Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Macam-macam


__ADS_3

Flashback on.


Seperti janjinya pada sang istri. Hari ini Ander pulang lebih cepat dari biasanya. Pria itu berjalan penuh semangat menuju basemen. Tapi tiba-tiba senyumnya lenyap disaat seseorang yang sangat tidak ingin ia lihat sudah berdiri menyender pada mobil mewahnya.


"Hai"


Ander memasang wajah mengintimidasi jelas menyiratkan raut tak suka "Ada urusan apa lagi kau kemari?"


"Aku merindukanmu"


Ander tertawa terbahak mendengarnya, seakan-akan ucapan Clara adalah lelucon "Rupanya benar, kau ini adalah wanita yang tidak tahu malu!"


"Persetan dengan semua itu, aku benar-benar merindukanmu Der. Untuk itulah aku kembali ke negara ini"


"Diam ditempatmu atau kuseret kau keluar dari sini. Jika kau lupa ini adalah wilayahku!"


"Benarkah kau akan tega padaku?"


"Tentu saja, bukankah kau sendiri yang memulai semuanya? Kau harusnya sadar diri Clara!"


"Ya, aku tahu aku salah. Maka beri aku kesempatan untuk menebusnya. Aku tahu tak semudah itu kau berpaling dariku"


"Tentu mudah. Karena aku sudah menemukan cinta sejatiku yang sebenarnya"


Clara tertawa hambar mendengarnya "Benarkah kau sudah melupakan aku?"

__ADS_1


Ander tak menjawab, pria itu hanya menyorotkan mata tajamnya pada mata wanita yang dulu sangat ia puja-puja.


"Baiklah, aku hanya ingin meminta satu hal padamu. Setelah itu aku janji akan pergi dari hidupmu selama-lamanya"


"Sayangnya bagiku ucapanmu hanyalah omong kosong!" Ander bergegas membuka pintu mobilnya setelah memastikan Clara tak lagi menyender.


"Bukankah dulu kau sangat pantang menyentuhku? Padahal aku selalu mendambakan dirimu. Aku mendengar hidupmu yang kacau dan dikelilingi banyak wanita setelah kejadian kita, maka dari itu aku akan meminta satu hal yang sedari dulu aku inginkan, gagahi aku walau hanya satu malam saja"


"Kau gila!"


"Ya, aku gila. Aku gila karena menyesal telah menyia-nyiakanmu"


"Dengar Clara, aku tidak akan peduli apapun lagi tentangmu. Aku sudah muak dengan semuanya. Jadi jangan harap kau bisa mengganggu hidupku lagi, itupun jika kau masih sayang pada nama baik keluargamu!"


"Clara!!"


Wanita itu terkekeh pelan, dia berjalan mendekat lalu meraba jas yang dipakai Ander. Tangannya lihai menggoda.


"Lebih baik kau turuti permintaanku itu. Setelah itu, aku janji akan pergi"


Tapi siapa sangka Ander justru menepisnya dengan kuat, dia mendorong Clara dengan cukup keras hingga tubuh langsing itu oleng dan membentur pembatas basemen hingga tak sadarkan diri.


Flashback off.


Belum sempat Ander menjawab, suara seorang wanita dibelakang sana mengalihkan perhatian Ziva. Di kepala wanita itu terlihat perban yang melingkar.

__ADS_1


"Der, terima kasih karena kau.. Eh hai Ziva, kita bertemu lagi"


"Hallo Clara" Ziva tersenyum canggung, dia bingung kenapa Clara ada bersama suaminya. Rey yang baru saja sampai tentu terkejut melihatnya.


"Kau.."


"Tidak perlu terkejut seperti itu Rey, kau dan Ander sama saja, saat melihatku seperti melihat hantu"


Pria itu mendelik "Sedang apa kau disini?"


"Sayang, maafkan aku. Aku sampai lupa dengan janjiku sore ini. Apa asisten Dokter Mel sudah menghubungimu?" potong Ander meraih jemari istrinya.


"Sudah An, prakteknya akan dimulai 5 menit lagi"


"Baiklah, ayo. Jangan sampai antrian pertama terlewat"


Ziva mengangguk walau sebenarnya dia penasaran. Dan Rey hanya memandangi sepasang suami istri itu dengan diam, dia sedang bergelut segala isi pikirannya.


Saat Ander dan Ziva menghilang di dinding pembatas IGD dengan ruangan luar, tatapannya beralih pada Clara yang sedang tersenyum ke arahnya tanpa dosa.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi diantara kalian. Tapi perlu aku peringatkan, tolong jangan macam-macam atau kau sendiri yang akan terima akibatnya"


"Kalau Ander sendiri yang macam-macamnya bagaimana?" tandang Clara tak ingin kalah.


Rey tak menjawab. Pria itu hanya bisa mengepalkan tangannya. Jika saja bukan wanita sudah dia tonjok sedari tadi.

__ADS_1


__ADS_2