
Malam tiba, tapi ibu hamil itu masih meringkuk di atas ranjang, dia merasa kelelahan akibat ulah suaminya yang tiada henti-hentinya membuatnya mengerang nikmat.
"Maafkan aku" ucap Ander seraya mengecup punggung polos istrinya yang hanya berbalut selimut.
Ziva membalik tubuhnya supaya bisa menatap wajah tampan suaminya, dia mulai memonyongkan bibirnya "Kau memang keterlaluan An"
"Kau marah?"
"Tentu tidak karena aku juga menikmatinya" jawab Ziva lengkap dengan rentetan giginya yang membuat Ander gemas melihatnya.
"Rasanya aku ingin menyerangmu lagi"
Senyum Ziva langsung memudar dia segera memasang mode siaga jangan sampai suaminya melakukannya lagi. Tapi Ander sangat mengerti kalau istrinya itu benar-benar kelelahan.
"Baiklah boy, ayo bantu daddy untuk memandikan mommy"
"An, turunkan aku. Aku masih bisa mandi sendiri" Ziva memekik karena merasa tubuhnya melayang di udara.
"Diamlah sayang, ini hanya mandi. Tidak lebih"
-
-
-
"Bukankah aku sudah bilang kalau ini hanya mandi. tidak lebih?"
Ziva tersenyum mendengarnya karena yang terjadi sesuai dengan yang Ander ucapkan.
Kini mereka berdua sedang berada di depan meja rias. Calon hot daddy itu sedang mengeringkan rambut istrinya setelah selesai barulah dia menyisirnya. Pria itu melakukannya dengan sabar dan telaten.
__ADS_1
"Okay, done. Ratuku sudah cantik"
"Terima kasih sayang"
Ander membalas ucapan istrinya dengan melabuhkan kecupan lembut di pelipis istrinya.
"Waktunya makan malam, junior juga pasti sudah lapar. Mau makan disini atau kita turun saja?"
"Kita turun saja, setelah makan aku ingin berkeliling di bawah"
"Kau yakin? Bukankah kau lelah?"
"Sedikit, sesudah mandi membuatku kembali segar"
"Baiklah, ayo"
Ziva menerima uluran tangan Ander mereka berjalan tanpa melepaskan tangan yang saling bertautan. Siapapun yang melihatnya pasti akan iri karena dari sekian banyaknya wanita hanya Ziva lah yang berhasil memikat seorang Anderson Gif.
"Tentu sayang, aku sangat tahu kedekatan kalian. Jadi mana mungkin aku tidak mempekerjakannya disini"
"Terima kasih sayang. Em lalu bibi Marina ada dimana?"
"Bibi Marina ada di mansion utama bersama mommy, sepertinya mereka langsung cocok satu sama lain"
"Benarkah?"
"Ya, aku sangat tahu mommy seperti apa. Dia tidak akan membiarkan orang lain tinggal di mansion sembarangan. Tapi ternyata dia sendiri yang mengajak Bibi Marina tinggal disana"
"Aku belum sempat bicara banyak dengannya"
"Kita akan kesana esok hari karena besok saudara daddy akan datang berkunjung"
__ADS_1
"Saudara daddy yang ada di luar negeri itu?"
"Iya sayang"
"Oh, baiklah"
Seperti yang Ziva minta, setelah makan malam Ander langsung mengajak istrinya untuk berkeliling di lantai satu. Hunian megah yang memiliki ruangan luas itu membuat Ziva kelelahan dan akhirnya dia langsung tertidur begitu sampai di kamar.
"Tidur yang nyenyak" Ander melabuhkan kecupan di kening dan juga perut istrinya. Pria tampan itu membuka laci untuk mengambil ponsel yang sedari siang dia bisukan.
Terdapat banyak pesan yang Fani kirimkan tentang ancaman Rose dan juga laporan tentang kekacauan yang Rose lakukan seharian ini.
Ander menoleh, memastikan Ziva tertidur dengan pulas. Lalu kakinya menganyun untuk keluar dari kamar dan masuk ke ruang kerja. Barulah dia menghubungi Fani.
"Hallo Tuan" sahut Fani yang langsung mengangkat teleponnya.
"Hallo, ada apa ini sebenarnya apa yang terjadi?"
"Seharian ini Nona Rose mengamuk Tuan, dia membuat banyak kekacauan di dalam apartemen. Saya juga tidak tahu kenapa dia seperti itu. Dia bahkan mengancam bahwa dia akan buka mulut tentang kehamilannya jika Tuan tidak mengunjunginya malam ini juga"
"Lalu, dimana dia sekarang?"
"Dia mengurung diri di dalam kamarnya Tuan. Tapi dapat saya pastikan di dalam kamarnya juga tak kalah kacau dari keadaan dalam apartemen. Saya mendengar banyak barang yang dilempar"
"Pastikan dia tidak melakukan hal yang dapat membahayakan nyawanya, aku akan kesana sekarang"
"Baik Tuan"
Ander keluar dari ruang kerjanya dia menghampiri istrinya yang sedang tertidur pulas diatas ranjang.
"Maafkan aku sayang, aku pergi dulu sebentar. Aku mohon maafkan aku" ucap Ander penuh sesal dia kembali melabuhkan kecupan di kening istrinya.
__ADS_1
Ander kemudian membalik badan untuk mengambil jaket dan segera pergi dari mansion sebelum Ziva menyadari kepergiannya. Dia juga tidak lupa untuk menutup mulut satpam bahwa dia akan pergi untuk mencari penjual makanan.