Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Menendang


__ADS_3

"Apa kau datang bersama Rey?" tanya Ander sedikit cemburu.


"Iya, dia datang ke mansion membawa oleh-oleh. Lalu menbantuku mencarimu, karena katanya kamu sudah pulang tapi nyatanya belum"


"Untuk itu aku minta maaf Zi"


"Tidak apa-apa. Lagipula sekarang kau tetap ada bersamaku"


Percakapan mereka terpotong saat suster memanggil pasien atas nama Ziva Amara Gif. Sepasang suami istri itu bergegas masuk ke ruang praktik Dokter Mel.


-


-


-


Sebenarnya Ziva sangat ingin bertanya pada Ander tentang sebenarnya apa yang terjadi. Tapi sepertinya Ander tidak ingin membahas itu maka lebih baik dia juga diam saja.


Wanita hamil itu bahkan sampai tidak bisa tidur karena penasaran, tentang siapa Clara dan ada hubungan apa wanita itu bersama suaminya. Meskipun Ander sama sekali tidak menunjukan gelagat aneh. Pria itu bersikap seperti biasa, penuh cinta dan kasih sayang.


Keesokan harinya karena merasa bosan, Ziva berinisiatif untuk pergi ke kantor suaminya. Wanita itu akan membawakan makan siang. Setelah sekian lama, Ziva akhirnya kembali menginjakkan kakinya di kantor GG.


Semua pasang mata menatap ke arahnya, beberapa diantaranya ada yang menunduk hormat dan ada juga yang hanya mematung di tempat. Kebetulan jam makan siang baru saja mulai, jadi karyawan kantor sedang berhambur keluar.


Ziva tersenyum pada setiap orang yang berpapasan dengannya, wanita itu bahkan menggunakan lift karyawan untuk menembus lantai ruangan suaminya.

__ADS_1


Saat pintu terbuka yang dia temui justru adalah Rey, seperti biasa saat jam makan siang tiba Rey lah yang akan memesan makanan untuk bosnya.


"Ziva, kau disini?"


"Iya, apa Ander ada di dalam?"


"Ya, dia ada. Sepertinya kau membawa makanan"


"Memang aku sengaja datang kesini untuk mengantar makan siang, oh iya ini titipan dari bi Sumi untuk Tuan Muda Rey"


"Wah sukurlah, jadi aku bisa menghemat uang jajan hari ini. Terima kasih bumil"


"Oke, aku masuk dulu ya"


"Honey, ada apa kemari?"


"Aku bosan di mansion. Jadi aku datang kemari. Lihatlah aku membawakanmu makan siang" jawabnya mengangkat paperbag yang dia bawa "Aku siapkan dulu ya"


Ziva menata makanan dengan lihai, barulah mempersilahkan sang suami untuk makan "Ayo makanlah, ini adalah makanan buatanku"


"Sudah kubilang, jangan terlalu lelah"


"Tidak An, justru aku senang"


"Terserahmu saja sayang. Tapi harus hati-hati ya aku tidak ingin kau kenapa-napa"

__ADS_1


"Iya An, ayo cepat makanannya sudah hampir dingin"


Setelah makan, Ander berpamitan karena harus memimpin rapat.


"Zi, Aku tinggal sebentar ya"


"Iya An"


"Kalau kau lelah, istirahat saja di ruang pribadiku"


Ziva mengangguk mengerti, siang ini Ander mengadakan rapat bulanan dengan para petinggi perusahaan. Dan Ziva memilih untuk menunggu saja.


Wanita itu mulai berkeliling di tempat yang tidak terlalu luas dan juga tidak terlalu kecil itu. Rak-rak yang berjejer dengan banyaknya berkas dan juga tumpukan berkas lain di meja milik suaminya.


"Apa nanti aku akan bisa seperti ini?" gumamnya mengingat janji sang suami yang akan memberinya ijin untuk kuliah lagi.


Dug.


"Astaga" pekiknya terkejut, tapi sedetik kemudian bibirnya melengkung tanda tersenyum.


"Jadi anak mommy sudah bisa menendang?"


Dug.


"Aw, jangan keras-keras sayang"

__ADS_1


__ADS_2