
Hari pernikahan Ziva dan Ander hampir tiba. Setelah banyaknya persiapan yang Cate atur akhirnya semuanya beres. Mansion utama sudah dihias sedemikian rupa. Semuanya serba mewah dan elegan.
Tepatnya pernikahan itu akan dilaksanakan dua hari lagi dan hari ini Ander sedang berada di kantor, dia akan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum mengambil cuti selama 2 minggu lamanya setelah menikah nanti.
"Rey, tolong periksa laporan yang ini"
"Baik Tuan" Rey mengangguk patuh.
"Tuan, maaf. Sebenarnya ada salah satu investor yang mendadak ingin bertemu hari ini"
"Bukankah kau sudah menutup pertemuan?"
"Maaf Tuan"
"Ck, baiklah kau atur saja jadwalnya"
Kedua pria dewasa itu kembali fokus dengan berkas-berkas yang harus diselesaikan hari ini. Ander sengaja seperti itu, supaya nanti saat dirinya cuti Rey tidak terlalu kerepotan. Hingga suara dering telepon membuyarkan konsentrasi keduanya.
"Rey, angkat teleponnya" ucap Ander yang merasa terganggu.
"Baik Tuan"
Rey menerima telepon tersebut.
"Ada apa?" tanya Ander setelah Rey meletakkan gagang teleponnya ke tempat semula.
"Ada yang menitipkan paket di resepsionis Tuan. Katanya kado pernikahan untuk anda"
Ander mengernyitkan dahinya "Dari siapa?"
__ADS_1
"Tidak tahu Tuan, tidak ada nama pengirim"
"Lalu siapa yang mengantar?"
"Kurir pengiriman Tuan"
"Ck, ada-ada saja padahal acara pernikahannya kan 2 hari lagi"
Tok..tok..
"Sebentar Tuan" pamit Rey.
Dan tak lama kemudia Rey kembali dengan sebuah paperbag kecil di tangannya.
"Ini paketnya Tuan"
Pria itu memilih untuk segera membereskan pekerjaannya, karena sebelum pulang nanti dia harus menemui salah satu investor yang mendadak ingin bertemu.
-
-
-
Tiga jam berlalu akhirnya semua pekerjaannya selesai, Ander maupun Rey melewatkan waktu makan siangnya.
"Istirahat saja dulu, bukankah jadwal meetingnya satu jam lagi?"
"Kalau begitu saya keluar dulu. Apa anda ingin menitip makanan?"
__ADS_1
"Ya, belikan aku cemilan ringan saja"
"Baik Tuan"
Sepeninggal Rey, Ander segera mencari ponselnya dia akan menghubungi Ziva seperti biasa.
Kau sedang apa? Aku baru saja selesai bekerja. Aku merindukanmu sayang. Rasanya sudah tidak tahan.
Send
Kesal karena tidak ada jawaban. Ander memutuskan untuk menunggu Rey di ruang pribadinya saja. Tapi saat ingin berdiri tangannya tak sengaja menyenggol sesuatu.
Brak.
Paperbag yang berisi hadiah pernikahan itu terjatuh, sebuah kotak yang berada di dalamnya bahkan sampai rusak dan isi kotak tersebut berserakan di lantai.
Mata Ander membola setelah melihat isinya. Dia sangat tahu benda apa itu. Pria itu berjongkok untuk mengambil benda-benda tersebut. Meski sedikit jijik tapi dia tetap saja mengambilnya.
Ander memandangi hasil-hasil dari benda tersebut.
"Apa maksud dari semua ini?" gumam Ander yang tidak mengerti.
Pria itu kemudian membalik sebuah gambar yang memperlihatkan sebuah kehidupan di dalam rahim seseorang.
"Hai Daddy, apa kau tidak merasakan sesuatu dengan kehadiranku? Kenapa Daddy membuang Mommy begitu saja. Padahal aku hadir diantara kalian"
Ander seketika membanting semuanya. Pria itu mundur beberapa langkah karena terkejuti dengan apa yang baru saja ia baca. Daddy? Apa ini kelakuan Ziva? Tapi untuk apa?
Ander kemudian mencari kembali kertas tersebut guna melihat siapa nama pemiliknya. Saat membacanya, mata Ander kembali membola. Roselyn Hourt.
__ADS_1