
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu?"
"Boleh mom"
"Pak, ke mall ya" titah Cate pada sang supir.
"Kenapa ke mall mom?"
"Kita akan shopping, udah lama deh mommy gak shopping karena gak ada temennya"
Ah Ziva lupa kalau wanita yang ada di hadapannya ini adalah ratu di kerajaan Gif. Jalan-jalan versi Cate dan dia tentu berbeda. Disaat dirinya jalan-jalan tanpa harus menguras isi dompet, lain hal dengan Cate yang justru sengaja ingin menguras isi dompetnya.
"Ayo, mommy akan memilihkanmu baju hamil yang bagus dan gak terlihat kuno meski perut kamu buncit" Cate menarik Ziva ke salah satu toko yang menjual berbagai pakaian wanita.
Selama di dalam sana Cate sama sekali tidak memilih baju untuknya, dia membeli banyak baju khusus untuk Ziva. Karena Cate tahu pasti lama kelamaan baju-bajunya akan semakin sempit.
"Sekarang kita cari sandal sm sepatu buat kamu ya" kali ini Cate menarik Ziva ke salah satu toko yang menjual sepatu dan sandal wanita.
"Selama hamil kamu harus pakai sandal atau sepatu tanpa hak ya"
"Iya mom"
Beberapa pasang sandal sudah Cate masukan ke dalam kantong belanjanya padahal untuk Ziva satu saja cukup, mengingat dirinya selalu ada di rumah dan tidam kemana-mana.
__ADS_1
Melihatnya saja sudah membuat Ziva merinding, membayangkan berapa banyak uang yang Cate keluarkan hanya untuk membeli sandal untuknya.
"Kamu lapar tidak? Kalau kamu lapar kita makan dulu baru nanti kita cari peralatan baby" tawar Cate setelah melihat jam mewah yang melingkar di pergelangan tangannya. Rupanya mereka sudah menghabiskan waktu 2 jam untuk berbelanja.
"Sedikit mom"
"Ya sudah makan dulu ya, kasihan cucu mommy"
Ziva menurut saja, kedua wanita berbeda generasi itu naik ke lantai 6 untuk menikmati berbagai makanan.
"Kamu mau makan apa?" tanya Cate meminta pendapat.
Bola mata berwarna biru itu memindah semua food court yang menawarkan berbagai macam makanan.
"Oke, kita duduk dulu" aja Cate.
"Jadi kamu mau pesan apa?" tanya Cate setelah seorang waiters menghampiri keduanya.
"Aku ingin rabokki"
"Apa itu sehat?" tanya Cate mengingat jika makanan itu adalah sebuah makanan yang dimasak dengan rasa pedas, jika tidak ya mana enak.
Seketika Ziva murung, padahal dia sangat menginginkan makanan itu. Dan Cate langsung menyadarinya.
__ADS_1
"Ya sudah cepat catat pesanannya!" titahnya pada sang waiters dia pun mengangguk mengerti dan Ziva kembali tersenyum.
"Ada lagi nona?"
"Tidak itu saja, oh iya aku ingin jus apel"
"Baik nona. Maaf nyonya bisa saya mencatat pesanan anda?"
"Aku ingin sushi dan satu minuman yogurt"
"Baik Nyonya, mohon ditunggu"
"Mommy ingin makan daging mentah?" tanya Ziva polos.
"Maksudmu sushi?"
"Iya, bukankah itu daging mentah?"
"Iya, tapi rasanya enak sekali. Sushi adalah makanan favoritku "
"Aku bahkan mual membayangkan rasanya"
"Kau tau? Dulu juga aku begitu. Aku paling tidak menyukai makanan yang menurutku itu adalah makanan mentah. Tapi entah kenapa suatu hari ketika aku mengandung Ander, aku sangat menginginkan makanan itu. Aku dan Bram sampai sengaja pergi ke jepang karena aku ingin sushi asli yang dibuat di negara asalnya. Bilang saja kalau aku ngidam. Dan dari saat itulah sushi menjadi makanan favoritku" cerita Cate panjang lebar.
__ADS_1