Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Wanita Hamil


__ADS_3

Tok..tok..


Ziva yang saat itu sedang melamun terlonjak kaget setelah mendengar ketukan pintu dari luar, wanita hamil itu sedang bersantai di balkon kamarnya.


"Siapa ya" gumamnya. Bukan apa-apa, dia takut itu Ander.


Bukannya menjawab, Ziva malah mengetuk pintu lagi dari dalam. Membuat sang pengetuk pintu diluar mengernyit heran.


"Nona, ini bibi"


Ziva menghembuskan nafasnya lega. Lalu beralih menyentuh knop pintu.


"Aku kira siapa bi. Ayo masuk" ujarnya seraya menarik tangan wanita paru baya itu.


"Aduh nona, kok bibi diseret kaya begini"


"Takut ada yang masuk bi. Bibi bawa pesanan aku kan?"


"Ini non" bi Sumi menyodorkan sebuah box berisi beberapa buah donat pesanan Ziva.


"Terima kasih bi" wanita hamil itu langsung membuka box donatnya dan memakannya dengan lahap.


"Kata nona Tuan Ander ada disini?"


"Iya bi, tadi dia disini"


"Tapi barusan bibi tidak melihat Tuan Ander"


"Mungkin sudah pulang bi, malam-malam gini laki spesies kaya gitu pasti ada di bar"

__ADS_1


"Iya kali ya, ya syukurlah jadi nona gak usah ketakutan lagi"


"Iya bi" dengan pipi yang menggembung karena banyaknya donat di dalam mulutnya tapi Ziva masih berusaha menjawab.


"Ya sudah bibi ke bawah dulu ya, kalau ada apa-apa panggil saja"


Wanita hamil itu mengacungkan jempol kirinya.


Saat bi Sumi hampir sampai di pintu lift dia tidak sengaja berpapasan dengan Ander yang baru saja naik.


"Tuan" sapanya seraya menundukan kepalanya hormat.


"Apa wanita itu sudah tidur?"


"Em..Belum Tuan"


"Oh ya sudah, pastikan dia tidak bergadang. Aku cek di internet itu tidak bagus untuk ibu hamil"


"Ya, malam ini aku akan menginap disini"


"Ahh baiklah Tuan, selamat beristirahat"


"Hm"


-


-


-

__ADS_1


-


"Katakan!"


"Benar dugaan saya Nyonya. Ada seorang wanita hamil yang tinggal di mansion pribadi Tuan Ander, bahkan tadi sore Tuan Ander datang ke sana"


"Apa? Wanita hamil?"


"Iya Nyonya. Ini potret yang kebetulan saya ambil" pria itu menyerahkan beberapa lembar foto berukuran 4r.


"Kenapa kau mengambil gambar wanita itu saat sedang memakai bikini?" ujar Cate tak habis pikir satu tangannya menggeplak orang suruhannya ini.


Pria itu meringis sakit kalau bukan wanita dan bukan orang kaya dia sudah membalas perlakuannya "Wanita itu tidak pernah keluar dari mansion Nyonya. Saat saya sedang mengintai di halaman belakang. Kebetulan wanita itu juga keluar untuk berenang. Maka dari itu saya mengambil fotonya dalam keadaan seperti itu"


"Apa ini? Anakku mengintip?" pekik Cate.


"Bukan mengintip Nyonya. Lebih tepatnya Tuan Ander kaget karena pemandangan indah itu. Dia berniat untuk menghampiri wanita itu tapi urung dia malah kembali lagi"


Cate kembali menggeplak pria itu "Anakku juga tidak berani menatapnya, lalu kau?"


"Saya hanya menjalankan tugas Nyonya"


"Alasan! Akan ku potong bonusmu 50%"


"Eh.. jangan Nyonya kenapa begitu?"


"Karena kau dengan lancang sudah mengintip kekasih anakku. Sudah sana ambil ini"


Pria itu menggaruk alisnya merasa heran dengan tingkah wanita paru baya di hadapannya tapi sebelum dipotong lagi. Pria itu segera menyambar amplop coklat yang di sodorkan oleh Ratu keluarga Gif ini "Ya sudah Nyonya, terima kasih" ucapnya lesu.

__ADS_1


"Ya, sama-sama" ucap Cate cuek. Wanita itu sedang mengamati potret wanita yang diduga sebagai kekasih Ander. Dan sedang mengandung cucunya.


__ADS_2