Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Nona Muda Gif


__ADS_3

"Selamat atas pernikahannya calon suamiku" Ander menggeram setelah membaca pesan yang masuk ke ponselnya.


"An" panggil Ziva yang masih setia berdiri di sampingnya.


Ander segera menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celananya "Iya sayang, Apa kau lelah?"


Ziva menjawab dengan rentetan giginya lalu mengangguk kecil "Sedikit"


Ander mengusap bahu wanitanya lembut "Baiklah, kita duduk dulu ya"


"Memangnya tidak apa? Bukankah tamu undangannya masih banyak yang belum datang?"


"Tidak apa sayang. Mereka akan memakluminya, lagipula kau tetap bisa menyambut mereka sembari duduk"


"Rasanya tidak sopan An"


"Lebih baik begitu daripada ratuku dan pangeranku kelelahan" ucap Ander tersenyum manis seraya mengelus perut pengantin wanitanya dengan sayang.


Ziva akhirnya menurut karena memang dia sudah merasa pegal karena hampir 3 jam lamanya tamu undangan tidak pernah berhenti bahkan semakin banyak. Tentu saja itu adalah ulah Cate yang sengaja mengundang banyak orang untuk mengumumkan pada mereka jika anak semata wayangnya kini sudah beristri.


Setiap orang yang datang adalah orang-orang elite yang berpenampilan mewah dan modis. Tentunya mereka semua berasal dari kalangan berduit. Ziva tentu sadar akan hal itu makanya dia berusaha keras untuk tidak mempermalukan keluarga suaminya.


"Happy wedding dude" sapa seorang pria tampan berkacamata dan berpenampilan rapi. Pria itu menepuk-nepuk bahu kekar Ander.

__ADS_1


"Thank You Sam"


"Halo Nona Muda Gif, perkenalkan saya Samuel. Selamat atas pernikahan kalian" ucap Sam sopan.


Ziva tersenyum canggung berniat menerima uluran tangan besar itu tapi Ander segera menepisnya "Tidak perlu berkenalan segala" cetusnya tidak suka.


"Kenapa An? Kau ini tidak sopan sekali pada tamu kita"


"Tapi Sayang.."


"Terima kasih Tuan Sam, senang berkenalan dengan anda"


Sam tersenyum kemenangan karena ternyata seorang Ander bisa takluk juga pada seorang wanita.


"Cih, kemana Anderson yang arogan itu? Kulihat sekarang dia menjadi cemen" bisiknya pada sang mempelai laki-laki.


"Wah sepertinya gangguan mentalmu kembali kambuh"


Ya, dia adalah Dokter Samuel yang tempo hari memberi kabar bahwa Ander telah sembuh dari gangguan mentalnya.


Baru saja Ander akan menjawab tapi ucapan Ziva seketika membuat atensi keduanya teralihkan "Apa yang kalian bisikkan?"


"Tidak ada" jawab Ander cepat.

__ADS_1


"Pergilah, Rey sudah menunggumu sedari tadi" usirnya.


"Ck, kau harus bersabar meladeni pria yang seperti ini nona" ucap Sam pada Ziva dan setelah itu dia berlari turun dari pelaminan.


-


-


-


"Apa dia orang yang sama seperti yang ayah lihat di rumah sakit?" tanya Rose yang saat ini sedang melakukan panggilan telepon dengan Steve.


"Iya, mempelai wanitanya adalah wanita yang sama Rose"


"Sudah seberapa besar kandungannya?"


"Mungkin 7 bulan karena perutnya sudah besar sekali"


"Ck, aku kalah banyak darinya. Sebentar sebentar, sudah besar? Itu berarti saat Ander bersamaku dia sudah menghamili wanita itu?"


"Ya sepertinya begitu. Lalu apa rencanamu selanjutnya?"


"Aku akan menuruti semua perkataan Ander terlebih dahulu sampai dia percaya bahwa anak yang aku kandung ini adalah anaknya, setelah itu aku akan menuntut pernikahan padanya. Mungkin aku akan menjadi istri kedua dulu tapi tak apa, setelah aku mempunyai kekuasaan maka semuanya pasti akan mudah Ayah. Aku akan meminta Ander untuk memberi keuntungan lebih besar di perusahaan Ayah sebagai jaminanku untuk tutup mulut. Lalu setelah itu aku akan menghabisi istri pertamanya dan juga anaknya itu. Dan Ander akan menjadi milikku seutuhnya"

__ADS_1


"Kau memang cerdas sayang. Baiklah lakukan rencanamu dengan baik, Ayah akan menunggu kabar baiknya disini"


"Kau tenang saja Ayah, karena Nona Muda Gif yang sesungguhnya itu adalah aku"


__ADS_2