Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Melahirkan?


__ADS_3

Pagi hari ini, Ziva merasakan sesuatu yang tidak mengenakan di perutnya. Dia merasa mulas tapi beberapa kali keluar masuk kamar mandi tidak ada satupun kotoran yang keluar.


"Sakitnya persis seperti orang yang mau datang bulan" gumamnya.


Ceklek.


Ziva menoleh ke arah pintu, rupanya itu Ander yang baru saja kembali dari ruang gym. Terlihat banyaknya peluh yang menempel di dahi pria itu.


"Sudah bangun?" tanya Ander seraya mendudukan dirinya di sofa tepat disamping sang istri.


"Sudah"


"Kenapa tidak tidur lagi? Kau baru saja tidur satu jam" Beberapa malam ini Ziva memang kesulitan untuk tidur, dia baru akan tertidur saat pagi menjelang.


"Perutku mulas An" jawab Ziva seraya mengelus pelan perut buncitnya, berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.


Ander melebarkan kedua bola matanya "Kita ke rumah sakit sekarang!"


"An, tunggu dulu"


"Aku panggil Mommy dulu sebentar"


Ander bergegas keluar, pria itu berlari-lari kecil seperti bocah yang sedang mencari ibunya. "Mommy..mommy!"


Cate yang mendengar teriakan putranya langsung berlari dari dapur, dia baru saja ingin membantu bi Sumi membuat sarapan "Ada apa? Mommy disini Der"

__ADS_1


"Cepat Mom. Ziva mau melahirkan!"


"Hah?"


"Mommy ini bagaimana, cepatlah kita akan ke rumah sakit sekarang!"


"Oh iya oke-oke sebentar"


"Ada apa ini?" tanya Marina yang baru saja kembali sehabis menyiram tanaman hiasnya.


"Ziva mau melahirkan bi, ayo cepat semuanya bersiap!"


Seisi mansion langsung riuh mendengar Ziva yang ingin melahirkan, Ander menggendong Ziva menuju mobil. Sementara Marina dan Cate sibuk dengan perlengkapan persalinan yang sudah disiapkan sebelumnya.


"Biar Mommy yang menyetir" tawar Cate.


"Tapi mobilnya tidak akan muat Der" tunjuk Cate pada mobil mewahnya.


"Mommy seperti orang susah saja, kita pakai mobil lain Mom!"


"Oh iya Mommy lupa. Fredi, siapkan mobil lain yang cukup untuk membawa semua orang"


"Siap Nyonya"


Ziva hanya bisa meringis menahan rasa sakit disaat mertua dan suaminya malah sibuk memilah-memilih mobil.

__ADS_1


"Zi,masih kuat kan?"


Ziva hanya menjawab dengan anggukan kecil, rasanya untuk mengeluarkan suara saja tidak mampu.


"Ayo cepat Der" titah Cate saat mobil sudah siap.


Setelah memastikan semua orang sudah naik ke dalam mobil, kotak besi itu mulai melaju dengan pelan.


"Aku akan menghubungi Mery supaya bersiap saat kita sampai"


Ander mengangguk setuju, pria itu mengusap peluh di dahi wanitanya yang sedang menahan rasa sakit. Dia melabuhkan sebuah kecupan singkat di dahi.


Cup.


"Bersabarlah, kau pasti kuat"


Waktu perjalanan sekitar 20 menit terasa seperti 40 menit bagi Ziva. Wanita itu terus meringis menahan sakit bahkan air mata sudah merembes di pipi mulusnya.


Dokter Mery dan beberapa perawat ternyata sudah menunggu kedatangan tamu VVIP mereka di pintu masuk IGD, Ziva diangkat ke atas sebuah brankar lalu dibawa masuk ke salah satu ruangan. Ander senantiasa selalu mengenggam tangan istrinya, sesuai dengan keinginan Ziva tempo hari.


Dokter Mery mulai memeriksa, tapi ternyata tidak ada tanda-tanda Ziva akan melahirkan sekarang. Itu artinya ini adalah kontraksi palsu.


"Apa sudah lebih baik?" tanya Dokter Mery kemudian.


Ziva mengangguk, sekarang tenaganya sudah kembali untuk bicara "Anehnya saat masuk ke ruangan, sakitnya tiba-tiba hilang Dok"

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" tanya Ander heran.


"Ziva mengalami kontraksi palsu Der"


__ADS_2