Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Panggil Aku Lucy


__ADS_3

Ziva tersenyum lebar saat pintu terbuka dari luar, memperlihatkan Ander yang membawa anaknya dengan roda bayi. Pria itu perlahan mendekat ke arahnya yang sedang di periksa oleh Dokter Mery.


"Masih belum bangun juga?" tanya Dokter Mery saat melihat bayi mungil itu masih terlelap.


"Belum Dok, Mommynya saja baru bangun kan" balas Ander.


"Apa ASI nya sudah keluar?"


"Sudah Dok, beberapa hari ini memang sudah sering merembes"


"Bagus kalau begitu. Usahakan babynya dibangunkan ya, kasihan sejak tadi dia belum minum apa-apa"


"Iya Dok"


"Baiklah, aku permisi dulu"


"Eh bagaimana kondisi istriku Dok?" tahan Ander.


"Ziva baik-baik saja. Dia hanya perlu dirawat satu atau dua hari baru setelah itu boleh pulang"


Setelah mendengar penjelasan dari Dokter Mery terkait keadaan istri dan anaknya yang sangat-sangat baik, Ander akhirnya bisa bernafas dengan lega. Dia membiarkan Dokter Mery untuk kembali ke ruangannya


"Kau mau menggendongnya sekarang?" tawar Ander.


"Nanti saja tunggu Mommy kesini"


"Kenapa harus dengan Mommy?"


"Memangnya kau bisa menggendongnya?"


"Wah kau meremehkanku Zi. Tentu aku bisa, lihatlah!"


"Ja-jangan An, nanti anakku kenapa-napa"

__ADS_1


"Zi aku bisa" ucap Ander yakin seraya mengangkat anaknya dengan berani tapi tetap hati-hati lalu mengarahkannya pada Ziva.


"Eh, bagaimana bisa?"


"Tentu saja aku bisa karena aku belajar banyak hal supaya bisa masuk nominasi Hot Daddy tahun ini"


"Ck, ada-ada saja. Ya sudah keluar sana"


"Kenapa aku harus keluar?"


"Aku mau menyusui baby, An"


"Memangnya kenapa kalau aku ada disini? Bukankah aku sudah sering melihatnya?" tanya Ander dengan tatapan menggoda.


"Aku hanya takut kau mau"


"Memangnya tidak boleh?"


"Tentu saja tidak boleh"


"Karena ini akan menjadi nutrisi untuk anakku jadi kamu dilarang ikut-ikutan An"


"Lah kok gitu?"


"Hei, ada apa ini?" tanya Cate yang baru saja sampai di ruangan, rupanya wanita paru baya itu tidak sendiri. Dia datang bersama Lucy yang saat ini sedang memamerkan senyuman manisnya.


"Tidak ada apa-apa Mom, aku hanya ingin menyusui baby saja"


Mata Cate memicing lalu menunjuk anaknya "Kau juga ikut-ikutan mau menyu*su ya?"


Eh. Lucy menunduk malu karena Cate malah membahas itu.


"Mom!" tegur Ander.

__ADS_1


"Awas kau ya, jangan mengganggu cucuku"


"Mana mungkin aku menganggunya, dia juga anakku Mom"


"Ziva, jika dia macam-macam laporkan saja pada Mommy"


"Iya Mom"


"Ck Mommy menyebalkan. Lebih baik aku keluar saja"


"Ya sudah sana!" balas Cate ketus.


"Mau titip apa?" tanya Ander pada Ziva.


"Tidak tahu, akan aku pikirkan dulu. Nanti ku hubungi ya"


"Oke sayang. Aku keluar dulu ya, baik-baik boy Daddy mau makan dulu oke"


"Oke Daddy" jawab Ziva yang menirukan suara anak kecil.


Cup, "Bye"


Semua gerak-gerik pasangan suami istri itu benar-benar tak lepas dari pandangan Lucy. Dia merasa sedih sekaligus takjub karena seseorang yang selama ini terlihat begitu dingin dan cuek ternyata bisa sehangat dan sepeduli itu, Ziva sungguh beruntung.


Setelah Ander keluar, Cate akhirnya memperkenalkan Lucy pada Ziva.


"Ziva, perkenalkan dia Lucy. Putri dari mendiang Dokter Pribadi keluarga Gif"


"Hallo senang bertemu denganmu, selamat atas kelahiran baby pertamanya" sapa Lucy sopan.


"Hai Dokter, aku juga senang bisa mengenalmu. Terima kasih "


"Panggil aku Lucy saja, sepertinya kita seumuran"

__ADS_1


"Ah baiklah"


__ADS_2