Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Petaka


__ADS_3

Ander membatalkan pertemuannya. Pria itu rela mengecewakan investornya hanya demi mengetahui apa tujuan wanita itu mengirim benda itu padanya.


Mobil mewahnya kini melaju kencang menuju ke salah satu kawasan elite di pusat kota. Tujuannya adalah mansion keluarga Hoult.


Sang satpam yang mengetahui kode unik plat nomor yang dipakai keluarga Gif langsung membukakan gerbang supaya mobil tersebut memasuki kawasan Tuannya.


Satpam tersebut bergegas menghubungi Tuannya untuk memberi kabar.


Ander segera keluar dari mobilnya setelah dia sampai tepat di depan mansion. Pria bertubuh tinggi tegap itu berjalan tergesa menuju ke arah pintu besar di depannya.


Tapi sebelum memencet bel rupanya sang tuan rumah sudah membukakan pintu untuknya.


"Selamat Sore Tuan Ander, selamat datang di mansion saya" sapa Steve hormat.


"Selamat Sore Tuan Steve, maaf karena kedatangan saya mendadak"


"Tidak apa-apa, mari masuk"


Karena demi menjaga kesopanannya Ander akhirnya masuk walau sebenarnya pria itu sedang tidak tenang tapi dia tetap memasang wajah tenangnya.


Sementara Steve yang berjalan membelakanginya tersenyum tipis, tipis sekali sampai-sampai tidak akan ada orang yang menyadarinya.


"Sebenarnya ada keperluan apa Tuan Ander sampai datang ke mansion saya? Padahal bisa saja Tuan menghubungi sekretaris saya untuk bertemu. Apa ada masalah?"

__ADS_1


"Ya.. ekhm tidak. Sebenarnya saya kemari hanya ingin bertemu dengan Rose. Apa dia ada disini?"


"Oh Rose" gumam Steve seraya memasang wajah sedih "Sudah dua bulan lamanya Rose tidak tinggal disini Tuan, dia memutuskan untuk tinggal di apartemen sendirian"


"Kalau begitu dimana apartemennya?"


"Saya juga tidak tahu Tuan, sejak dua bulan terakhir Rose sangat menutup diri. Dia hanya menghubungi sesekali saja"


"Kalau begitu, boleh saya meminta nomor ponselnya? Sepertinya dia tidak memakai nomornya yang dulu"


"Iya Tuan tentu. Dia menggantinya waktu itu, sebentar"


Steve kemudian berdiri untuk mengambil ponselnya yang berada di dalam kamar. Tak lama kemudian dia kembali setelah berhasil menemukan benda pipih itu.


"Ah baiklah, terima kasih. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan"


"Kenapa terburu-buru Tuan? Anda bahkan belum minum"


"Mungkin lain kali Tuan" pamit Ander.


"Oh ya, saya sangat berterima kasih atas undangan pernikahan yang Tuan kirim ke perusahaan. Saya pasti akan datang" ucap Steve memberhentikan langkah Ander.


Degub jantung pria itu tiba-tiba bertalu-talu, untuk waktu sejenak dia hampir melupakan pernikahannya karena saking terkejutnya dengan benda yang dikirim oleh Rose.

__ADS_1


Pria itu kemudian berbalik seraya memasang senyumnya "Tentu Tuan, saya sangat mengharapkan kehadiran anda. Saya permisi"


-


-


-


Ander berdecak sebal karena Rose yang tidak kunjung menerima panggilan darinya. Rasanya tidak tenang jika belum mengetahui maksud dari semua ini.


Ander bahkan melupakan niatnya untuk memanjat mansion Mommy nya untuk bertemu dengan Ziva. Karena Cate yang memisahkan keduanya selama satu minggu ini.


Bahkan pesan balasan dari Ziva saja dia abaikan. Hingga satu notifikasi memberinya sedikit petunjuk.


"Apartemen Flower House unit 375" jawab Rose.


Tak menunggu waktu lama lagi Ander segera menginjak pedal gas menuju ke tempat tersebut.


Pria itu turun dari mobilnya setelah sampai di basemen, lalu pergi menghampiri resepsionis untuk menanyakan unit tersebut ada di lantai berapa.


"Lantai 21 Tuan, kamar paling ujung"


Ander mengangguk mengerti, pria itu berjalan tergesa-gesa menuju lift dengan paperpag yang Rose kirimkan padanya.

__ADS_1


__ADS_2