
Setelah kejadian di cafe yang amat sangat memalukan untuknya, Rose kembali ke apartemennya dengan keadaan kacau. Wanita itu terus mengumpat tiada henti karena ternyata rencananya bisa terbongkar secepat ini.
Wanita itu menghancurkan semua barang-barang yang berada di dalam apartemen untuk meluapkan emosinya.
Pikirannya teringat pada nasibnya yang ditinggal Jhon dan juga ditinggal Ander, lalu untuk apa kehamilannya ini?
Rose bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri, setelah selesai dia langsung berpakaian, tidak lupa dia juga meraih coat untuk menutupi perut buncitnya. Dia akan pergi ke klinik untuk menggugurkan kandungannya.
Tidak berguna. Umpatnya seraya memukul-mukul perutnya tiada rasa belas kasih.
Wanita itu melajukan mobilnya diatas rata-rata, tapi sepertinya semesta tidak berpihak padanya klinik yang biasa digunakan untuk aborsi sepertinya sudah tidak beroperasi lagi. Bangunannya terlihat terbengkalai.
Rose memutar arah, dia akan pergi ke kota lain dimana klinik aborsi lain berada. Tidak mau tau, dia harus melenyapkan kandungannya ini secepatnya lalu kabur sejauh mungkin dari jangkauan Ander sebelum terlambat.
Hingga sampailah dia di salah satu klinik aborsi yang dimaksud, setelah mengunjungi beberapa klinik yang ternyata sudah tidak beroperasi lagi wanita itu akhirnya menemukan salah satu klinik yang masih beroperasi.
Rose menjalani berbagai tes pemeriksaan terlebih dahulu, hingga dokter memintanya untuk tinggal sampai janin benar-benar keluar karena yang dilakukan adalah metode obat.
Sementara di tempat lain, Steve tak henti-hentinya menghubungi ponsel putrinya tapi tidak pernah ada jawaban sama sekali. Dia semakin yakin kalau kekacauan ini adalah ulah Rose.
__ADS_1
"Dasar anak tidak berguna!" kesal Steve dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun tapi sedetik kemudian pria itu merasa sakit dibagian dada kirinya.
Membuat sang sekretaris panik melihatnya "Tuan, anda tidak apa-apa? Tuan.. Tuan"
-
-
-
Rey yang sedang menikmati liburannya mulai mendengar kabar jika Hoult Group gulung tikar, pria itu segera menghubungi sahabat sekaligus atasannya untuk bertanya sebenarnya apa yang sudah terjadi selama dia pergi.
"Hallo Dude, apa kabarmu? Apa kau bisa hidup tanpa bantuanku?"
"Ck, pede sekali kau. Tentu aku bisa"
"Baguslah. Lalu apa yang kau lakukan terhadap Hoult Group?"
"Kalau kau ingin tahu maka cepatlah pulang"
__ADS_1
"Hari liburku masih tersisa 4 hari lagi, Dude. Apa salahnya kau bercerita di telepon?"
"Ya sudah, sampai bertemu 4 hari lagi"
"Hei, kau.."
"Ck sialan" kesal Rey karena Ander menutup teleponnya sepihak.
Ander pulang lebih awal, dia akan mengajak istrinya untuk berjalan-jalan. Pria itu mampir ke salah satu toko bunga terlebih dahulu.
Tapi saat sampai di mansion, dia tidak mendengar suara kehidupan. Bangunan itu tampak sepi. Akhirnya Ander kembali keluar lalu mengambil salah satu buggy car untuk mengelilingi halaman belakang mansion.
Dan benar saja, rupanya sang istri sedang berada di paviliun bersama dengan para pelayan. Semuanya nampak fokus pada sesuatu yang diintruksikan Ziva hingga tidak menyadari kedatangan Ander.
Pria itu turun dari buggy car nya, dia mulai mendekati para pelayan yang sedang mengerumuni istrinya.
"Ehmm"
Semua orang terperanjat, mereka tentu tahu sura deheman keras itu berasal dari siapa. Para pelayan langsung menyingkir dari tempatnya dan tampaklah Ziva yang sedari tadi berada ditengah-tengah.
__ADS_1
Wanita itu menunjukan rentetan giginya untuk menutupi kegugupannya "Hallo Sayang"