Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Momen


__ADS_3

Setelah malam yang penuh drama dan kejutan itu mereka memutuskan untuk pulang. Tangan keduanya terus saja menempel karena Ander yang tidak ingin melepasnya meski sedang menyetir sekalipun.


Cate yang sedari tadi harap-harap cemas menunggu kepulangan mereka akhirnya bisa bernafas dengan lega disaat mobil milik anaknya sudah terlihat.


Ander turun terlebih dahulu lalu memutari mobilnya untuk membuka pintu samping, rupanya Ziva sangat kelelahan hingga tertidur di perjalanan.


Ander mengangkat tubuhnya hati-hati, dia hanya melewati ibunya yang berdiri di ambang pintu dengan senyuman. Dark sigap membuka pintu lift supaya Tuannya masuk.


Sementara Jack mengekor di belakang Tuannya. Pengawal itu mengantar Tuannya sampai di depan pintu kamar, setelah membukakan pintu barulah Jack pamit undur diri.


Dengan pelan Ander merebahkan Ziva di tempat tidur dengan nyaman, senyum tipis di bibirnya berubah menjadi senyum lebar mengingat kejadian beberapa saat lalu.


Tak lupa Ander juga membuka flatshoes yang membungkus kaki wanitanya. Ander lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Ziva. Pria itu berjongkok tepat di samping wajah Ziva dan tangannya terulur untuk mengusap perut buncitnya.


"Selamat Tidur anak Daddy, sebentar lagi kita pasti akan tidur bersama"

__ADS_1


Tak sampai disitu, usapannya lalu berpindah pada surai panjang kecoklatan yang akan menjadi candunya "Selamat tidur My Honey, terima kasih untuk semuanya" sebuah kecupan singkat mendarat di keningnya. Pria itu lalu mundur dan keluar dari kamar tersebut.


"Der" panggil Cate disaat Ander menutup pintu. Rupanya ibunya baru saja kembali dari bawah.


"Ya mom?"


"Tentang itu.."


"Iya mom, persiapkan semuanya dari sekarang. Kalau bisa minggu depan" ucap Ander yakin.


"Niat baik bukannya harus disegerakan?" balas Ander.


"Iya dad benar, lagipula kehamilan Ziva semakin lama semakin membesar. Kita harus memperhatikan keadaannya juga"


Bram tidak menjawab, pria paru baya itu hanya diam menatap anak semata wayangnya dari atas sampai bawah. Kemudian dia merentangkan kedua tangannya meminta pelukan.

__ADS_1


Ander yang mengerti langsung berhambur di pelukannya "Kau sudah besar Boy, sebentar lagi kau akan menjadi daddy dan aku menjadi granpa. Maafkan aku tentang semua yang terjadi di masa lalu" ucap Bram tulus seraya menepuk-nepuk punggung kekar Ander.


"Aku sudah melupakan semuanya dad, semua itu sudah ku jadikan pelajaran. Seperti sekarang, semua yang terjadi adalah kesalahanku. Tapi aku tidak ingin terlarut dalam penyesalan, aku ingin menebus semua kesalahanku pada orang-orang yang aku sayangi. Mommy, Daddy, Calon istriku dan anakku"


"Dia wanita baik-baik boy, jaga dia bahagiakan dia"


"Iya dad, aku berjanji"


Cate merasa terharu melihatnya. Selama hampir bertahun-tahun ini anak dan ayah itu tidak pernah akur. Dan hari ini keduanya kembali seperti sedia kala.


"Kalian melupakan aku?" tegur Cate karena anak dan ayah itu tak sama sekali melepaskan pelukannya.


Ander dan Bram baru sadar jika ada Cate disana, keduanya hanya tertawa lalu saling mengulurkan tangan ke arah wanita itu. Cate tentu dengan senang hati menerimanya.


Wanita paru baya itu kini dipeluk diantara kedua orang pria yang sangat ia sayangi.

__ADS_1


"Inilah momen yang selama ini aku tunggu-tunggu"


__ADS_2