Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Malam ke berapa? (18+)


__ADS_3

"Zi, kau bercanda kan?"


"Tidak, aku serius. Sangat serius. Itu hukuman untuk suami yang tak pandai menjaga hati istrinya"


"Oh astaga Zi kau sadis sekali"


"Memang. Ah sudahlah aku ingin tidur. Awas jangan macam-macam ya" peringat wanita hamil itu sebelum beranjak ke arah ranjang berukuran super king di depannya.


"Zi" Ander kembali merengek seperti seorang bocah yang meminta permen pada ibunya.


"NO!" jawab Ziva tegas.


"Baiklah kalau begitu aku lebih baik jajan diluar saja"


Ziva yang baru saja menutup mata sekarang memelototkan kembali matanya lalu bergegas bangun dan menatap Ander nyalang "Apa kau bilang? Jajan diluar? Oh silahkan Tuan Anderson yang terhormat, lakukan saja dan saya pastikan esok hari pun saya akan melemparkan surat gugatan cerai pada anda!"


Grep.


Ander langsung memeluk tubuh wanitanya, ada rasa penyesalan setelah berbicara seperti itu padahal dia hanya bercanda saja. Tapi Ziva menerimanya lain, wanita itu sudah salah paham hingga berani mengucap kata cerai.


"Lepas!" teriak Ziva di dalam pelukan Ander.


"Maafkan aku Zi maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya bercanda maaf jika candaanku itu dianggap salah olehmu. Aku memang tidak pandai bercanda. Kumohon jangan mengucapnya lagi. Kau itu segalanya bagiku, kau belahan jiwaku, satu-satunya wanita yang akan menemaniku sampai akhir hayat. Aku sangat mencintaimu Zi aku tidak mungkin melakukan kesalahan yang sama"


Hati Ziva yang mulanya emosi menjadi berbunga-bunga saat mendengar kata cinta dari suaminya. Dan tanpa sadar wanita itu menyunggingkan senyumnya dan dia mulai membalas pelukan Ander.

__ADS_1


Dan ini adalah pelukan pertama bagi keduanya dalam keadaan sadar dan suka sama suka, mereka akhirnya hanyut dalam hangatnya pelukan itu.


"Zi"


Ziva mendongak untuk melihat wajah tampan suaminya.


"Apa kau tidak merasakan sesuatu?"


Ziva menggeleng tanpa mengeluarkan suaranya.


"Kau yakin Zi?"


Kali ini Ziva mengangguk.


"Coba lihat kebawah"


Wanita itu refleks memukul dada Ander tapi Ander tidak menyerah begitu saja dia menggigit kecil bibir wanitanya hingga Ziva sedikit membuka mulutnya. Lidah Ander langsung menerobos ke dalam.


Dan akhirnya Ziva sedikit mulai membalas ciumannya, ciuman penuh cinta itu kini berubah menjadi penuh nafsu. Ander semakin merapatkan pelukannya tapi juga tetap menjaga jarak supaya junior tidak kesakitan. Tangan kekarnya berkelana kesana kemari hanya untuk mencari tali jubah mandi milik istrinya dan dalam satu tarikan saja jubah itu melayang di udara karena Ander melemparnya.


"Emmmhh"


Ziva memekik diantara ciumannya, sekarang wanita itu mengerti dengan apa yang Ander maksud. Yaitu sesuatu dibalik handuk yang saat ini anduknya sudah melorot ke bawah. Benda itu menggesek-gesekkan dirinya di bawah permukaan perut Ziva membuat wanita itu kegelian.


Dengan langkah pelan namun pasti Ander menggiring tubuh istrinya ke atas ranjang lalu membaringkannya perlahan. Sesaat dia melepas pagutan itu hanya untuk memandangi tubuh seksi istrinya yang dia kagumi sejak pertama kali melihat dan kini justru bertambah seksi dengan perut buncitnya.

__ADS_1


"Yo so sexy my wife" bisiknya tepat disamping telinga Ziva membuat wanita itu menutup wajahnya malu.


Ander kembali me****** bibir istrinya dengan rakus. Kedua tangannya kini sedang menjelajahi kedua aset kembar milik Ziva. Yang membuat Ziva melenguh nikmat karena ini adalah pengalaman pertamanya. Ya, pertama melakukannya dengan tanpa paksaan, permainan Ander juga tidak sekasar dahulu. Ah sudahlah Ziva tak ingin mengingatnya.


"An.."


"Yes honey, call my name"


Bibir Ander beralih me****** kedua aset kembar milik Ziva bergantian membuat Ziva menggelinjang nikmat. Dan akhirnya dia sampai di pelepasan pertamanya.


Tak puas sampai disitu kini Ander beralih ke bawah untuk melihat lubang kenikmatan yang dimiliki istrinya. Sebuah gua dengan banyaknya rumput-rumput liar tumbuh disekitarnya.


Ander membuka kedua paha istrinya lebar-lebar dan dalam satu gerakan saja kini bibirnya sudah menerobos masuk ke dalam sana. Membuat Ziva tak tahan untuk berteriak karena suatu kenikmatan yang ia terima. Ander terus bermain-main dibawah sana, hingga Ziva sampai di pelepasan keduanya.


"Kau sudah siap untuk inti permainannya honey?"


Ziva mengangguk pelan, dan alam bawah sadar Ziva merutuki kebodohannya karena dengan mudahnya dia terbuai akan rayuan maut suaminya padahal dia sangat ingin menghukum Ander. Tapi disisi lain dia juga sangat menikmati sentuhan itu.


Ander memposisikan dirinya supaya Ziva merasa nyaman dan juga junior tidak tersakiti. Dengan pelan namun pasti Ander mendorong pinggulnya hingga Ziva menjerit tertahan karena sesuatu yang memenuhi dirinya.


"Apa sakit?" tanya Ander khawatir.


"Sedikit"


"Aku akan bergerak perlahan"

__ADS_1


Dan benar saja Ander bermain dengan pelan karena tidak ingin menyakiti istri dan juga anaknya. Namun tetap saja semuanya terasa sangat nikmat hingga Ziva dan Ander mengerang bersamaan saat mendapat pelepasannya.


__ADS_2