Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Meluruskan Pikiran


__ADS_3

Rey menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Ziva yang rupanya mengarah kesana.


"Kenapa kau menanyakan hal ini padaku?"


"Rey, aku kesini untuk mendengar jawaban bukan memberi jawaban"


"Ayo duduk dulu!" perintah Rey kemudian menunjuk sofa panjang yang ada di ruangannya.


Ziva menurut saja, yang terpenting dia mendapat jawabannya sekarang.


"Jadi apa jawabannya?" tanya Ziva tak sabar karena Rey tak kunjung bicara.


"Kumohon jawab dulu pertanyaanku yang satu ini. Apa kau pernah bertanya pada Ander?"


"Sudah, baru saja aku bertanya padanya. Tapi Ander sama sekali tidak menjawab apa-apa bahkan terkesan tak ingin aku membahasnya. Setiap kali ada Clara disitu raut wajah Ander berubah tidak suka. Tapi yang aku temukan pada Clara justru terbalik, wanita itu seperti sangat mengenal dekat suamiku. Seperti ada sesuatu diantara mereka yang Ander sendiri sengaja menutupinya dariku. Maka dari itu aku datang kemari, aku bertanya padamu. Aku yakin kau mengetahui sesuatu tentang mereka. Karena kau juga mengenal Clara"


Rey mengangguk mengerti, dia menyayangkan sifat Ander yang terkesan tertutup hingga membuat Ziva hampir salah paham padanya. Rey akhirnya memberi tahu semua hal yang ia ketahui tanpa terkecuali, dia menjelaskan semuanya dengan sangat hati-hati supaya Ziva dapat memahaminya.

__ADS_1


-


-


Saat keluar dari toilet, Ander tidak menemukan keberadaan istrinya. Pria itu bahkan sudah mengecek ruang pribadinya tetatpi Ziva tidak ada disana.


Ander memilih untuk keluar ruangan, dia melihat pintu ruangan Rey yang terbuka. Kakinya mengayun mendekat, bersamaan dengan itu Ziva juga keluar dari sana dengan hanya menatapnya datar.


"Zi, kenapa kau ada disini?"


Rey langsung keluar saat mendengar suara Ander, dia menatap Ziva yang berjalan sendiri ke ruangan suaminya lalu menatap Ander yang juga sedang menatap istrinya kebingungan.


Ander meraih kerah kemeja Rey dengan kuat "Bicara apa kau padanya hah? Kalau sampai istriku berpikir yang tidak-tidak tentangku. Kau akan tahu akibatnya!"


Setelah mengancam, Ander melepaskan cengkraman tangannya kemudian berlari menyusul istrinya. Sumpah demi apapun dia panik melihat tatapan istrinya yang seperti itu. Tatapan yang kurang lebih 3 bulan belakangan ini tidak pernah ia lihat lagi.


"Ck, yang ada aku sedang meluruskan pikiran istrimu yang hampir saja berpikiran macam-macam tentang suaminya" gumam Rey tak habis pikir, tangannya merapikan kemeja yang mulai terlihat kusut.

__ADS_1


"Aku pulang An" pamit Ziva kemudian. Dia tidak marah setelah mengetahui semuanya, ia hanya merasa kecewa karena Ander yang tidak pernah memberitahunya. Meskipun semuanya adalah masa lalu, tapi dia berhak tahu bukan? Apalagi orang itu sekarang mulai gentayangan di antara mereka.


"Zi, kau ini kenapa? Apa akuu melakukan kesalahan? Apa Rey bicara yang tidak-tidak padamu?"


"Aku lelah. Kita mengobrol di rumah saja saat kau pulang"


"Baiklah, aku akan pulang sekarang bersamamu"


"Ini belum waktunya jam pulang kantor An"


"Aku tidak peduli, lagipula ini kantorku. Aku bebas datang dan pergi kapan saja"


"Terserah" Ziva berjalan mendahului suaminya. Ander tidak tinggal diam, langkah lebarnya berhasil menyusul istrinya dengan cepat.


-


-

__ADS_1


Aku usahakan novel ini akan tamat bulan ini. Dan sebentar lagi akan launching novel lain yang berbeda tema tentunya. Terima kasih untuk support kalian yang tidak pernah putus, panjang umur orang baik ❤️


__ADS_2