Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Mencintaimu


__ADS_3

Ander berjalan menghampiri Ziva yang masih diam ditempatnya.


"Ayo kita menikah" ucap Ander kemudian.


"An.."


"Apa kau masih meragukanku Zi?"


Ziva menunduk, dia juga tidak tahu tentang apa yang dia rasakan pada Ander. Tapi selama satu bulan ini yang dia rasakan hanyalah rasa nyaman dan aman.


"Aku tidak tahu An"


"Tatap aku Zi"


Ziva seketika mendongak, menatap mata menyeramkan yang kini sudah berubah menjadi penuh kelembutan.


"Apa yang kau ragukan lagi dariku?" tanya Ander lembut.


"Aku takut salah memilih, aku hanya ingin bahagia An"


"Dan aku akan menjamin kebahagiaanmu. Aku mencintaimu Zi"


Ziva menatap Ander dengan tidak percaya, wanita itu mencari sebuah kebohongan dari tatapan Ander, tapi nihil tatapan itu ternyata menyorotkan sebuah ketulusan.


"Aku tertarik padamu sejak awal Zi. Aku kira itu adalah ketertarikan biasa seperti aku yang tertarik pada wanita-wanita diluar sana, tapi ternyata tidak. Dan aku sungguh menyesal karena telat menyadarinya, aku terlalu bodoh untuk mengerti isi hatiku sendiri. Maaf, aku sudah lancang mencintaimu setelah apa yang aku perbuat padamu"

__ADS_1


Ziva masih belum mengeluarkan suaranya, wanita itu sangat terkejut dengan apa yang keluar dari mulut seorang Ander.


"Zi" panggil Ander membuyarkan lamunannya.


"Beri aku waktu An"


"Ku mohon jangan memberi jarak lagi" ucap Ander sebelum Ziva membuka pintu mobilnya.


Wanita itu hanya tersenyum tipis menanggapinya.


-


-


-


Raut wajahnya memancarkan sebuah kemarahan, pria paru baya itu memencet tombol lift dengan tidak sabar. Setelah sampai di lantai yang dituju, Steve langsung keluar dan langkahnya kemudian berhenti di depan sebuah pintu di paling ujung.


Dia kemudian memencet bel, tapi pintunya tidak kunjung dibuka oleh sang pemilik. Karena kesal, Steve menendang pintu tersebut dan tampaklah seorang wanita yang hanya menggunakan jubah mandi.


Wanita itu melebarkan kedua matanya setelah melihat siapa yang datang.


"A-ayah"


"Siapa Darling?" Dan kemudian nampaklah seorang pria yang hanya menggunakan boxer bertelanjang dada memeluk wanita tersebut dengan posesif.

__ADS_1


Steve semakin emosi melihatnya "Rose, suruh dia pergi sebelum aku menghajarnya!"


"Iya Ayah" Rose kemudian menarik lengan kekasihnya dan menyuruhnya pergi secepat mungkin.


Setelah pria itu pergi, barulah Steve masuk ke dalam apartemen putrinya. Tempat dimana putrinya itu bersembunyi selama dua bulan ini.


"Kau pikir dengan terus-terusan seperti ini rencana kita akan berhasil hah?"


"Ayah, aku hanya menunggu waktu yang tepat. Biarkan calon suamiku bersenang-senang dulu barulah aku akan keluar dari sini dengan sandiwara yang sudah kita rancang sebelumnya"


"Ya, biarkan dia bersenang-senang dengan calon istrinya"


"Apa maksud ayah?"


"Aku baru saja bertemu dengannya di rumah sakit dengan seorang wanita hamil yang mengaku sebagai saudara sepupunya"


"Lalu apa masalahnya toh dia hanya saudara sepupu. Kau terlalu berlebihan ayah"


"Kau yang terlalu bodoh Rose. Seorang Anderson Gif peduli pada seorang wanita? Bahkan kita sendiri tahu hubungannya dengan ibunya saja tidak baik apalagi dengan wanita lain. Coba gunakan otakmu sedikit saja untuk berpikir"


"Ya, kau benar ayah"


"Lalu kau akan menunggu apa lagi?"


"Baiklah, aku akan keluar dari sini secepatnya. Lagipula aku juga sudah hamil"

__ADS_1


"Bagus! Pastikan ayah dari anakmu itu menutup mulutnya rapat-rapat sebelum rencana kita berhasil"


__ADS_2