dan itu adalah beberapa gambar yang saya ambil hasil dari meretas cctv apartemen. Setelah berpisah dengan anda, nampaknya Nona Rose berhubungan dengan pria lain. Dan dapat saya pastikan itu adalah orang yang sama. Meskipun di dalam cctv itu tidak terlihat dengan jelas, karena sang pria selalu memunggungi arah kamera"
"Dan ini" orang itu kembali menyodorkan sebuah lembar foto yang memperlihatkan seseorang yang jelas Ander kenali.
"Itu.."
"Ya, ini kunjungan pertama dan terakhir Tuan Steve pada putrinya. Dan setelah kedatangan Tuan Steve, pria yang selama ini keluar masuk apartemen nona Rose tidak pernah datang lagi"
Pikiran Ander seketika menerawang pada saat dimana dia datang ke kediaman Hoult untuk mencari keberadaan Rose. Dan Steve menjawabnya dengan raut wajah sendu seolah benar-benar tidak tahu dengan keberadaan putrinya. Tapi apa ini?
"Besok hasil tesnya akan keluar. Bukti-bukti ini akan memperkuat semuanya. Aku akan membayarmu dua kali lipat jika kau berhasil menyeret pria itu ke hadapanku"
"Sudah saya bereskan Tuan, saya akan menjemputnya besok dan mengantarkannya pada anda"
"Kerja yang bagus"
__ADS_1
-
-
-
"Aku berangkat dulu ya sayang" pamit Ander pada istrinya, pria itu tak lupa untuk melabuhkan kecupan di kening wanita tersayangnya.
Pria itu kemudian berjongkok mensejajarkan badannya dengan perut buncit istrinya "Oke boy, daddy bekerja dulu okay. Jangan nakal dan jaga mommy"
"Iya daddy" jawab Ziva menirukan suara anak kecil.
Mobil yang ditumpangi Ander akhirnya melesat membelah jalanan kota di pagi hari ini, seperti biasa dia akan mengemudi sendiri.
Sesampainya di gedung GG pria itu langsung keluar dari dalam mobil mewahnya. Meskipun sudah tidak arogan lagi, tapi Ander tetap menjaga jarak dengan para karyawan di kantornya.
__ADS_1
Seperti saat ini, senyuman manis para karyawan wanitanya bertebaran dimana-mana tapi Ander tak menghiraukannya sama sekali. Jika biasanya dia akan menyorot wanita-wanita itu dengan tatapan tajam, tapi sekarang dia lebih memilih untuk bodo amat.