Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Meratakan


__ADS_3

"Morning" sapa Ander dengan suara seraknya khas bangun tidur. Saat membuka mata, dia mendapati wajah cantik istrinya yang sedang menatapnya sedari tadi.


"Morning too" balas Ziva seraya mengelus rahang suaminya.


Tangan Ander terulur untuk mengusap pipi istrinya yang semakin hari semakin bulat lalu mencubitnya pelan karena gemas.


"Aw, sakit" rengek Ziva dengan bibir yang dimonyongkan.


"Habis gemas banget liat pipi kamu makin hari makin gembul"


"Malu ya punya istri gendutan?"


"Siapa bilang?"


"Secara kan partner-partner kamu..."


"Sutt, itu masa lalu sayang. Kenapa harus dibahas lagi?"


"Kali aja kamu kangen"


"Kalo ngomong suka ngelantur"


"Biarin"


"Jatah pagi?" pria itu mulai mengerling nakal. Saat dibangunkan, pedang panjangnya juga seakan-akan ikut terbangun.


Malu-malu kucing karena Ziva juga sedang ingin, wanita itu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tapi dalam satu tarikan saja Ander berhasil melempar selimut itu ke lantai.


"Jangan malu-malu begitu saya"


Ahh, rasanya Ziva ingin mencakar wajah tampan suaminya saja.

__ADS_1


"Lakukanlah"


"Dengan senang hati"


-


-


-


Setelah olahraga panas dipagi hari kini sepasang pengantin baru itu sudah duduk tenang di atas meja makan.


"Ini susunya Nona"


"Terima kasih Bi"


"Oh ya, kemana bibi Marina?"


"Tidak apa bi, biarkan saja dia ingin melakukan apa" ucap Ziva yang tahu kalau bibinya itu sering memaksa untuk ikut bekerja di mansion padahal sudah ada beberapa pelayan yang membantu bi Sumi untuk mengurus semuanya.


"Bibi sudah sarapan?"


"Sudah Non"


Ziva menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Jadi, kapan jadwal cek kandungan lagi?" tanya Ander yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.


"Minggu depan An"


"Baiklah, aku berangkat dulu ya sayang"

__ADS_1


"Oke hati-hati"


"Siap ratuku. Jaga dirimu baik-baik"


"Tentu saja" jawab Ziva dengan senyum lebarnya karena mendapat kecupan dari suaminya seperti biasa.


Ziva mengantar Ander sampai di depan mansion, wanita hamil itu melambaikan tangannya ketika mobil milik suaminya mulai merayap pergi.


Sampai di kantor, Ander segera memulai pekerjaannya. Pria itu akan meratakan perusahaan seseorang, ya meratakannya sampai ke tanah.


Hari ini dia mencabut semua sahamnya yang berada di Hoult Group. Juga memerintah semua perusahaan yang terlibat untuk ikut serta dalam kehancuran perusahaan itu.


Mereka semua tentu menurut, karena Ander memberikan tawaran lain yang lebih menggiurkan.


Dan Steve dibuat terkejut dengan semua yang terjadi padanya hari ini, semua investor tiba-tiba mencabut sahamnya dan harapan satu-satunya kali ini adalah Ander. Tapi kabar mengejutkan kembali terdengar, bahwa GG telah menarik semua sahamnya yang berarti saham terbesarnya selama ini telah tiada.


Steve dibuat kelimpungan, pria itu mulai menghubungi Ander tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Bagaimana?" tanya Steve pada sekretarisnya.


"Maaf Tuan, perusahaan sepertinya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Para karyawan juga sudah mengetahui berita ini, mereka pasti akan meminta pesangonnya"


"Arrggghhhh sebenarnya ada apa ini" berang Steve. Pria tua itu mulai mengingat putri semata wayangnya. Ya, dia harus menghubungi Rose.


-


-


-


Sebenarnya aku suka bgt nulis tapi entah kenapa tapi sepertinya kalian tidak terlalu antusias ya dengan karyaku? Maka dari itu aku jarang up.

__ADS_1


Tapi aku juga sangat berterima kasih pada kalian semua yang sudah memberiku semangat. Kalian sungguh orang baik ❤️


__ADS_2