
Tara mengetuk pintu kamar hotel yang ditempati Mike dengan pelan, dia memang sudah tidak mempunyai akses untuk masuk. Di dalam hatinya berharap semoga Mike tidak melakukan hal yang lebih pada Ziva di dalam sana. Jika tidak maka Ander pasti akan memenggal kepalanya.
Mike menggerutu kesal karena merasa terganggu, padahal dia baru saja akan beristirahat sembari mendekap tubuh wanita yang sangat ia cintai ini.
Mike mengusap rambut Ziva dengan sayang, barulah dia beranjak untuk membuka pintu. Dan tampaklah Tara dengan wajah ketakutan disana.
"Ck, kenapa kau kembali lagi? Sudah aku bilang bukan, aku sudah tidak membutuhkanmu"
"Emh, ada barangku yang tertinggal di dalam Mike"
"Ya sudah cepat, kau menganggu waktuku bersama Ziva" kesal Mike mempersilahkan Tara masuk.
Tanpa Mike sadari rupanya anak buah Ander sudah berdiri tak jauh di belakang Tara, dia ikut masuk ke dalam dan mengunci pergerakan Mike dengan cepat.
"Hei brengsek, siapa kau? Lepaskan aku!" Mike mulai panik sementara Tara hanya menatapnya dengan perasaan bersalah.
"Inilah yang aku takutkan Mike, kenapa kau tidak pernah sadar dengan cintaku? Maafkan aku"
"Bukankah yang brengsek itu kau hah?" suara bariton Ander menggelegar di dalam kamar hotel yang tidak terlalu luas itu. Entah dari kapan Ander sudah berdiri di depan Mike dengan tatapan mengejek.
"Kau.."
"Kau mengenalku ya? Tapi sayangnya aku tidak mengenalmu"
__ADS_1
"Tentu saja aku tau. Karena kau yang sudah membawa wanitaku pergi, kau juga sudah menghancurkan kehidupan wanitaku brengsek!" sembur Mike berapi-api.
"Tau apa kau tentang kehidupan kami hah?"
Bugh.
"Itu untukmu yang sudah menculik istriku"
Bugh.
"Itu untukmu yang sudah so tau tentang kehidupan kami"
Bugh.
Bugh bugh.
"Dan itu untukmu yang sudah berani mengatai-ngataiku!"
Mike tertawa mengejek, dia mengabaikan rasa sakit di bekas pukulan Ander. Seakan tidak berpengaruh apa-apa.
"Jika kau berani, lepaskan aku sekarang dan mari bertarung" tantangnya kemudian.
"Biar aku saja yang melawan kecoa itu Der, sudah lama juga aku tidak bersenang-senang" sahut Rey dari ambang pintu.
__ADS_1
"Kau yakin? Lawannya tidak sepadan denganmu" jawab Ander menatap Mike remeh.
"Ba*jingan!" umpat Mike kesal.
"Ayolah Dude, biarkan aku bersenang-senang. Kau bawalah Ziva ke rumah sakit, aku takut obat bius itu berpengaruh pada kehamilannya"
"Baiklah, ku serahkan padamu" putus Ander kemudian, dia mendekati sang wanita yang berbaring diatas ranjang dengan mata tertutup karena masih terpengaruh obat bius.
"Maafkan aku Zi" Ander menggendong Ziva dengan hati-hati.
"Tuan, bagaimana denganku?" tanya Tara kemudian.
"Kenzo, bereskan wanita itu!"
"Baik Tuan"
"Tuan, kumohon lepaskan aku Tuan. Bukankah kau sudah berjanji akan membiarkanku pergi jika membantumu?" teriak Tara tidak terima karena dia kembali ditangkap oleh anak buah Ander.
"Mau kau bawa kemana wanitaku brengsek?" teriak Mike lagi tidak terima Ziva dibawa pergi begitu saja.
"Ck ck ck, diamlah kalian. Sekeras apapun kalian berteriak, tetap saja tidak akan ada yang peduli" tegur Rey karena telinganya terasa sakit mendengar teriakan dua orang gila ini. Sekretaris GG yang biasanya terlihat berwibawa itu kali ini malah terlihat sangat mengerikan.
...---...
__ADS_1
Sengaja adegan penculikannya gak terlalu dramatis. Dan kemarin yang udah salah sangka sama Clara siapa nih? Minta maaf sana sama Claranya, orang dia gak tau apa-apa kok wkwk 😂