Partner Ranjang Sang Cassanova

Partner Ranjang Sang Cassanova
Aku Bersedia


__ADS_3

"Oke, oke aku percaya" ucap Ziva setelah selesai tertawa.


"Kau harus mempercayai perubahan seseorang Zi" ucap Ander yang sebenarnya tidak yakin pada dirinya sendiri yang sudah berbuat sejauh ini. Dulu disaat bersama Clara, apapun yang ia lakukan akan selalu meminta bantuan Rey. Sekalipun itu adalah permintaan wanita itu sendiri. Apa dirinya sudah menemukan cinta sejatinya?


"Mau berdansa?" ajak Ander dengan mengulurkan sebelah tangannya.


"Aku susah bergerak An"


"Pelan-pelan" ujar Ander meyakinkan.


Ziva akhirnya menerima uluran tangan Ander, alunan musik mulai terdengar disaat Ander menepukkan kedua tangannya. Pria itu menuntun sang wanita untuk mengikuti alunan musiknya dengan gerakan perlahan.


Ziva menaruh tangannya di pundak lebar Ander. Begitupun Ander melingkarkan tangannya di pinggang Ziva. Keduanya sampai memejamkan mata saat terbawa suasana yang begitu romantis hingga tak sadar kini kedua kening mereka sudah saling bersentuhan.


"I love you" bisi Ander tepat di samping telinga Ziva.


Disaat Ziva ingin menjawab tiba-tiba lampu di dalam sana padam, karena merasa terkejut Ziva refleks memeluk tubuh Ander.


Sedetik kemudian matanya terbelalak disaat rangkaian lilin otomatis menyala dan membentuk sebuah tulisan "Will You Marry Me?"

__ADS_1


Ander seketika berlutut, dengan sebuah kotak yang dia ambil dari saku celananya, pria itu memantapkan hati untuk melamar sang pujaan hati malam ini juga. Tidak peduli dengan jawaban yang akan dia dengar.


"Zi, di malam ini di tempat ini dan di hadapanmu. Aku akan menyatakan sebuah ketulusan. Aku mencintaimu Zi, aku menginginkanmu berada di sisiku di setiap waktu, tidak peduli tentang apa yang kau pikirkan tentangku. Aku sungguh mencintaimu" ucapnya penuh kesungguhan. Dengan masih mengambil posisi berlutut dan kedua tangan memegang kotak kecil berisi cincin berlian yang sangat indah.


Perkataan Ander sungguh menyentuh hatinya, semuanya memporak porandakan rasa keras kepala wanita itu. Kedua bola mata Ziva berkaca-kaca mendengarnya, dia tidak yakin dengan semua ini. Semua hal itu terjadi begitu singkat.


"An"


"Kurasa cukup memberimu waktu. Hari ini aku ingin mendengar jawabanmu. Tidak peduli tentang apa yang akan kau katakan, aku akan menerima semuanya dengan lapang dada" kepercayaan diri seorang Ander tiba-tiba menghilang karena besar kemungkinan dia akan ditolak.


"Kau memintaku untuk menjawab tulisan itu kan?" tunjuk Ziva pada lilin otomatis yang masih menyala.


"Jawabanku adalah.."


Jantung Ander tiba-tiba berdegub kencang. Bohong tentang dia yang akan menerima jawab Ziva dengan lapang dada. Karena sebenarnya dia tidak siap menerima penolakan.


"Aku.. bersedia menikah denganmu" cetus Ziva membuat Ander membulatkan kedua matanya.


"Are you seriously?" tanyanya tak percaya.

__ADS_1


"Aku akan menarik ucapanku lagi An"


"No no no, tidak bisa" Ander segera mengambil cincin yang semula tersimpan dengan indah di kotaknya. Tanpa memperdulikan apa-apa pria itu melempar kotak tersebut dengan asal. Lalu memasangkan cincinnya yang ternyata sangat pas di jari manis Ziva.


"Ini terlalu mewah An"


"Tidak, karena bagiku yang paling mewah itu kamu Zi. Boleh aku memelukmu?"


Ziva tersenyum malu-malu, tanpa banyak kata lagi Ander segera merengkuh tubuh langsing dengan perut buncit itu begitu erat. Seolah tidak ingin melepaskannya.


"An, kau bisa menyakiti junior jika memelukku begitu erat" keluh Ziva.


-


-


-


Jangan seneng dulu bestie 🤣

__ADS_1


__ADS_2